Nikah Dadakan Dengan Musuh

Nikah Dadakan Dengan Musuh
Part 58


__ADS_3

Stella terdiam, merasa tertohok. Apalagi yang dikatakan oleh Ricky sangat menghina dirinya. Wajar jika menjadi baper atas perlakuan baik Ricky saat dia diusir oleh Nyonya Zoya dari apartemen Sandy. Ternyata memang sejak dulu, Ricky selalu menolong orang yang membutuhkan bantuannya.


Ricky meninggalkan Stella yang berdiri mematung di dekat mobilnya. Namun, saat jarak mereka belum jauh tiba-tiba Stella berkata yang membuat darah Ricky mendidih.


"Lo itu bodoh, Rick. Bini Lo selingkuh di belakang Lo, Lo diam saja! Gue lihat sendiri dengan mata kepala gue, kalau cewek Lo itu lagi godain dosen barunya," cerocos Stella dengan tak tahu malu.


"Selagi itu tidak ada bukti dan tampak dengan mata kepala gue sendiri, gue nggak peduli!" jawab Ricky seraya berjalan memasuki pendopo.


Stella menghentakkan kakinya kesal. Semua usaha telah dilakukan untuk menggoda Ricky. Namun, lagi-lagi gagal. Padahal dia sudah berusaha keras untuk itu.


Ricky tidak mendapati sang istri, baik di pendopo maupun di dapur. Kemudian, dia langsung bergegas menuju kamar. Ternyata di kamar juga tidak ada.


"Ren, Renaaa!" teriak Ricky dengan suara menggelegar.


Rena yang saat ini berada di kamar Lola mengerjakan tugas pun terkejut mendengar suara seseorang menggunakan toa. Dia langsung bangkit dari duduknya dan keluar dari kamar Lola.

__ADS_1


Ricky yang melihat pintu kamar Lola terbuka pun langsung menghampiri sang istri. Ucapan Stella tadi telah membangkitkan amarahnya, rasa cemburu yang dia tahan saat di depan Stella akhirnya dikeluarkan juga.


"Kek gini istri yang baik, suami pulang bukannya disambut malah asik cekikikan sama teman? Apa pantas itu, hah?" teriak Ricky emosi.


Entah kenapa, pria itu bisa bertahan dengan godaan para wanita nakal di luar sana. Akan tetapi, dia tidak bisa menahan emosi dan rasa cemburunya jika wanitanya didekati laki-laki lain. Ricky adalah type orang yang tidak suka barang miliknya disentuh oleh orang lain.


Sejak kecil selalu mendapatkan apa saja yang diinginkan, tanpa mau berbagi atau pun meminjamkan. Tidak heran dia begitu kecewa saat sang ayah ternyata memiliki anak lain, kini dia pun sangat cemburu kala mendengar sang istri didekati dosen.


"Mas? Kamu pasti capek banget deh. Pulang-pulang langsung marah nggak jelas gini. Aku tuh, tadi lagi ngerjain tugas banyak banget, ini aja belum kelar. Nggak ada maksud buat malas menyambut kamu pulang. Tadi itu, aku beneran nggak dengar suara mobil masuk. Sumpah!" jelas Rena dengan sabar, tidak ingin menambah runyam masalah.


Di kamar itu terdapat dua meja lipat di atas karpet berbulu tebal. Banyak buku berserakan serta berlembar-lembar kertas folio yang sudah berisi tulisan full halaman.


"Kalian kenapa punya tugas segini banyak dikerjakan mendadak sih? Apa kalian nggak mikir ...."


"Stop! Jangan menghakimi kami, sebelum mendengar cerita yang sebenarnya!" teriak Renata mengehentikan kata-kata sang suami.

__ADS_1


"Kami diberi tugas ini baru tadi siang dan kami diberi waktu tiga hari saja untuk mengerjakan. Kami sejak pulang kuliah tadi langsung mengerjakannya, bahkan saat Mas RIcky datang tadi kami masih mengerjakan tugas itu. Mas Ricky tiba-tiba datang dengan suara yang memekakkan telinga, kamu kira kami semua budeg apa?" jelas Rena begitu panjangnya, sampai-sampai Ricky duduk terdiam tak bersuara.


"Panjang kali ceramah kau itu Ren, jadi ketiduran lakik kau kutengok!" celetuk Butet yang tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu.


"Ceramah apaan? Gue itu cuma ngomongin apa yang gue alami selama ini, selama jadi mililk seseoorang.


"Suara kau itu lemah lembut dan merdu sekali, makanya lakik kau tak mau bersuara lagi. Bisa-bisa tertidur dia nanti, macam dengar dongeng"


*


*


*


Maaf up cuma sedikit, semga bisa jadi obat rindu masih repot banget di dunia nyata 🙏 Semoga besok saya sudah bisa up seperti biasanya ....

__ADS_1


__ADS_2