Pacar Kontrak Tuan Muda

Pacar Kontrak Tuan Muda
#41# Mencari Tahu Tentang Arven!


__ADS_3

Selama tiga tahun ini, kariernya cukup bagus. Mencari pekerjaan sesuai kemampuannya hingga semua pencapaiannya membuat dia mempunyai karier cukup bagus dalam hal pekerjaan ini. Freya sudah bisa menyicil sebuah rumah yang cukup sederhana, tapi pastinya lebih baik dari rumah Bibinya yang dulu dia tinggali.


Namun dia juga rutin memberikan uang bulanan pada Bibi, hingga sekarang Bibi juga sudah tidak perlu bekerja lagi. Sinta juga sudah mempunyai pekerjaan yang cukup baik juga, sehingga sekarang mereka sudah bisa merenovasi rumahnya. Sengaja tidak ingin meninggalkan rumah itu, karena menurutnya terlalu banyak kenangan yang indah disana.


Freya yang baru saja keluar dari Kantornya sore ini, langsung menuju parkiran dan membawa motornya. Meski sudah mempunyai karier cukup bagus, tapi dia tidak merubah cara hidupnya yang sederhana.Freya tetap mengendarai motor untuk berpergian.


Dering ponselnya yang mengganggu membuat Freya menghentikan gerakan tangannya saat akan mengambil helm yang dia kaitkan di kaca spion motornya. Freya merogoh tasnya sambil bergumam, siapa yang menghbunginya.


"Ck, Haura mau apalagi dia ini"


Freya menekan icon hijau itu untuk mengangkat sambungan panggilan video itu dari sahabatnya. Saat layar terbuka, disana bukan hanya ada Haura, tapi juga Sinta yang sepertinya memang sengaja mampir di Restaurant milik keluarga Haura itu.


"Kamu baru pulang kerja, Frey. Gak lupa kan kalau hari ini harus datang kencan sama pak Direktur di perusahaan Sinta" ucap Haura.


"Dandan yang cantik Sayang, kali ini tidak boleh gagal lagi" ucap Sinta ikut menimpali.


Freya hanya menghembuskan nafas pelan, mungkin sejak dirinya kerja maka sepupu dan sahabatnya ini selalu saja mengatur kencang buta untuk dirinya. Katanya agar Freya bisa melupakan tentang cinta pertamanya itu. Tapi semuanya selalu gagal, sampai saat ini masih belum ada yang benar-benar cocok di hati Freya untuk menggantikan Arven yang masih menjadi pemilik hatinya.


"Kalian ini memanggak bosen-bosen ya terus memaksa aku untuk kencan buta. Pokoknya kalau yang ini gagal, maka jangan lagi mengatur kencan buta dengan siapapun" ucap Freya.


Mereka tertawa bersama di layar ponsel Freya itu. Namun, melihat mereka bisa akur dan selama ini banyak hal yang Freya lalui bersama dengan Sinta dan Haura, membuat Freya sangat senang dan sedikitnya bisa  membuatnya sejenak saja untuk melupakan Arven. Meski ketika dirinya sedang sendiri, semua kenangan bersamanya seolah langsung berkeliaran dalam ingatannya.

__ADS_1


"Kita tidak janji Frey" ucap Haura sambil tertawa.


Lalu layar ponsel Freya langsung mati, dia kembali memasukan ponselnya ke dalam tas. Meraih helm dan memakainya, lalu segera mengendarai motornya keluar dari parkiran Kantor. Freya selalu merasa lebih tenang ketika dia bisa mengendarai motornya seperti ini.


Apa kabar dia? Apa semuanya baik-baik saja, atau mungkin dia sudah kembali kesini bersama tunangannya itu?


Berita tentang Arven dan Katlyn yang katanya bertunangan atas dasar perjodohan keluarga, sudah tersebar. Membuat Freya sudah tidak pernah berharap lagi bisa bertemu dengan pria itu. Karena memang dirinya sudah tidak mempunyai harapan apapun lagi jikalau bertemu dengannya.


"Ayolah Freya, lupakan dia dan mulai kisah yang baru. Untuk apa terus memikirkan tentang tunangan kamu itu"


Terkadang Freya sendiri yang mengingatkan dirinya sendiri agar tidak terus teringat Arven yang sekarang sudah menjadi milik wanita lain. Namun setidaknya keputusan yang Freya ambil sudah bisa menyelamatkan keluarga yang masih dia punya. Setidaknya hal itu tidak boleh sampai Freya sesali.


"Arven Widianto, dikabarkan sedang sakit parah saat ini. Bahkan sudah dua hari dia tidak sadarkan diri. Masih belum diketahui sakit apa yang sebenarnya dia alami"


Ponsel di tangan Freya langsung jatuh begitu saja ke atas sofa ketika dia mendengar suara reporter gosip di televisi itu. Freya langsung bangun terduduk dan menambah volume televisi. Dia ingin memastikan jika dirinya sedang tidak salah dengar.


Dan di layar televisi itu terlihat beberapa foto Arven yang terbaring lemah di atas ranjang pasien. Tubuh Freya langsung mematung melihat itu, jelas itu adalah pria yang selama ini sangat dia rindukan. Tapi ada apa dengannya? Kenapa sekarang dia jadi sakit parah dan tak berdaya seperti itu.


Tangan Freya bergetar melihat foto kekasih hatinya itu, meski sekarang status hubungan mereka sudah berakhir. "Ya Tuhan, dia sakit apa? Kenapa kondisinya terlihat begitu parah"


Freya langsung menyimpan remot televisi di tangannya dan meraih ponsel di atas meja. Dia menatap layar ponsel itu dengan pecarian yang dia cari di internet. Hanya ingin tahu kabar terkini dari Arven yang sedang dikabarkan sakit parah itu.

__ADS_1


"Sebenarnya dia kenapa?"


Bibirnya yang terus bergumam dengan bergetar. Rasanya sangat takut sekali kalau sampai terjadi apa-apa pada Arven. Pria yang tidak akan pernah dia lupakan dan belum bisa tergantikan posisinya di hatinya.


"Jangan sampai membuat aku menyesal dengan semuanya. Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri kalau sampai dia kenapa-napa"


Air mata Freya yang jatuh begitu saja di pipinya, ketika dia mengingat tentang Arven. Sungguh, hatinya sudah sangat takut jika akan ada hal yang terjadi pada Arven. Apalagi dengan kabar sakitnya ini, tentunya membuat Freya tidak bisa berpikir jernih.


"Aku harus tahu dia sakit apa sekarang, tapi bagaimana caranya aku mencari tahu semua itu"


Freya yang kebingungan sendiri sekarang, entah dia harus mencari tahu kemana tentang sakit Arven ini. Karena kabar di televisi dan internet tidak mencantumkan sakit yang di derita oleh Arven. Membuat Freya terus bertanya-tanya sakit apa yang dialami oleh pria itu.


"Aku harus pergi ke rumahnya dan cari tahu sekarang"


Freya langsung berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah kamar. Dia harus mencari tahu tentang sakit yang di derita Arven itu. Selama ini Freya selalu biasa saja dan baik-baik saja. Dia hanya bisa tersenyum ketika melihat berita Arven di televisi. Melihatnya baik-baik saja dan hidup dengan tenang di luar negara sana, sudah membuat Freya senang dan tenang.


Namun sekarang, ketika dia mendengar kabar jika Arven sakit yang cukup parah, mulai membuat Freya tidak akan bisa diam begitu saja. Dia hanya ingin memastikan jika hidup Arven selalu baik-baik saja selama ini. Setidaknya rasa sakit yang Freya berikan padanya, sudah tidak terlihat lagi. Tidak apa jika hanya Freya yang merasa terluka dan sakit. Tapi, jangan dengan prianya yang begitu dia cintai.


Suara dering ponsel Freya abaikan, meski beberapa kali ponselnya berdering. Freya tahu jika itu pasti telepon dari kedua temannya yang sudah mengatur kencan buta untuknya. Tapi untuk saat ini, Freya tidak ingin memikirkan tentang kencan buta lagi. Dia hanya memikirkan Arven dan ingin tahu keadaannya yang sebenarnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2