Pacar Kontrak Tuan Muda

Pacar Kontrak Tuan Muda
#57# Mengungkapkan Semuanya


__ADS_3

Freya masih mempunyai waktu untuk cuti beberapa hari lagi. Hari ini dia hanya diam di rumah dan tidak banyak melakukan apapun. Freya menyiapkan makan malam yang dia pesan dari luar, untuk menyambut Haura dan Sinta yang katanya akan datang setelah mereka selesai bekerja.


Selesai menyiapkan makanan, dia melihat ponselnya. Freya baru saja selesai mengirim pesan pada Arven dan menanyakan keadaannya. Tapi tidak ada balasan dari pria itu. Bahkan pesannya juga belum terbaca. Sepertinya Freya baru ingat kalau hari ini adalah acara talkshow yang dibicarakan Arven saat itu.


"Mungkin dia sedang persiapan untuk acara itu. Aku jadi penasaran apa yang akan dikatakannya, aku harus nonton"


Freya langsung berjalan ke arah televisi, menyalakan televisi. Dia mencari chanel yang akan menayangkan talkshow tentang hubungan Arven dan Katlyn itu.


"Sepertinya belum mulai ya"


Freya menunggu acara itu segera mulai, sampai kedua temannya datang acara baru saja mulai. Host yang langsung memimpin acara dengan ceria seperti biasanya.


"Kita makan saja dulu" ucap Freya.


Haura melemparkan tas selempangnya ke atas sofa, lalu dia menjatuhkan tubuhnya dia atas sofa. Menatap ke arah televisi yang menyala. "Tumben kamu nonton chanel ini Frey, acara apa nih?"


Freya terdiam, dia bingung menjelaskannya. Takut Haura dan Sinta akan kembali marah padanya, apalagi saat dia tidak bercerita tentang hal ini sebelumnya.


"Emm, itu Hau..."


Belum sempat Freya menjelaskan, host di acara itu malah sudah memanggil bintang tamunya, yaitu Arven dan Katlyn. Sinta yang sedang mengambil minum, langsung menghampiri mereka saat mendengar suara dai televisi yang memanggil nama Arven dan Katlyn.


Freya terdiam melihat tatapan dua gadis itu yang terlihat bertanya-tanya. "Undangannya sudah dari dua bulan yang lalu, jadi mereka tetap tidak bisa membatalkan untuk hadir ke acara talkshow ini. Arven sudah izin sama aku dan menjelaskannya kok"


Sinta menggeleng tidak percaya dengan kepolosan yang ditunjukan Freya ini. "Memangnya dia menjamin akan mengatakan kalau dia dan Katlyn sudah berakhir di acara ini? Jelas saja acara ini saja menyebut mereka sebagai pasangan serasi. Jelas ingin mengorek tentang hubungan mereka"


Freya hanya diam, dia tidak berani menjawab apapun karena apa yang diucapkan Sinta juga ada benarnya. Tapi Freya juga tidak bisa egois, karena dirinya yang hadir kembali sebagai masa lalu dalam hubungan mereka.

__ADS_1


"Sudah, lebih baik kita lihat saja apa yang akan dikatakan Arven. Aku juga jadi penasaran" ucap Haura yang sudah mengambil makanan dan membawanya ke ruang tengah untuk dimakan sambil menonton.


"Kau ini malah makan" ucap Sinta dengan ketus.


"Aku lapar, belum makan" jawab Haura santai.


"Kau itu pemilik Restaurant, apa tidak ada makanan di Restaurant segede itu" ketus Sinta yang berlalu ke dapur.


Freya tertawa kecil, sudah lama tidak melihat keduanya berdebat seperti ini. Sinta yang selalu saja asal bicara, namun semua itu yang menjadikan mereka bertiga lengkap sampai saat ini.


"Dia ini sensi mulu, kelamaan jomblo kayaknya" bisik Haura pada Freya yang hanya mengangguk dan tersenyum.


Meski meledek, tapi Sinta melakukan hal yang sama dengan Haura. Mengambil makanan dan membawanya ke ruang tengah. Mereka fokus pada tontonan mereka hari ini, acara talkshow itu.


Masih pertanyaan yang biasa saja, seperti menanyakan kabar dan keadaan Arven saat kemarin baru saja kembali dari rumah sakit. Belum masuk ke pertanyaan ini.


*******


Pertanyaan barusan membuat Arven terdiam, dia melirik ke arah Katlyn yang terlihat biasa saja. "Kami..."


"Mungkin akan segera menikah, bulan depan mungkin. Do'akan saja yang terbaik ya" ucap Katlyn begitu penuh keyakinan dan senyuman yang ditebar begitu manis.


Arven langsung terkejut dengan ucapan Katlyn barusan. Dia menoleh dan menatapnya tidak percaya, padahal mereka sudah sepakat untuk tidak membahas tentang ini. Dan mereka yang akan mengatakan jika sebenarnya hubungan ini akan segera berakhir. Tapi kenapa sekarang Katlyn malah berkata seperti itu.


"Wah, senang sekali mendengarnya. Kalian pastinya akan menjadi pasangan suami istri yang sangat serasi" ucap pembawa acara pria itu dengan senyum bahagia.


Katlyn tersenyum dengan indahnya, dia jelas mempunyai rencana sendiri. Nyatanya dia adalah wanita yang munafik, dia mengakuinya sendiri. Katlyn tetap tidak rela jika Arven harus kembali pada Freya. Meski sebelumnya dia pernah berjanji untuk membantu Arven kembali pada Freya.

__ADS_1


"Tidak! Semua itu tidak benar"


Ucapan dingin Arven membuat Hos sangat terkejut, bahkan dia sampai menjatuhkan kertas di tangannya. "Maaf Tuan, maksudnya apa ya?"


Katlyn terlihat sudah tegang, dia tidak menyangka kalau Arven akan seperti itu. Padahal dia juga merasa kalau dia menjawab pertanyaan ini sudah di waktu yang tepat. Tapi sepertinya Arven tidak akan bisa terkalahkan meski ini adalah acara live di televisi.


"Satu tahun lebih berhubungan dengannya, bahkan kita kenal sudah dari kecil. Namun, perasaanku sama sekali tidak bisa untuk mencintainya. Hatiku bukan miliknya. Dan sebenarnya aku hadir di acara ini untuk mengungkapkan yang sebenarnya. Jika selama satu tahun aku bertahan dengan hubungan ini, namun perasaan cinta itu tidak pernah ada dalam hatiku untuknya"


Semuanya terkejut mendengar ucapan Arven barusan, bahkan kameramen saja sampai tidak fokus hingga membuat gambar sedikit kacau.


Pembawa acara bahkan tidak bisa berkata-kata lagi. Semua ini tidak sesuai dengan rencana talkshow ini pada awalnya. Tapi kenapa sekarang malah jadi seperti ini.


Arven menatap kamera dengan seirus, seolah dia ingin memberi tahu dunia tentang semua yang dirinya alami saat ini. "Maaf sekali karena sudah mengecewakan kalian yang mengidolakan kami selama ini. Tapi aku benar-benar tidak bisa memaksakan diri untuk terus bersamanya, karena aku tidak bisa mencintainya"


Katlyn hanya diam menunduk dengan tangan meremas rok yang dia pakai. Dia pasti sangat memalukan saat ini, apalagi acara ini akan di tonton banyak orang.


"Ah, mungkin memang cinta tidak akan bisa dipaksakan ya. Yang terpenting kita do'akan saja yang terbaik untuk mereka berdua. Siapa tahu mereka bisa menemukan kebahagiaan masing-masing dengan pasangan mereka nantinya" ucap pembawa acara, mencoba mencairkan suasana yang tegang ini.


Dan acara ini yang awalnya di jadwalkan satu jam, maka harus berhenti saja sampai disini. Karena tidak mungkin juga melanjutkan dengan keadaan yang seperti ini.


Arven langsung keluar dari ruangan tempat acara, menuju parkiran dimana mobilnya terparkir dan disana sudah ada asisten setianya yang selalu menemaninya kemana pun.


"Kak Arven.." teriak Katlyn yang memanggilnya dan ingin Arven untuk berhenti sebentar dan membicarakannya dengan dirinya.


Namun Arven tidak memperdulikan teriakan Katlyn. Di langsung masuk ke dalam mobil. "Jalan Hen, aku sedang ingin menenangkan diri"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2