
"Apa kakak adalah orang penting, kenapa dia sampai seperti itu mengejar mu?"
Incaru terdiam dan Yu Lan melanjutkan ucapannya
"Kecuali, kau adalah orang penting atau kau adalah putra mahkota negeri ini"
Degh!
Mendengar ucapan dari Yu Lan, Incaru terdiam sambil menatap sang adik
"Yu" panggil nya tiba-tiba
"Ya kak" jawabnya seakan Yu Lan tidak canggung memanggil Incaru, padahal mereka bertemu baru saja dan baru saja juga mereka kenal
Akan tetapi entah kenapa Yu Lan merasa nyaman saat berada didekat Incaru
Apakah ini yang namanya ikatan batin? Entahlah yang terpenting saat ini mereka berdua bertemu dan Incaru mencoba mendekat kan diri pada sang adik, yah walaupun sang adik belum tahu jika dia adalah putra mahkota negeri ini sekaligus kakak kandungnya.
Yu Lan yang merasa dirinya di panggil pun menatap Incaru
"Ya kak, ada apa?" Yu Lan menunggu Incaru berbicara namun pemuda yang usianya jauh lebih tua itu tidak kunjung membuka mulut nya
"Ada apa kak, seperti nya kau sedang memikirkan sesuatu, katakan saja bukankah kau menganggap ku sebagai adikmu"
Mendengar ucapan lembut seperti itu Incaru tersenyum "Yu, kau tahu ada sesuatu yang harus aku katakan padamu" jedanya
Yu Lan yang mendapat itu mengerinyit heran sekaligus bertanya taya. Ada apa gerangan dengan pemuda ini, seperti nya sangat sulit sekali dia mengutarakan ucapannya
"Tapi aku tidak tahu kau mau mendengarkannya atau tidak, sebab mungkin kau tidak akan mempercayai nya"
"Memangnya apa yang ingin kau utarakan kak, aku siap kok mendengar nya"
Incaru bingung, ingin mengutarakan nya bagaimana sebab pemuda itu yakin jika ia jujur pasti Yu Lan akan membencinya
Namun saat Incaru hendak membuka mulut nya tiba tiba terdengar suara petir yang sangat menggelegar
JEDER!!
Mendengar itu keduanya terkejut
"Astaga, hari hendak hujan. Kak lebih baik kita pulang dulu ke rumahku"
"Baiklah, aku juga ingin tahu di mana rumah mu Yu"
__ADS_1
Yu Lan sangat senang Incaru mau di ajak ke rumah nya
"Ayo" Mereka pun kembali berlari menuju rumah
Sedangkan saat ini guru Rong, kebetulan ada dirumah Yu Lan
"Jadi Yu sudah tahu identitas yang sesungguhnya?" tanya nya memastikan
"Benar tuan, aku tidak mungkin terus menyembunyikan kebenaran ini padanya, karena cepat atau lambat dia akan mengetahui kebenaran ini. Dan daripada dia mengetahui nya dari orang lain lebih baik aku yang mengatakan nya langsung pada Yu Lan"
"Kau benar Kang," sambil menatap pria itu guru Rong melanjutkan ucapannya
"Kau tahu sebenarnya aku sudah mengatakan separuh tentang kebenaran ini" sambil menatap kearah lain
"Namun sepertinya dia tidak peduli, bahkan dia terlihat sangat membenci yang mulia raja saat tahu jika dia tidak diakui oleh yang mulia"
Kang Fa diam dan ia memang membenarkan ucapan Rong
"Aku paham akan apa yang dilakukan Yu tidak salah, siapa yang mau diperlakukan seorang ayah seperti itu. Tapi setidaknya Yu harus mendengarkan penjelasan dari sang raja"
Rong yang mendengar itu mengerinyit "Apa maksudmu Kang, apakah ada yang kau sembunyikan dari ku? Apakah ada niat lain dibalik perilaku Furkada?" tanya nya beruntun
Kang Fa yang di berondong banyak pertanyaan pun bingung "Apa maksud mu tuan?"
"Apa maksud ku, seharusnya aku yang bertanya pada mu Kang, apa yang kau katakan jika Yu harus mendengarkan penjelasan sang raja. Bukankah jelas aku melihat jika yang mulia tidak menyukai pangeran, bahkan saat itu yang mulia raja tidak membiarkan ibunya sendiri yang mulia permaisuri Ming Xi untuk bertemu putra nya?"
🌺 Flashback 🌺
"Kau pilih permaisuri ku! Kau tetap membiarkan anak ini di sisi mu, tapi aku bisa saja membunuh nya atau biarkan sang penasehat mengurusnya, dan aku akan membiarkan dia hidup aku juga tidak akan menganggu nya"
Saat itu guru Rong yang mendengar ucapan dari sang raja terkejut bukan main
Apa aku tidak salah dengar, yang mulia berani terang terangan ingin membunuh putra kandung nya sendiri
Sambil menatap pria itu dengan pandangan tidak percaya
Sedangkan Ming Xi kala itu hanya bisa menangis sambil memeluk bayi mungil itu
"Apa kau tidak memiliki rasa simpati sedikit pun hiks ~ pada anak ini suamiku ,hiks ~ Lihat dia begitu lucu dan sangat suci hiks ~ mengapa kau begitu tega ingin melenyapkan putra mu sendiri"
"Kau seharusnya tahu, karena anak itu lah penghambat Incaru naik tahta. Apa kau lupa Guru Rong sangat percaya jika anak ramalan itu akan lahir, dan jika ia tahu anak itu lahir maka sudah pasti dia akan melakukan pemeriksaan pada anak itu" ucap Furkada dengan tatapan tidak suka pada Yu Lan kecil .
🌺 Flashback end 🌺
__ADS_1
"Aku ingat saat itu, yang mulia permaisuri sangat terpukul, akan ucapan yang mulia raja mengatakan hal yang tidak baik pada Yu"
"Aku paham, akan itu tuan, tapi" jedanya sambil menatap Rong
"Bisa jadi ada yang menekan yang mulia raja saat itu, jadi beliau malakukan hal itu"
"Apa yang kau katakan?" Rong menghampiri Kang.
"Apa maksud mu dengan yang mulia melakukan ini dengan terpaksa? Siapa yang menekan beliau?"
"Tuan, bukankah kau pasti sudah tahu siapa musuh kita sebenarnya?"
JEDER!!!
Petir kembali menyambar dan hujan lebat langsung turun
"Oh iya tuan jika kau di sini, lalu kemana Yu Lan? Aku kira dia bersama anda"
Guru Rong menggeleng "Justru aku ingin menjemput nya, dan saat sampai di sini sudah hujan"
"Lalu kemana dia" sambil menatap luar yang kini cuaca sangat tidak baik
Sedangkan saat ini Yu Lan dan Incaru sedang berlari mencari tempat berteduh
"Itu ada sebuah gubuk, kak kita berteduh di sini dulu ya"
"Iya Yu, kita berteduh di sini saja dulu" mengiyakan ajakan sang adik
Mereka pun sampai di sebuah gubuk dan mencoba mengering kan badan yang basah
"Brrr dingin sekali" ucap Yu Lan sambil memeluk tubuh nya sendiri
Incaru pun sama ia melakukan apa yang dilakukan oleh sang adik, akan tetapi tanpa sadar ia tersenyum dan itu membuat Yu Lan menatap nya
"Kenapa kau tersenyum kak, kau tahu ini dingin sekali kau malah tersenyum tidak jelas"
Incaru pun tersenyum lalu menjawab
"Yu, kau tahu aku merasa sangat bahagia, karena hari ini kau mau mengakui ku sebagai kakak mu"
Mendengar itu Yu Lan menatap, dan tidak lama tersenyum. "Aku juga merasa bahagia hari ini kak, kau tahu aku merasa berbicara dengan kakak kandung ku sendiri"
__ADS_1
Namun apakah keakraban mereka akan bertahan lama? Atau kah akan ada jarak diantara mereka?
Mana kita tahu, karena waktu lah yang akan mengatakan