Pacar Kontrak Tuan Muda

Pacar Kontrak Tuan Muda
#9# Arven Yang Gugup!


__ADS_3

"Sekarang lebih baik kamu hubungi saja yang akan menjemput kamu, dan suruh dia datang menjemput kesini saja. Motor kamu biar disimpan disini dulu. Masa sekarang kamu sudah cantik begini akan pergi mengendarai motor sendiri" ucap Haura.


Freya mengangguk saja, dia mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Hendrick untuk menjemputnya di rumah Haura saja. Dia mengirimkan alamat pada Hendrick juga agar dia mudah menemukan rumah Haura ini. 


Dan setelah ini, Freya langsung pergi dengan diantar oleh Haura sampai ke depan rumah. Haura melambaikan tangan dan tersenyum pada Freya yang sudah berada di dalam mobil. 


Pelahan mobil mulai melaju meninggalkan rumah Haura itu. Freya hanya duduk diam dengan tangan saling bertaut di atas pangkuannya. Merasa sangat tegang dengan suasana saat ini.


"Kenapa anda memakai baju itu? Bukankah saya sudah membelikan untuk anda?"tanya Hendrick.


Freya langsung tegang mendengar pertanyaan Hendrick barusan. Tentu saja sekarang dia bingung cara menjelaskannya. Tapi dia juga tidak mungkin berbohong karena pastinya Hendrick akan tahu jika dirinya sedang berbohong.


"Maaf Tuan, tapi baju dari anda diterima oleh adik sepupu saya. Jadi saya tidak bisa memakainya, karena dia menginginkan itu" ucap Freya apa adanya.


Hendrick tidak lagi menjawab, dia cukup mengerti hanya mendengar dari penjelasan Freya barusan. Bisa membayangkan sendiri Freya hidup di keluarga seperti apa.


"Yasudah, nanti ingat untuk tetap bersikap baik dan jangan sampai salah berucap jika Nyonya besar dan Tuan besar menanyakan tentang kamu dan keluarga kamu" ucap Hendrick.


"I-iya Tuan"


Freya sedang mencoba menetralkan perasaan gugupnya sekarang. Dia harus melakukan semuanya dengan baik dan benar. Jangan sampai membuat Tuan Muda kecewa. Karena jika hal itu terjadi, maka dia pasti harus mengganti rugi kerusakan mobilnya karena tidak sengaja dia tabrak waktu itu. 


Kenapa berhenti disini? Freya menatap ke arah bangunan Apartemen mewah yang menjulang tinggi itu. Dia ingat jika ini adalah kawasan Apartemen yang ditinggali oleh Arven. Mungkin memang menjemput Tuan Muda dulu.


Dan benar saja beberapa saat kemudian, Arven keluar dan berjalan ke arah mobil mereka. Hendrick yang sudah keluar sejak tadi, langsung membukakan pintu mobil untuk Arven.

__ADS_1


"Silahkan Tuan Muda" ucap Hendrick sambil mengangguk hormat.


"Hemm"


Freya langsung menggeser posisi duduknya semakin mepet ke dekat jendela. Dia takut akan lebih gugup lagi jika dia berada terlalu dekat dengan Arven.


Namun, Arven malah duduk semakin mendekat dengannya, membuat jantung Freya langsung ribut. Kenapa si dia ini, kenapa malah duduk terlalu dekat denganku, padahal aku sangat gugup sekarang. Gumamnya dalam hati.


"Ingat, panggil aku Sayang!"


"Ba-baik Sayang" ucap Freya seketika.


Arven terkekeh mendengar suara Freya yang seperti sedang panik itu. "Sepertinya kau memang senang memanggilku Sayang seperti itu ya"


Ish, apaan dia ini.  Padahal dia sendiri yang meminta aku untuk panggil dia Sayang.


Sampai di tempat tujuan, rumah yang mewah dan besar bak istana ini membuat Freya terbengong. Selama ini dia melihat rumah seperti ini hanya disebuah film saja. Arven sudah menunggunya, menatap jengah pada Freya yang seolah masih terkesima dengan rumah mewah orang tuanya ini.


"Cepat, kau mau sampai kapan berada di sana" kesal Arven.


Freya langsung mengerjap pelan, dia segera berjalan menaiki anak tangga menuju teras depan rumah ini. Dimana Arven sudah berdiri disana. Arven mengarahkan lengannya padanya, membuat Freya mengerti dan langsung merangkul lengan pria itu sebelum berjalan masuk ke dalam rumah.


Arven memberikan beberapa peringatan pada Freya tentang sikapnya di depan orang tuanya nanti. Freya hanya mengangguk saja, dia juga sedang memikirkan tentang tadi, semoga saja dirinya bisa memerankan peran ini dengan baik.


Sampai di meja makan, Freya langsung di sambut oleh Papa dan Mama yang ternyata sudah berada disana. Segera Freya menyapa mereka dengan sopan, menyalami dan mencium punggung tangan mereka dengan hormat.

__ADS_1


"Maaf ya karena acaranya mendadak sekali, sebenarnya Tante masih sangat penasaran dengan cerita kalian. Jadi nanti kamu ceritakan sama Tante ya Frey" ucap Mama yang terlihat begitu antusias pada Freya yang sebagai kekasih Arven saat ini.


Freya tersenyum, dia senang dengan sambutan Ibu Arven  ini yang memang sepertinya pembawaannya memang sangat baik dan hangat. Meski belum tahu bagaimana sikap aslinya.  "Ah iya Tante, nanti akan Freya ceritakan. Kisah kami memang menarik, maklumlah Tante tahu sendiri kalau Arven ini sangat sulit di dekati"


Mama terkekeh mendengar ucapan Freya barusan, memang benar jika anaknya itu sangat sulit didekati oleh siapapun. Masih tidak tahu harus melakukan apa saat itu, Mama sendiri bingung kenapa anaknya seolah membenci perempuan. Makanya saat dia melihat Arven membawa seorang gadis dan memperkenalkannya sebagai pacar, maka Mama sangat bahagia.


Arven hanya tersenyum tipis, dia bisa tenang karena melihat akting Freya yang cukup bagus dan meyakinkan. Hingga sepertinya orang tuanya juga percaya pada Freya.


"Dia memang berbeda Ma, entah kenapa aku bisa langsung jatuh cinta padanya" ucap Arven sambil meraih tangan Freya di atas meja dan menggenggamnya dengan lembut.


Freya sedikit kaget dengan apa yang dilakukan oleh Arven. Namun dia langsung tersadar jika ini sedang akting, jadi dia kembali terbiasa dengan ini. Bahkan Freya langsung menoleh pada Arven dan tersenyum begitu manis padanya. Seperti tatapan seorang kekasih yang sangat mencintainya.


Apa? Kenapa jantungku berdebar? Arven yang langsung memalingkan wajahnya saat dia merasa jika tatapan Freya begitu lekat padanya. Apalagi saat Freya yang tersenyum begitu manis. Entah kenapa ada bagian hati Arven yang berdesir karena itu. Entahlah, tapi Arven benar-benar merasa jika Freya begitu manis dan menggemaskan.


"Mungkin karena memang aku paling bisa membuat kamu jatuh cinta, Sayang" ucap Freya sambil terkekeh pelan, dia mencubit gemas pipi Arven. Meski kakinya sedikit bergetar di bawah meja, merasa sangat gugup dengan apa yang dirinya lakukan ini.


Tenang Freya, ini hanya sebuah akting. Tuan Muda juga akan mengerti, dia tidak mungkin marah.


Deg..


Justru sekarang malah Arven yang berdebar, merasakan sentuhan dari Freya benar-benar membuatnya sangat berdebar dan gugup sekarang. Malah Arven tidak tahu kenapa dengan jantungnya yang tiba-tiba seperti ini hanya karena Freya mencubit pelan pipinya.


Sial, kenapa jantungku berdebar dengan hal sepele yang dia lakukan?


Freya kembali fokus pada makanannya. Sementara Mama dan Papa menatap itu dengan tersenyum, apalagi ketika mereka melihat wajah tegang Arven yang jarang sekali bisa mereka lihat itu. Membuat keduanya yakin jika Freya memang telah berhasil membuat Arven jatuh cinta padanya. 

__ADS_1


Makan malam ini Freya tetap masih aman dalam memerankan perannya sebagai pacar kontrak Tuan Muda.


Bersambung


__ADS_2