Pacar Kontrak Tuan Muda

Pacar Kontrak Tuan Muda
#8# Bercerita Pada Haura


__ADS_3

Waktu yang berlalu lebih cepat saat dibawa bekerja. Hari sudah hampir petang dan Freya harus segera pulang sekarang, dia langsung menemui Haura yang memang menangani Restaurant ini. Sembari kuliah, dia sudah mulai belajar mengelola bisnis kuliner orang tuanya ini.


"Haura.." Freya menarik kursi dan duduk di kursi depan Haura yang sedang mengecek pembukuan Restaurant ini. "...Aku izin pulang ya"


Haura langsung mendongak dan menatap Freya dengan kening berkerut bingung. "Memangnya ada apa Frey? Tidak biasanya kamu ingin pulang cepat, biasanya selalu semangat bekerja meski sudah lelah"


Freya tersenyum tipis sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Tentu saja dia yang sekarang bingung harus menjelaskan bagaimana pada Haura. Karena sebenarnya Freya ingin menutupi dulu sebagai statusnya yang sekarang sudah menjadi pacar kontrak dari Tuan Muda.


Freya merasa harga dirinya akan semakin rendah saat banyak orang tahu jika dirinya hanya sebagai pacar kontrak saja. Itu artinya dia di bayar, apa bedanya dengan menjual tubuh?


"Aku ada urusan mendadak Haura, sangat mendadak sekali. Harus datang malam ini" ucap Freya.


Haura mengangguk mengerti, tentu saja dirinya akan percaya dengan ucapan sahabatnya itu. Karena tidak mungkin juga Freya akan membohonginya.


"Yaudah kalau memang urusan mendadak, kamu bisa pulang. Lagian kamu juga pasti sudah lelah banget, habis dari Kampus harus langsung bekerja. Sekarang saat pulang bekerja juga pasti sudah di suruh cuci piring sama Bibi kamu itu" ucap Haura, merasa sangat prihatin dengan kehidupan sahabatnya.


Freya hanya terkekah mendengar itu, tentu dia sudah terbiasa dengan semua pekerjaan yang melelahkan ini. "Yaudah kalau gitu aku pulang dulu ya, makasih ya udah izinin aku pulang lebih cepat"


"Iya Frey, gak masalah"


Freya segera pulang ke rumahnya karena waktu yang sudah hampir mepet. Dia juga tetap harus melakukan tugasnya dulu setiap kali pulang ke rumah, mencuci cucian piring kotor yang suda menumpuk.


"Freya, tadi ada kiriman paket untuk kamu. Isinya sebuah gaun, sepatu dan tas yang terlihat mewah. Awalnya aku kira itu adalah salah kirim, tapi melihat nama penerima dan alamatnya memang benar disini" ucap Sinta, sepupu Freya yang berdiri di ambang pintu dapur saat ini.

__ADS_1


Freya mencuci tangannya di wastafell, lalu mengeringkannya dengan lap yang menggantung disana. Dia langsung berbalik dan mentap Sinta. "Lalu, dimana sekarang barang itu?"


"Kau mendapatkan barang itu darimana? Siapa yang sengaja mengirimkannya padamu? Apa kau menjual diri pada om-om ya, sampai bisa dibelikan barang-barang mewah begitu" ucap Sinta dengan tatapan meledek pada Freya.


Freya hanya menghela nafas pelan, dia tahu jika pastinya Hendrick yang mengirimkan semua barang itu karena suruhan Arven. Tapi sekarang dia bingung harus menjelaskan apa pada Sinta.


"Iya Freya, kamu mendapatkan barang itu dari siapa? Kamu jangan membuat Bibi malu y!" Teriak Bibi yang baru saja masuk setelah dari luar.


Freya hanya menghela nafas pelan, Freya bilang saja jika semua itu adalah hadiah dari sebuah kompetisi yang dia ikuti di sosial media. Sejenis giveaway. Sialnya Sinta menginginkan semua barang itu hingga Freya tidak bisa memakainya untuk malam ini.


"Pokoknya semua barang itu untukku" ucap Sinta yang langsung berlalu ke kamarnya.


Freya yang sekarang sedang berada di dalam kamar dengan kebingungan. Sekarang tidak tahu harus memakai baju yang mana untuk pergi bersama dengan Arven itu. Malah sekarang dirinya juga bingung harus melakukan apa. Tidak mungkin jika harus menghubungi Hendrick lagi dan memberi tahunya tentang baju yang akan di pakainya malah tidak bisa dia pakai.


Freya terus mondar-mandir memikirkan untuk memakain baju mana di saat waktu yang semakin mepet sekarang. Sampai Freya mengingat teman baiknya, Haura adalah sosok gadis dari keluarga kaya, yang pastinya mempunyai banyak pakaian bagus dan cocok untuk dipakai ke acara seperti ini.


"Aku harus ke rumah Haura sekarang"


Freya memakai jaketnya, dan menyambar kunci motor di atas meja kecil disana. Langsung pergi keluar rumah dan melajukan motornya menuju rumah Haura. Freya harus segera menemnui Haura dan meminjam baju darinya.


Sampai di rumah Haura, Freya langsung di sambut hangat oleh Haura dan Ayahnya. Karena memang dirinya selalu disambut baik oleh Ayah dan Haura, hanya saja Ibunya yang memang tidak pernah suka jika Haura berteman dengan Freya. Tapi Freya menyadari semuanya, mengingat siapa dirinya bisa berteman dengan Haura.


"Jadi kamu tiba-tiba datang kesini mau apa?" tanya Haura.

__ADS_1


Haura membawa Freya masuk ke dalam kamarnya, dia mengajak Freya untuk duudk di sebuah sofa disana. Dan sekarang Freya malah bingung sendiri karena pastinya dirinya harus menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Karena Haura akan kebingungan sendiri kalau dirinya yang tiba-tiba datang dan ingin meminjam baju darinya.


"Haura, sebenarnya aku datang kesini untuk meminjam baju kamu. Malam ini ada acara makan malam yang harus aku hadiri"


Haura langsung terlihat antusias mendengar ucapan Freya barusan. "Wah, memangnya siapa yang ngajak kamu makan malam ini? Apa kamu sudah punya pacar sekarang?"


Freya menghembuskan nafas pelan, jelas dia harus menjelaskan semuanya mulai sekarang. "Sebenarnya bukan pacar beneran, tapi hanya pacar kontrak saja"


"Hah? Frey, kamu jangan bercanda deh. Pacar kontrak itu hanya ada di film-film biasanya. Kamu jangan mengada-ngada" ucap Haura, merasa tidak percaya dengan ucapan Freya barusan.


Freya menghela nafas pelan, akhirnya mau tidak mau Freya menceritakan semuanya tentang keterikatan dirinya dan Arven dalam sebuah kontrak perjanjian.


"Jadi yang sekarang menjadi pacar kontrak kamu itu adalah Tuan Muda.  Ya amapun Freya, kamu memang sangat beruntung. Aku do'akan kamu akan segera menikah dengannya" ucap Haura yang langsung memeluknya.


Freya menghembuskan nafas pelan dengan reaksi temannya ini. Memang Haura ini termasuk diantara para gadis yang mengidolakan Tuan Muda. Menganggap jika Arven itu adalah sosok yang begitu keren. 


"Yaudah, sekarang aku akan rias kamua agar kamu terlihat pangling, dan Tuan Muda akan langsung terpesona olehmu" ucap Haura dengan begitu antusias.


Freya hanya menurut saja, dia hanya menurut saja ketika Haura mulai merias wajahnya dan menata rambutnya. Lalu segera Haura memilihkan baju yang pas dan cocok untuk Freya. Dan selesailah dirinya di rias oleh Haura sekarang ini.


"Terima kasih ya Hau, kamu sudah mau membantu aku. Memang kamu yang paling terbaik" ucap Freya sambil memeluk sahabatnya itu. 


Haura mengangguk, lagian dia juga merasa bahagia jika Freya bisa menemukan kebahagiaannya. Karena selama ini Freya terlalu banyak menyimpan luka karena kesulitan dan semua masalah yang dihadapinya selama hidupnya ini. Membuat Freya harus banyak berjuang untuk dirinya sendiri. 

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2