Pacar Kontrak Tuan Muda

Pacar Kontrak Tuan Muda
#70# Kita Bisa Mandi Bersama?!


__ADS_3

Arven bangun lebih dulu pagi ini, dia menatap wajah istrinya yang masih terlelap dengan hembusan nafas pelan. Dengan bertopang pada satu tangannya, Arven benar-benar menatap lekat-lekat wajah istrinya.


Kejadian kemarin, benar-benar membuat Arven sangat terkejut. Rasanya tidak pernah menyangka jika Freya yang selama ini dia kenal dengan gadis yang ceria dan juga sangat tegar. Tapi kemarin, dia benar-benar menunjukan kelemahannya.


"Aku harap kau tidak akan pernah melakukan hal bodoh lagi seperti kemarin" ucap Arven sambil merapikan anak rambut yang menutupi wajah Freya.


Jika saja Arven tahu sejak awal, mungkin dia tidak akan mengundang keluarga Tuan Heri. Tapi sampai saat ini masih menjadi sebuah hal yang hampir tidak dia percayai. Orang yang sudah cukup lama bekerja sama dengannya itu, bahkan proyek yang pertama kali melambungkan nama Arven sebagai bagian arsitektur terbaik adalah saat dia bekerja sama dengan Perusahaan Tuan Heri itu. Tapi ternyata dunia memang begitu sempit.


"Emhh" Freya menggeliat pelan, perlahan matanya terbuka dan dia langsung tersenyum saat melihat suaminya.


"Sudah bangun, ayo mandi dan kita pergi jalan-jalan hari ini. Cari sarapan diluar" ucap Arven, dia mengecup kening istrinya.


Freya mengangguk saja, sampai dia sedikit merasa malu saat dia mengingat kejadian tadi malam. Akhirnya dia menyerahkan kehormatannya pada pria yang sangat dia cintai. Kisah ini yang tidak mudah, hingga Freya dan Arven bisa bersama seperti sekarang ini.


"Aku mandi duluan ya, kamu tunggu dulu sebentar" ucap Freya, dia bangun dan langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos.


"Kenapa harus kamu duluan, kita bisa mandi bersama" ucap Arven dengan tatapan penuh arti.


Wajah Freya langsung memanas mendengar itu, tentu saja dia sudah membayangkan bagaimana nanti jika dia dan Arven mandi bersama. Selama ini dia hanya mendengarnya lewat di drama yang dia tonton atau cerita yang dia baca. Tapi tidak menyangka kalau suaminya juga akan melakukan hal yang sama.


"Sayang, kamu duluan saja kalau begitu" ucap Freya yang tiba-tiba saja jadi gugup.


Arven terkekeh, bukannya segera turun dari atas tempat tidur dab pergi mandi. Tapi tangannya malah bermain usil di bawah selimut itu. Mencubit bagian yang menjadi favoritnya di bagian tubuh sang istri ini. Hal itu membuat Freya menjerit tertahan.


"Ahh.. Sayang apaan si, udah ah aku mau mandi" ucap Freya dengan menyingkirkan tangan nakal suaminya itu.

__ADS_1


Arven mendorong tubuh Freya hingga kembali terjerambah di atas tempat tidur. Lalu dia segera mengukungnya dengan tatapan yang tajam.


"Kita lakukan lagi pagi ini ya? Sekali lagi saja, aku masih ingin" ucap Arven dengan nada sedikit merengek.


Freya langsung terdiam dengan mata yang terbelalak. Rasanya dia masih tidak percaya kalau suaminya benar-benar berubah menjadi sosok pria mesum seperti ini. Padahal semalam saja sudah lebih dari satu kali saja Arven melakukannya, tapi pagi ini masih saja meminta haknya.


"Sayang semalam 'kan udah...Empptt"


Seolah tidak memberikan kesempatan bagi Freya yang pastinya ingin mencari alasan agar Arven tidak jadi melakukannya. Jadi dia langsung menyerang Freya dengan ciumannya. Tidak membiarkan wanitanya itu lolos begitu saja.


Dan akhirnya pagi ini kembali terulang untuk kegiatan semalam.


******


Sekarang pasangan pengantin baru ini sudah berada di dalam mobil. Arven ingin membawa istrinya untuk pergi jalan, agar dia tidak terus merasa sedih karena keadatangan Ibunya kemarin.


Bahkan mereka melewatkan sarapan, dan hari ini langsung ke makan siang saja. Arven menoleh pada istrinya saat tidak mendengar jawaban apapun dari Freya. Ternyata istrinya itu sedang melamun sambil menatap ke arah luar jendela.


"Sayang.." panggil Arven dengan lembut, dia mengelus kepala Freya dengan sebelah tanganya. "...Jangan bersedih terus, nanti aku merasa bersalah karena di kehidupan kita yang baru setelah menikah, kau malah bersedih seperti ini"


Freya menghembuskan nafas kasar, dia meraih tangan Arven yang berada di kepalanya. Mengecup bagian telapak tangan itu. "Aku bahagia bersama kamu, Sayang. Sekarang terserah kamu saja mau makan dimana, lagian aku tidak terlalu tahu tempat makan yang enak"


Arven mengangguk, dia tersenyum pada Freya. "Jangan bersedih lagi"


Dan Freya hanya mengangguk saja, sama sekali tidak berniat untuk bersedih di awal pernikahannya ini. Namun hal yang tidak terduga itu yang membuat Freya tidak bisa untuk menahan kesedihannya.

__ADS_1


Sampai di sebuah Restaurant cukup terkenal, Freya dan Arven segera masuk ke dalam Restaurant itu dan memesan beberapa makanan. Freya memilih meja di dekat jendela di pojok ruangan, agar dia bisa lebih tenang sambil menatap ke arah luar jendela.


"Sayang, apa yang sebenarnya ingin kamu ketahui? Aku akan mencoba untuk mencari tahunya"


Freya langsung menoleh pada Arven, dia tersenyum tipis. Tahu apa yang dimaksud oleh suaminya itu. Namun dia menggeleng pelan. "Rasanya aku tidak ingin mencari tahu lagi hal yang jelas akan membuat aku sakit. Mungkin memang Ibu sudah melupakan aku dan ingin hidup bahagia dan damai bersama keluarga barunya. Aku tidak mau tiba-tiba hadir diantara mereka dan menghancurkan semuanya"


Arven mengangguk pelan, dia langsung meraih tangan Freya dan menggenggamnya dengan lembut. "Kalau begitu, jangan bersedih lagi karena hal ini. Coba kamu lakukan seperti apa yang kamu ucapkan barusan. Kalau memang kamu sudah tidak mau tahu tentang mereka lagi"


Freya mengangguk, mungkin adakalanya kita sebaiknya kita tidak mencari tahu tentang suatu hal nantinya hanya akan membuat kita terluka atau malah membuka kembali luka lama yang belum hilang.


"Sekarang kita nikmati saja waktu bersama kita ini. Apa mau pergi honeymoon? Kau ingin pergi kemana?" tanya Arven dengan antusias, tentu saja dia sudah menantikan waktu ini.


"Em, Sayang, apa tidak sebaiknya sekarang kita pikirkan saja dulu masa depan kita ini. Aku juga tidak diberi cuti terlalu lama, mungkin hanya seminggu saja. Jadi kita habiskan waktu itu untuk menikmati waktu berdua disini saja, Tidak perlu pergi Honeymoon"


Arven terdiam, dia mengerti maksud ucapan dari istrinya itu. Pastinya Freya juga sedikit cemas karena sekarang Arven yang sudah tidak bekerja. Tapi meski begitu, dia masih mempunyai banyak tabungan.


"Kamu tenang saja Sayang, aku akan mencari pekerjaan yang baru. Dan kamu juga jangan takut, karena aku juga akan memberikan apapun yang kamu inginkan. Aku tidak akan jatuh miskin karena sekarang menjadi pengangguran" ucap Arven.


Freya tertegun mendengar itu, sama sekali dia tidak bermaksud kesana. Hanya saja Freya ingin membuat rencana yang bagus untuk kehidupan mereka kedepannya ini.


"Sayang aku tidak bermaksud seperti itu"


Arven tersenyum, dia menggeleng pelan. "Sayang, aku mengerti kok. Tapi kamu tenang saja karena aku akan selalu berusaha untuk membuat kamu bahagia dan mewujudkan apapun keinginan kamu"


Freya tersenyum dan mengangguk, dia percaya itu. Suaminya ini tidak akan membuatnya kecewa.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2