Pacar Kontrak Tuan Muda

Pacar Kontrak Tuan Muda
#61# Menyelesaikan Kesalah Fahaman


__ADS_3

Freya sedikit tertegun saat melihat Arven yang berada disana. Seperti mimpi dia bisa kembali melihatnya, atau mungkin ini memang hanya sebuah mimpi saja?


"Sayang, akhirnya kamu sadar juga. Bagaimana keadaanmu? Apa yang sakit?" tanya Arven dengan lembut.


Freya menatap Arven dengan lekat, masih merasa bingung dan tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi. Freya menatap sekelilingnya, ini bukan di dalam kamarnya, lalu dimana dia? Seingatnya dia hanya sedang duduk di sofa sepulang kerja tadi.


Arven mengelus kepala Freya dengan lembut, tahu kalau gadis itu sedang kebingungan dengan keberadaannya sekarang. "Sayang, tadi kamu pingsa. Beruntung aku dan Sinta tepat waktu datang ke rumahmu. Jadi kita bisa langsung membawa kamu ke rumah sakit"


Freya langsung menatap Arven dengan bingung. "Pingsan?"


"Iya, asam lambung kamu kambuh dan kamu juga terlalu kecapean" ucap Arven.


Freya menghela nafas pelan, dia bukan hanya kecapean dalam pekerjaan saja. Tapi dirinya yang juga lelah dengan pikiran dan segala masalah yang mengganggu pikirannya.


"Kenapa kamu pulang?"


Pertanyaan yang keluar dari mulut Freya benar-benar membuat Arven terdiam. Jelas melihat kesedihan dari sorot mata Freya. "Sayang, aku jelasin semuanya. Apa kamu tidak menonton acara itu sampai selesai?"


Freya terdiam, dia memang langsung mematikan televisi saat dirinya mendengar ucapan Katlyn yang mengatakan akan segera menikah dengan Arven. Bagaimana Freya bisa bertahan menonton acara talkshow itu kalau hanya akan membahas tentang pernikahan pria yang dia cintai bersama dengan wanita lain.


"Kamu akan menikah dengan Katlyn, kenapa harus kembali kesini dan menemuiku lagi. Apa belum puas membuat aku menderita karena cintaku padamu?"


Arven terdiam mendengar itu, dia menatap Freya yang sudah meneteskan air mata sejak tadi.Mungkin Arven tidak pernah berada di posisi Freya saat itu. Namun setidaknya Arven bisa sedikit mengerti kalau Freya akan sangat terluka dengan keadaan ini. Apalagi saat Ayahnya yang memaksa Freya untuk meninggalkan Arven disaat dia masih mencintainya.


"Sayang, aku tidak akan menikah dengan Katlyn. Aku sudah memutuskan hubungan dengannya" ucap Arven, masih mencoba untuk menjelaskan pada Freya tentang apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Freya memalingkan wajahnya, tangisannya juga semakin pecah. "Jelas sudah diumumkan kalau kalian akan segera menikah. Kenapa sekarang kamu harus menyangkalnya. Kau tahu kalau sebenarnya aku akan mencoba ikhlas jika memang kamu akan menikah dengan Katlyn. Mungkin memang kita berdua tidak pernah ditakdirkan untuk bisa bersma"


Arven menggeleng kuat, dia tidak akan pernah membiarkan Freya menyerah begitu saja. Arven membuka ponselnya dan mencari video full acara talkshow saat itu.


"Kamu lihat ini, tonton sampai selesai. Baru kamu ambil keputusan setelah itu" ucap Arven, dia menyimpan ponselnya di samping Freya, lalu Arven segera keluar untuk membiarkan Freya tenang.


Freya mengusap air matanya yang terus mengalir. Dia terisak pelan, masih terlalu menyakitkan baginya ketika dia mengetahui kalau ucapan Arven yang mengatakan jika dia akan menikahinya, ternyata hanya sebuah harapan palsu. Karena Katlyn yang berkata akan segera menikah dengannya.


Freya perlahan bangun terduduk di atas ranjang pasien itu. Perlahan dia meraih ponsel di sampingnya itu, memutar video yang sudah tertera di layar ponsel milik Arven. Dan Freya bisa menyaksikan acara talkshow itu sampai selesai. Hingga dia tahu kalau sebenarnya memang hanya Katlyn saja yang ingin menikah dengan Arven. Sementara Arven malah menolak dan langsung membeberkan tentang hubungannya dengan Katlyn selama ini.


Freya iseng dan penasaran, membuat dia langsung membuka kolom komentar. Dan dia bisa melihat banyak orang yang menghujat Arven saat ini. Menganggap jika Arven adalah sosok pria yang tidak bertanggung jawab pada pasangannya. Arven yang terlalu tega karena sudah memutuskan hubungan dengan Katlyn disaat wanita itu sudah mengatakan akan segera menikah dengannya.


"Kenapa mereka harus menyalahkan Arvenku, dia tidak salah apapun. Hiks..."


"Kenapa? Apa ada yang sakit? Aku panggilkan Dokter sekarang ya"


Freya langsung menahan Arven ketika dia akan pergi keluar dari ruangan itu. "Jangan pergi, maafkan aku.. Hiks"


Arven tertegun, dia jadi bingung sendiri dengan Freya ini. Entah ada apa dengan kekasihnya ini. "Sayang, ada apa? Kenapa kamu malah menangis?"


Tidak menjawab apapun, Freya langsung memeluk Arven dengan tangisan yang kencang. Dia tidak bisa membayangkan jika Arven membaca semua komentar yang jelas menyalahkannya. Bahkan banyak sekali kata-kata kasar yang ditujukan untuk Arven.


Arven menghela nafas, sepertinya dia mengerti sekarang kenapa Freya tiba-tiba menangis seperti ini. Mungkin dia sudah menonton full video dari acara itu. Hingga Freya sudah tidak salah faham lagi padanya.


"Sayang, kamu sudah mengerti 'kan sekarang? Aku tidak mungkin menikahi wanita lain, karena yang ingin aku nikahi hanya kamu" ucap Arven sambil mengelus kepala Freya.

__ADS_1


Freya mendongak, dia menatap Arven dengan lekat. Matanya masih basah karena tangisan yang belum berhenti. "Maaf ya karena aku sudah menyalahkan kamu. Sekarang kamu jadi di hujat banyak orang"


Arven mengerutkan keningnya, dia tidak mengerti maksud Freya. Sampai dia melihat ponselnya dan layar ponsel itu yang masih menampilkan kolom komentar yang Freya buka tadi. Akhirnya Arven mengerti maksud dari ucapan Freya itu.


"Sudah Sayang, masalah itu aku tidak masalah. Lagian ucapan mereka semua memang benar, aku tidak bisa bertanggung jawab dan hanya melukai wanita. Buktinya aku juga sering membuat kamu terluka. Aku tidak akan terpengaruh dengan semua komentar-komentar tidak jelas itu"


Freya semakin erat memeluk Arven, dia tahu jika sebuah komentar tidak jelas seperti itu tidak akan pernah berpengaruh dalam kehidupan Arven dan pekerjaannya. Hanya saja Freya yang merasa tidak suka saat Arven di cap jelek seperti itu.


Arven mengecup puncak kepala Freya dengan lembut. Tentu saja dia cukup tenang sekarang karena Freya tidak salah faham lagi. "Mulai sekarang aku akan tetap berada disini, bersama denganmu"


Freya mengangguk, dia masih merasa tidak percaya jika sekarang dia akan bisa kembali bersama Arven lagi. Meski memang terlalu banyak rintangan yang mereka lalui selama ini.


"Sekarang kamu istirahat saja ya, harus banyak istirahat agar bisa cepat pulang. Kalau keadaan kamus stabil, maka besok pagi juga sudah diperbolehkan pulang" ucap Arven.


Freya melepaskan pelukannya, lalu dia menatap Arven dengan lekat. "Kamu tidak akan pergi lagi meninggalkan aku?"


Arven menggeleng, dia menangkup wajah Freya dan mencium bibirnya. Sudah lama dan dia begitu merindukan bibir manis ini. Hingga Arven terus menciumnya dengan lembut. Tangannya menahan tengkuk leher Freya dan semakin memperdalam ciuman itu.


Saat suara pintu terbuka, Freya langsung melepaskan ciumannya. Dia melihat ke arah pintu dengan terkejut, Dokter yang datang untuk memeriksa keadaannya.


"Ah maaf saya datang tidak tepat waktu, saya ingin memeriksa keadaan pasien saja"


"Ah, silahkan Dok" ucap Arven.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2