Pangeran Dingin & Siluman Rubah

Pangeran Dingin & Siluman Rubah
55(Permintaan Furkada)


__ADS_3

Dan benar saja saat ini Kong Ya yang sedang menyamar sebagai sang pangeran mahkota pun tersenyum namun dia tahu jika seorang gadis memperhatikan nya


Heh, kau kira aku akan tergoda dengan mu gadis ular, kau itu bahkan tidak bisa dibandingkan dengan Qin Ru ku


Bai Ling pun sudah ada di samping sang pangeran


Sedangkan pria itu menatap penuh kebingungan dan tidak lama dia bertanya


"Si siapa kau?"


Mendengar pertanyaan itu, Bai Ling tersentak kaget


"A apa maksud yang mulia, ini aku. Calon istri mu"


Mendengar ucapan itu Incaru pun tahu jika gadis itu yang akan di jodohkan nya tapi sekarang posisi Incaru di ambil alih oleh seorang jenderal


Calon ku?" memastikan apa yang ia dengar


Bai kembali menyakinkan pemuda itu "Benar yang mulia aku, aku adalah cinta mu" ucapnya dengan mata menyeringai


Pemuda itu pun menatap namun tiba tiba menyeringai sambil berkata


"Hm, kau benar. Kau adalah cinta ku" sambil membelai wajah Bai Ling


Namun di dalam hatinya


Heh, kau salah! Di dalam hati ku hanya ada Qin Ru


Yang mulia, sedang apa anda di sini?"


Incaru pun terdiam namun ia ingat bahwa pemuda tampan itu belum menemui Qin Ru.


"Aku,?" Dan di angguki gadis itu


"Aku sedang menghirup udara segar, mungkin saja dengan aku menghirup udara segar, aku bisa melihat bidadari cantik disini"


Saat mendengar kata bidadari tentu saja Bai Ling serasa di atas awan


"Yang mulia kau bisa saja"


Saat itu Furkada yang tidak jauh dari tempat Incaru berada pun tersenyum dan tidak lama seorang pria paruh baya langsung menghampiri nya


"Yang mulia, anda sudah kembali" ucapnya senang sambil menatap sekitar

__ADS_1


"Lalu di mana pangeran Yu Lan, apakah beliau sudah di temukan?"


Furkada yang mendengar itu pun memasang wajah tidak senang "Perdana menteri! Jangan pernah sebut nama anak itu!"


Degh


Bong Lu sangat terkejut, ia tidak menyangka jika rajanya masih tidak menyukai anak itu


"Y yang mulia, s saya kira a anda?"


Dengan tatapan nyalang Furkada pun berkata


"Bong Lu, bukankah kau tidak menyukai anak itu, lalu kenapa kau mengkhawatirkan nya?" menatap curiga


"Y yang mulia, apa yang anda katakan, a aku tidak menyukai pangeran Yu Lan, itu tidak mungkin"


"Haha" tawa mencemooh pun keluar dari pria paruh baya itu


"Benarkah, bukankah saat Kang Fa mengatakan jika Yu Lan adalah putra kandung ku, kau bersi keras mengatakan jika anak itu hanya lah orang yang mengaku ngaku sebagai putra ku itu hanya orang miskin?"


...Saat 15 Tahun Lalu...


Saat itu Kang Fa sedang berada di sebuah ruangan


Mendengar pertanyaan itu Furkada terdiam, ia sangat bersyukur Kang Fa mengurus dengan baik


"Kang, aku ingin bertemu dengan nya" sambil menatap pria paruh baya itu


"Apakah aku bisa bertemu dengan nya?"


Kang Fa pun tersenyum lalu mengangguk, namun tanpa sengaja Furkada menatap kearah pintu dan melihat sosok bayangan


"Shuutt, seperti nya ada seseorang di sini"


Kang Fa pun langsung mengecilkan suara nya


"Apa yang mulia ada orang,. di mana?" sambil menatap sekitar


Saat itu Kang Fa mengikuti arah pandang sang raja


di sana ia melihat Bong Lu yang berusaha mencuri dengar.


Mereka berdua pun saling tatap dan kemudian Furkada melancarkan aksinya

__ADS_1


"Penasehat, apa yang kau katakan haah?!" Lelaki itu sengaja sedikit mengeraskan suara nya


"Yang mulia, percaya lah, dia adalah putra anda, apakah anda tega malakukan ini?"


Dengan santai pria itu berkata


"Aku tidak menganggap nya, dan meskipun dia memohon agar aku mengakui nya pun. AKU TIDAK SUDI!"


Saat itu Bong Lu yang mendengar itu pun menyeringai tidak senang


Apa, jadi putra yang mulia Furkada masih hidup, bukankah saat itu pria ini hendak membunuh nya,


Sambil menatap kearah sang penasehat


Pasti dia lah yang menyelamatkan anak pembawa sial itu


Sambil mencengkeram tangan nya kuat dan tidak lama ia pun pergi dari sana


Sepeninggal Bong Lu Furkada dan Kang Fa pun menghembuskan nafas lega nya


"Akhirnya nya dia pergi juga" saat itu Kang Fa pun menghampiri pintu untuk memeriksa keadaan


"Dia sudah pergi yang mulia"


Furkada pun meminta sang penasehat untuk mempertemukan nya dengan sang putra


"Penasehat, aku mohon pertemuan kan aku dengan putra ku" mohon nya


Kang Fa pun sempat terkejut dengan apa yang ia dengar


Apa yang ku lihat ini, yang mulia memohon kepada ku, untuk kedua kalinya?


Melihat keterdiaman Kang Fa, Furkada pun mengerinyit "Kang Fa, Kang Fa" panggil nya


"Ya yang mulia" jawabnya agak tersentak kaget


"Apa yang kau pikirkan, katakan padaku, apa kau mau mempertemukan ku dengan nya?"


Sambil tersenyum Kang Fa pun mengangguk


Sedangkan di lain tempat seorang pemuda tampan sedang duduk bersama dengan seorang wanita cantik "Sayang, baru pertama kali ibunda merasa kan bahagia seperti ini"


Mendengar itu Yu Lan tersenyum sambil menyamankan tidurnya di pangkuan

__ADS_1


"Ibunda aku lah yang merasa bahagia, kau tahu Ibunda Wei pernah mengatakan jika menjadi seorang ibu adalah anugrah terindah dan sebagai anak aku seperti merasa kan memilki dewa. Apa lagi aku memiliki dua ibu yang begitu menyayangiku"


__ADS_2