Pacar Kontrak Tuan Muda

Pacar Kontrak Tuan Muda
#56# Hanya Mengikuti Alur Takdir


__ADS_3

Akhirnya setelah perjalanan cukup panjang, kini mereka telah sampai di tanah air. Haura dan Sinta memilih untuk mengantar Freya terlebih dahulu ke rumahnya. Tahu jika keadaan Freya yang habis melakukan operasi itu belum benar-benar pulih seutuhnya.


Dan Bibi juga segera datang saat anaknya menelepon dan mengatakan jika mereka telah kembali. Segera Bibi melihat keadaan Freya yang sedang duduk di sofa, wajahnya terlihat lelah. Bibi meraih tangan Freya dan menggenggamnya dengan lembut.


"Bibi tidak pernah menyangka kalau kamu akan melakukan hal ini. Ternyata kamu begitu berbeda dengan Ibumu. Dia bahkan meninggalkan Ayah kamu disaat Ayahmu sedang sakit parah" ucap Bibi yang tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Freya demi kesembuhan Arven.


Freya tersenyum mendengar ucapan Bibi barusan. Dia mengelus punggung tangan yang mulai keriput itu. "Aku juga tidak mempunyai alasan lain Bi, untuk membela perbuatan aku ini. Aku tahu kalau aku akan dianggap bodoh dan hanya dibutakan oleh cinta. Tapi memang itu yang aku lakukan dan aku terima semua anggapan orang atas apa yang aku lakukan"


Bibi menatap Freya dengan matanya yang berkaca-kaca. Dia seolah sedang melihat sosok dirinya sendiri, yang rela melakukan apa saja demi pria yang dicintainya. "Kamu memang wanita yang tulus dan setia pada cintanya"


Freya hanya tersenyum saja, dia juga tidak mengerti kenapa dirinya bisa sebesar ini mencintai Arven. Cinta pertamanya yang tidak terlupakan, dan dia berharap akan menjadi cinta terakhir dalam hidupnya. Katakan Freya bodoh! Ya, itu memang benar. Dia bodoh karena cinta. Tapi semuanya dia lakukan sesuai dengan kata hatinya sendiri.


"Yaudah Frey, sekarang kamu istirahat. Kita juga harus pulang dulu, nanti mungkin aku datang lagi kesini" ucap Sinta.


Freya mengangguk, dia menatap sahabat dan sepupunya. "Terima kasih untuk semuanya ya"


Keduanya mengangguk saja, mereka hanya ingin melihat Freya bahagia. Meski mungkin cara bahagia Freya adalah kembali bersama Arven.


Setelah semua orang pulang dari rumahnya ini, Freya berjalan menuju kamarnya. Melirik ke sekeliling rumahnya yang dia tinggalkan selama dua minggu. Rasanya Freya merindukan suasana di rumah ini. Dia berhenti di depan sebuah figura foto yang terpajang di dinding, rasanya masih tidak percaya jika foto ini juga terpajang di Apartemen Arven waktu itu.


Tangan Freya perlahan meraih foto itu dan mengelusnya dengan lembut. "Ternyata bukan hanya aku yang menjadikan foto ini sebagai pengisi rumah ini"


Hah,, hembusan nafas panjang itu menandakan jika semua yang Freya lewati selama ini tidak mudah. Bagaimana Freya yang tidak pernah bisa melupakan pria yang sama. Meski dia sudah mencoba berbagai cara untuk melupakan semua tentang Arven. Tapi nyatanya memang tidak bisa.

__ADS_1


"Aku hanya akan mengikuti alur hidup ini. Hanya bisa berharap kalau kita bisa kembali bersama. Meski aku sendiri tidak yakin dengan hal ini" ucap Freya dengan matanya yang berkaca-kaca.


Kisah cintanya dan cerita hidupnya yang tidak bisa dia atur sendiri. Freya yang bahkan tidak tahu kenapa Tuhan selalu memberikan dia cobaan yang terlalu banyak lika-liku.


"Ayolah Freya, kamu pasti bisa melewati semua ini"


Freya menggantung kembali figura foto ditangannya di dinding. Segera dia ke dalam kamar untuk bersih-bersih dan berganti pakaian. Melupakan sejenak masalah yang sedang dihadapi saat ini. Tentang dirinya yang ingin kembali dengan Arven, tapi seolah dunia tidak mengizinkannya.


********


Suara notifikasi pesan yang Arven tunggu sejak tadi akhirnya berbunyi juga. Dia yang sedang duduk di sofa langsung mengambil ponsel yang dia letakan di atas meja.


Aku sudah sampai.


Pesan singkat dari Freya itu membuat Arven menghembuskan nafas lega. Tentu saja dia lega karena ternyata Freya yang sudah sampai dengan selamat di Negara mereka. Segera Arven menggerakan jarinya di layar ponsel untuk membalas pesan dari Freya barusan.


Setelah pesan terkirim, rasanya Arven tidak sabar jika harus menunggu balasan dari Freya yang sebenarnya itu hanya beberapa detik saja. Tapi dia sudah begitu merindukan suara gadisnya, membuat Arven langsung menelepon Freya saat ini.


"Hallo, Sayang bagaimana keadaanmu setelah perjalanan jauh? Kau baik-baik saja 'kan?"


Di tempat yang berbeda, di dalam kamarnya Freya hanya tersenyum mendengar pertanyaan Arven yang begitu nyerocos. Freya tahu kalau Arven mengkhawatirkannya saat ini.


"Aku baik-baik saja, perjalanannya juga lancar. Bagaimana keadaanmu disana? Apa semuanya baik?" ucap Freya.

__ADS_1


Arven yang menghembuskan nafas berat, seolah ada masalah besar yang sedang dihadapinya saat ini. Tentu saja hal itu membuat Freya bingung sampai sedikit mengerutkan keningnya.


"Bagaimana aku bisa baik-baik saja kalau sekarang kau saja tidak ada disampingku" ucap Arven dengan nada lesu.


Freya terkekeh mendengar ucapan Arven barusan. Tentu saja dia juga merasakan kerinduan yang sama. Karena mereka juga baru saja bertemu setelah sekian lama, tapi sekarang malah harus terpisah lagi. Rindu yang belum tersampaikan ini, malah harus kembali menumpuk karena kembali berpisah.


"Kalau kamu merindukan aku, segera saja pulang" ucap Freya sambil terkekeh.


Ya Tuhan, kenapa aku seperti anak abg yang baru saja jatuh cinta. Ih, menggelikan sekali.


Freya yang bergidik geli dengan tingkahnya sendiri. Menjerit tanpa suara saat tadi membaca pesan balasan dari Arven yang memanggilnya 'Cintaku'. Sungguh Freya yang seperti anak remaja baru jatuh cinta saat ini. Namun terlihat sekali dari wajahnya yang berbinar penuh kebahagiaan saat dia bisa kembali bersama Arven, meski sekarang keduanya saling berjauhan. Tapi pancaran penuh kebahagiaan itu tidak pernah luntur dari wajah Freya sejak dia memutuskan kembali bersama Arven.


"Aku akan menghadiri acara talkshow lusa nanti, setelah itu aku mungkin akan segera pulang. Semoga saja pekerjaan aku disini juga sudah selesai" ucap Arven.


Mendengar hal itu membuat Freya terdiam, dia teringat kalau masih ada hal yang harus Arven selesaikan bersama dengan Katlyn. Freya jadi bingung sendiri akan seperti apa nantinya jika setelah acara itu selesai, dan Arven malah kembali padanya dan memilih berpisah dari Katlyn. Mungkin akan menjadi sebuah berita yang besar nantinya.


"Sayangku, kenapa diam?"


Freya mengerjap pelan saat dia kembali mendengar suara Arven barusan. Bibirnya terangkat membentuk senyuman ketika dia mendengar panggilan sayang dari Arven yang selalu saja membuatnya berdebar hingga saat ini.


"Tidak papa, semoga acaranya lancar ya nanti"


"Apa kau cemburu? Sayang, aku tidak akan pernah mengkhianatimu. Kamu juga tahu sendiri bagaimana perasaanku yang sebenarnya. Bahkan Katlyn saja mengetahui perasaanku yang sebenarnya, kalau hatiku ini bukan untuknya" ucap Arven yang takut sekali jika Freya merasa cemburu dan akhirnya akan memilih untuk pergi lagi. Arven sangat takut hal itu terjadi.

__ADS_1


"Iya, aku mengerti kok"


Bersambung


__ADS_2