
Arven memaksa untuk ikut ke ruangan Freya, meski Freya dan Haura melarangnya. Karena Arven juga masih seorang pasien, takutnya keluarganya akan khawatir dan mencarinya. Apalagi Freya yang sampai saat ini belum siap untuk bertemu dengan keluarga Arven. Rasanya masih terlalu takut untuk bertemu dengan Papanya.
"Aku keluar dulu ya Frey, katanya Sinta sudah sampai. Jadi aku harus jemput dia di Bandara" ucap Haura.
Freya mengangguk saja, dia tahu kalau sepupunya itu memang akan datang untuk menjenguk keadaannya. Sinta baru bisa datang karena pekerjaan dan dia yang belum bisa mengambil cuti. Baru hari ini dia bisa bebas dari pekerjaan dan mendapatkan cuti meski hanya sebentar.
Setelah pintu ruangan tertutup seiring Haura yang berlalu dari ruangannya ini. Freya langsung menatap ke arah tangannya yang sejak tadi berada dalam genggaman Arven. Seolah pria itu takut jika Freya akan lepas lagi darinya.
"Apa kamu sebaiknya kembali saja ke ruangan kamu. Nanti keluarga kamu nyariin" ucap Freya.
Arven menggeleng pelan, sejak tadi dia menatap wajah Freya. Gadisnya terlihat semakin cantik dan dewasa sekarang. Tiga tahun berlalu benar-benar memberikan perubahan pada Freya. Rasanya Arven masih ingin mengutuki dirinya yang dengan bodoh mau menerima donor dari wanita yang dia cintai.
"Kenapa sampai melakukan ini? Kenapa tidak biarkan saja aku mati" lirih Arven, rasa bersalah semakin terasa besar di hatinya.
"Loh, kok bicara seperti itu? Apa kamu tidak suka aku berada disini? Lagian kamu sudah dengar 'kan kenapa aku melakukan ini, semuanya karena aku mencintaimu" ucap Freya tanpa kebohongan, karena memang alasan utamanya adalah itu. Freya rela melakukan hal ini, karena dia mencintai Arven. Tidak ada alasan lain lagi.
Arven mendongak dan menatap wajah Freya dengan lekat. Matanya kembali berkaca-kaca. Masih merasa tidak percaya jika sekarang dia bisa berhadapan lagi dengan gadisnya. Dan kenyataan yang dia ketahui juga semakin membuatnya terkejut. Pendonor yang selama ini dia ingin tahu siapa, ternyata adalah mantan pacarnya sendiri. Penyelamat hidupnya adalah wanita yang menjadi pemilik hatinya selama ini.
"Lalu kenapa dulu kau mengatakan jika kau hanya terpaksa mencintaiku? Apa karena hubungan kita dimulai dengan sebuah kontrak kerjasama? Kau 'kan tahu sendiri jika pada awalnya memang seperti itu, tapi aku juga tidak menyangka kalau aku akan jatuh cinta padamu" ucap Arven dengan sedikit menggebu-gebu, dia ingin kejelasan dari Freya saat ini.
Freya tersenyum, sebenarnya dia ingin menjelaskan semuanya. Tapi saat melihat seseorang yang masuk ke dalam ruangan ini, membuat Freya menahan bibirnya untuk berucap. Sepertinya ada hal yang hampir Freya lupakan tentang Arven. Jika sekarang pria itu sudah menjadi mlik orang lain.
__ADS_1
"Kak, aku cariin di taman tadi. Ternyata disini, Papa sama Mama khawatir juga cariin kamu disana" ucap Katlyn.
Arven langsung menoleh pada Katlyn yang terlihat ngos-ngosan, mungkin dia berlari kesana kemari untuk mencari Arven. "Aku mau disini dulu, Kat. Kamu cari saja alasan sama Papa dan Mama"
"Gak bisa Kak, mereka panik banget cariin kamu. Sekarang kalau memang masih mau disini, biar aku beri tahu mereka saja kalau kamu ada disini ya" ucap Katlyn.
"Jangan!" teriakan refleks dari Freya itu membuat Arven dan Katlyn begitu terkejut. Mereka langsung menatap ke arah Freya dengan bingung. "...Em, sebaiknya kamu kembali dulu pada orang tua kamu. Dan tolong jangan ceritakan hal ini pada mereka. Aku masih belum siap untuk bertemu mereka lagi"
Arven menatap Freya dengan lekat. "Kenapa? Seharusnya mereka tahu kalau kamu yang sudah menjadi penyelamat bagiku, mungkin mereka akan mengucapkan banyak terima kasih padamu"
Freya langsung menggeleng pelan sambil tersenyum. Dia menarik tangannya dari genggaman tangan Arven saat sadar dengan tatapan Katlyn. "Tidak perlu, nanti saja kalau aku sudah siap dan aku yang sudah benar-benar sembuh. Saat ini aku masih belum siap untuk bertemu mereka"
Kalau aku bertemu dengan mereka, yang ada Papa kamu akan semakin marah karena lagi-lagi aku masuk ke dalam kehidupan kamu. Apalagi sekarang sudah ada Katlyn yang menjadi kekasihmu.
"Yaudah Kak, kalau memang dia tidak mau jangan dipaksa. Tunggu saja sampai siap, sekarang ayo kembali dulu" ucap Katlyn.
"Nah iya, sebaiknya kamu segera kembali dan temu keluarga kamu ya" ucap Freya.
Dan akhirnya Arven juga tidak bisa membantah lagi. Dia memang harus segera bisa keluar dari rumah sakit, dia ingin bebas menemui Freya.
"Aku akan kembali lagi" ucap Arven, dia berdiri dan mengecup kening Freya.
__ADS_1
Hal yang dilakukan oleh Arven itu membuat Freya dan Katlyn begitu terkejut. Freya yang tidak menyangka kalau Arven akan melakukan hal ini di depan tunangannya. Sementara Katlyn hanya memalingkan wajahnya, rasa sesak di dadanya tidak bisa dia hindari. Karena memang dia melihat jelas bagaimana Arven yang bisa bersikap begitu lembut pada Freya.
Mungkin memang hanya Freya yang dicintainya. Katlyn hanya mencoba untuk menahan dirinya yang juga merasa sakit dengan sikap Arven pada Freya itu. Selama ini hanya sebuah foto yang dilihat Katlyn, tentunya tidak begitu sakit ketika melihat langsung bagaimana Arven yang begitu mencintai Freya.
Freya menatap pintu ruangan yang kembali tertutup rapat setelah Arven dan Katlyn keluar dari ruangan ini. Rasanya masih tidak percaya kalau sekarang dia kembali bertemu dengan pria itu. Selama tiga tahun ini, dia hanya melihat kabar Arven lewat berita saja. Termasuk tentang pertunangan Arven dan Katlyn yang sudah tersebar di berita sejak lama.
"Kita bertemu lagi, tetap dalam keadaan tidak bisa bersama lagi. Mungkin memang takdir tidak mengizinkan kita untuk bersatu kembali" lirih Freya dengan air matanya yang menetes begitu saja.
Sementara selama melewati lorong rumah sakit menuju ruangannya, Arven terlihat kembali ceria. Bisa bertemu kembali dengan Freya, seolah menjadi sebuah kebahagiaan yang begitu besar baginya. Dan Katlyn melihat jelas perubahan Arven itu.
"Kak, apa begitu senang karena bertemu kembali dengan cinta pertama kamu itu?" tanya Katlyn, meski sebenarnya dia sudah tahu jawabannya.
"Aku senang bisa bertemu kembali dengannya, meski sebenarnya aku juga sedih karena dia sampai harus berkorban demi aku. Mungkin memang aku harus menebus kebaikannya itu" ucap Arven.
Katlyn hanya tersenyum masam, dia mengerti maksud Arven. Tapi entah kenapa hatinya malah terasa sakit. "Lalu hubungan kita akan seperti apa? Bagaimana kedepannya?"
Langkah kaki Arven langsung terhenti ketika mendengar ucapan Katlyn barusan. Sungguh saat bersama Freya dan bisa bertemu dengannya, membuat Arven melupakan tentang hubungannya dengan Katlyn yang sudah terlanjur terjalin. Meski tanpa cinta.
"Aku akan memikirkannya lagi nanti, sekarang aku sedang ingin fokus pada masalahku dan Freya yang belum terselesaikan" ucap Arven.
Ucapan Arven dengan suara tegas itu membuat Katlyn tersenyum miris. Apalagi saat Arven yang langsung berlalu begitu saja. Katlyn hanya bisa menatap punggung lebar pria itu.
__ADS_1
Sebenarnya aku kenapa? Bukannya sejak awal sudah tahu kalau dia tidak pernah mencintaiku. Kenapa sekarang malah tidak rela kalau dia kembali pada cinta pertamanya itu.
Bersambung