
"Ren, kalau di rumah mertua, jangan sampai kamu melawan suami. Jangan menyuruh suami di hadapan mertua kamu! Jaga perasaan ibu yang telah melahirkan suami kamu," pesan Tante Soraya.
Saat ini mereka berada di kamar Rena, sedang Ricky berada di kantor. Rena sedang mengemas barang-barang yang akan dibawa ke rumah mertuanya. Tidak banyak barang yang dibawa, hanya barang yang dianggap penting saja.
Ya, sudah diputuskan jika mereka akan tinggal bersama Mama Miranti. Mereka akan tinggal di rumah itu sampai Papa Kurniawan pulang dari Jogja. Sekitar empat sampai lima tahun lagi.
"Tante, ngomongnya jangan diulangi terus kenapa? Sejak tadi ceramah mulu, Rena 'kan nggak sedang ikut kajian Tante," protes Rena karena sejak pagi hingga siang ini, Tante Soraya memberi banyak wejangan dan selalu diulang-ulang.
"Kalau nggak diulang ngomongnya, nanti kamu lupa. Sedangkan Tante ulangi beberapa kali saja bisa lupa, apalagi cuma sekali. Dianggap angin lalu saja omongan Tantemu ini," balas Tante Soraya tak kalah pedasnya.
"Ishh, nggak gitu juga kali, Tan!" bantah Renata meringis serasa dihantam godam.
"Terserah kamu aja, Ren! Pokoknya Tante sebagai pengganti ibumu sudah menasehati. Mau dipakai alhamdulilah, tidak ya terserah. Toh semua itu untuk kamu sendiri nanti, bukan buat Tante atau orang lain," cerocos Tante Soraya yang tampak semakin kesal.
"Tante jangan marah dong! Masak gitu aja marah. Rena cuma bercanda aja, Tan. Jangan masukin ke hati, ya!" mohon Rena dengan wajah memelas.
"Iyaa! Sudah cepetan beresin semuanya, biar Tante masukin ke mobil kamu!"
"Bawa mobilnya Mas Ricky, Tan. Mobil yang beli papa Rena tinggal sini aja. 'Kan kapan-kapan bisa diambil, nggak harus hari ini juga dibawa."
"Ya, sudah. Kalau begitu biar Ricky aja yang angkat nanti," ucap Tante Soraya akhirnya.
Tengah hari Ricky sudah datang untuk membawa istrinya ke rumah orang tuanya. Sebenarnya dia ingin mengajak Ricko, tetapi tidak diberi izin oleh Tante Soraya.
"Kenapa nggak boleh, Tan? Di sana rumah Ricko juga," tanya Ricky dengan raut wajah kecewa.
"Nanti saja, saat lebaran biar sekalian menginap di sana. Kalau sekarang 'kan bukan hari libur, kasihan bolak-balik perjalanan nggak bisa belajar," jawab Tante Soraya.
Ricky pun menurut saja apa yang dikatakan oleh Tante Soraya. Begitu juga dengan Rena, dia mengikuti nasehat dari adik papanya itu. Sebelum berangkat mereka pamitan pada beberapa anak kos yang ada, sebagian besar kuliah dan kerja.
Seminggu setelah kepindahan Renata ke rumah mertuanya, ada anak kos baru yang masuk. Seorang gadis yang sudah bekerja di sebuah perusahaan besar. Gadis itu terlalu menutup diri, sehingga sebagian besar anak kos tidak mengenalnya.
"Diih, gitu aja sombong banget. Renata aja yang pemilik kos ini kalem-kalem aja. Walaupun dia sudah menikah tapi masih mau gabung sama kita-kita ya, nggak? Itu kaya enggak belagu banget!" oceh Lola kesal.
__ADS_1
Teman kos yang baru ternyata tidak seramah dugaannya. Padahal jika dilihat dari penampilan, mereka tidak kalah dengan anak baru itu. Kelihatan sekali gadis itu tidak biasa bergaul.
"Eh, anak baru itu kemarin tanya-tanya soal pemilik kos ini lho. Padahal sudah aku kasih tahu kalau Mami Sora itu pemilik aslinya. Tapi dia nggak percaya, malah dia ngatain gue pembohong," adu Dea penghuni kamar nomor tiga, tepat di sebelah anak baru.
"Eh, Lo pasti tahu dong siapa nama dia?" korek Lola, dia sengaja berbuat demikian untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat.
"La- La ... gitu. Gue agak lupa, ingatnya cuma pakai La aja ...."
"Heh, dudul dasar lemot lo! Umur sudah bangkotan daya ingat kek anak PAUD. Nama gue juga pakai La, On!" potong Lola kesal.
"Kelen ini ributkan apaan, hah? Macam orang tak ada kerjaan saja, siang-siang sudah kombur meletup tak jelas!" Butet tiba-tiba ikut nimbrung di antara mereka.
"Oiy, si Butet datang gaess!"
"Biasa, Tet! Si Lemot Bontot bikin naik tensi orang nih. Tumben Lo sudah pulang kerja?" sahut Susan.
"Hari Sabtu gaess, ganti shift jam dua belas!" jawab Butet seraya menghempaskan bobot tubuhnya ke kursi di dekat Dea.
Butet duduk menyamping sehingga menghadap ke arah Dea, lalu tangannya menepuk pundak Dea pelan.
"Tet, sabar Tet! Anak orang jangan dibikin nangis," ucap penghuni kos lainnya, Ayu.
"Sudah sabar kali aku jadi orang! Kurang sabar kek mana lagi?"
"Malah makin ngegas si Batak ini!" celetuk Lola memutar bola matanya jengah.
"Kelen ini .... "
"Hai, siang semuanya! Pada ngumpul nih?" sapa anak baru penghuni kos Mami Sora.
Semua anak kos lama yang berkumpul di pendopo langsung terdiam. Tidak ada yang menyahut sapaan itu sama sekali.
"Kok diem semua? Lanjutin dong obrolannya, biar gue ikutan nimbrung," ucap si anak baru sok kenal akrab dengan penghuni lama.
__ADS_1
"Siapa kau sok kenal sama kami? Kau bagian dari kami juga?" tanya Butet dengan logat Bataknya dengan suara keras.
Anak baru itu terjengit kaget mendapat jawaban yang tidak mengenakan. Dia tidak menyangka jika penghuni lama galak-galak.
"Oh, iya! Kita belum berkenalan. Maklum gue sibuk kerja. Jadi nggak sempat nimbrung sama kalian," jawab gadis itu mengigit bibir.
"Sok sibuk!" cibir Ayu sambil berdiri dan meniggalkan tempat itu.
"Lo mau kemana, Yu?"
"Mau berlayar! Ikut?" jawab Ayu dengan tenangnya tanpa merasa bersalah sama sekali. Gadis itu langsung melenggang begitu saja setelah menjawab pertanyaan temannya.
"Yu, Ayu! Tungguin, aku juga mau ngamar aja!" teriak Butet sambil setengah berlari menuju kamarnya.
Sepeninggal Ayu dan Butet, akhirnya yang lainnya ikut bubar. Hanya tinggal Lola dan anak baru yang berada di ruangan yang luas itu. Lola diam tanpa mau menyapa ataupun mengajak ngobrol.
Lola asik dengan ponselnya, tanpa mau melihat ke sebelahnya. Lola sedang asik berbalas pesan pada Rena dan kekasihnya. Bahkan, tiba-tiba saja Lola terbahak sendiri.
"Mbak ini masih waras 'kan? Kok tiba-tiba tertawa kek kunti, sebenarnya ada apa sih?" tanya anak baru itu.
Tanpa mau menanggapi perkataan yang dilontarkan oleh penghuni baru, Lola berlalu begitu saja. Namun, belum sempat jauh meninggalkan anak baru, tiba-tiba gadis itu berteriak.
"Stella. Nama gue Stella, nama lo siapa?" teriak anak baru itu menghentikan langkah Lola.
Lola yang pernah mendengar cerita tentang Stella pun hanya diam. Mencoba mengigat-ingat, apakah Stella si anak baru itu sama dengan Stella dalam cerita.
*
*
*
Sambil menunggu KyRen up, mampir ke karya temenku yuk!
__ADS_1