Pangeran Dingin & Siluman Rubah

Pangeran Dingin & Siluman Rubah
Awal Pertemuan


__ADS_3

Mendengar ucapan sang jendral para prajurit yang lumayan mengenai pangeran Yu Lan pun terkejut


"Tuan bagaimana bisa pangeran Yu Lan meninggalkan istana, padahal siang tadi pangeran masih biasa biasa saja seperti tidak terjadi apa apa"


"Kita mana tahu kan apa yang sebenernya terjadi?" Apa kau lupa kalau hubungan pangeran Yu Lan dan yang mulia raja kan kurang baik"


Mendengar ucapan itu semua orang terdiam lain halnya Darui saat ini


Apakah ini sudah menjadi rencana anda yang mulia? Apakah anda ingin memberi pelajaran pada tuan Furkada yang arogan itu?


Furkada dan para anak buahnya pun bergegas menuju luar istana dan dari kejauhan sang raja melihat kepergian pengawal andalan nya pergi


Furkada pun berharap jika putra bungsu nya cepat ditemukan "Semoga kau berhasil menemukan putra ku"


Sedangkan saat ini permaisuri Ming Xi sedang menangis di pelukan sang sulung


"Ibunda aku mohon jangan menangis lagi. Aku yakin Mong Lan saat ini baik baik saja"


Mendengar itu Ming Xi pun terkejut "Apa yang kau katakan nak?" tanya sang ibu memastikan


Namun sebelum Incaru menjawab sang ayah langsung berkata "Jadi kau tahu dengan siapa adikmu itu pergi?"


Incaru pun menatap sang ayah dengan datar lalu berkata "Ya! Aku tahu! Kenapa ayahanda, kau ingin menghukum ku sama sama yang seperti yang kau lakukan pada Yu Lan? Dengar yang mulia aku tahu Yu Lan pergi meninggalkan istana ini"


Furkada pun terkejut ia tidak menyangka jika putra kebanggaan nya ini malah membiarkan sang adik pergi.


"Incaru, kenapa kau diam saja melihat adikmu pergi! Seharusnya kau mencegahnya!" ucapnya marah


Melihat kemarahan sang ayah Incaru malah tertawa


"Hahaha! Ayahanda kenapa kau marah? Apa peduli mu tentang adikku itu haah!"


Furkada pun terdiam lalu Incaru pun kembali berkata. "Bukankah kau yang menginginkan ini yang mulia. Kau bilang aku harus mencegah kepergian? Yu Lan? Kau!" tunjuknya pada Furkada


"Bukankah ini semua berawal dari mu ayahanda!"


Degh!


Mendengar penuturan sang putra Furkada pun tersentak kaget


Apa sebegitu benci nya kau pada ku Mong Lan innernya


Flashback end


Mendengar penjelasan dari Darui, Yu Lan hanya diam dan tidak berkomentar apapun, namun tidak lama


"Heh, dia khawatir padaku, itu hanya topeng belaka! Katakan pada raja kalian. Aku tidak akan menginjakkan kaki ke istana itu lagi" sambil meninggalkan sang paman .


Namun baru beberapa langkah. Para prajurit langsung mengepung nya


"Yang mulia " panggil Harda

__ADS_1


Mendengar itu Yu Lan menatap sekeliling dengan datar "Jadi kalian ingin mengepung ku? Begitu?"


"Maafkan kami yang mulia, kami harus menjalankan perintah dari ayah anda membawa mu kembali" ucap Darui


PRAJURIT! TANGKAP PANGERAN SEKARANG!"


"BAIK!" ucap mereka serempak


Yu Lan pun mengeluarkan sebuah pedang, begitu pula Harda juga mengeluarkan pedang nya


Dan terjadi lah pertempuran antara Yu Lan dan Harda dengan para prajurit


TRAANG


SREEKK


BRUUKK


Terdengar suara pedang yang saling bergesekan dan seseorang yang berhasil mengenai senjata nya ditubuh pangeran Yu Lan dan membuatnya hampir tumbang


Yu Lan yang terluka dan harus melawan para prajurit pun mulai kuwalahan dan itu membuat Harda pun langsung bergerak menyerang dengan cepat


Yang mulia! Anda lari lah!


Mendengar itu menatap Harda "Lalu bagaimana dengan mu Harda?" disela sambil melawan musuh.


"Jangan pedulikan aku yang mulia! Cepat lah lari! Biarkan hamba yang menghadapi sisanya"


Yu Lan terdiam mendengar ucapan Harda, ia tidak menyangka pengawal nya akan mengorbankan diri demi dirinya.


Mendengar teriakan sang pengawal Yu Lan pun bergegas lari


Sedangkan saat ini seorang gadis sedang duduk


"Haah~ segarnya


Sedangkan tidak jauh tempat siluman berada Yu Lan berjalan dengan sempoyongan dan akibat dari luka yang kini bersarang di dadanya maka ia pun tumbang disebuah semak semak dimana disana lah gadis itu berada


sreekk!!


bruukk!!


Gadis itu terkejut "Siapa itu. Apakah ada yang berani memasuki hutan ini" ucapnya pelan.


"To long to long a aku" ucapnya seseorang


Gadis siluman yang mendengar itu pun mencari asl muasal. Tidak lama gadis itu pun terkejut melihat seseorang bersimbah darah


"Astaga! apa yang terjadi! Tuan! Tuan! A apa yang terjadi pada mu" tanyanya


Yu Lan pun membuka matanya dan dilihatnya sesosok gadis cantik walaupun yang dilihatnya samar samar

__ADS_1


"A a ku haah di kejar haah se se orang haaah" ucapnya dengan nafas terputus putus


Mendengar penuturan Yu Lan, gadis itu langsung memapah Yu Lan


"Bertahan lah tuan aku akan membawamu ke tempat ku"


Gadis itu pun mencoba memapah sang pangeran saat itu ia terkejut melihat pemuda yang ia temukan. pingsan tidak sadarkan diri


Dan kini Na Na sudah sampai di depan gubuk nya. Gadis itu membuka pintu depan kasar


BRAAKK


Mendengar dobrakan itu sang nenek terkejut sambil berkata "Astaga Na Na apa yang kau lakukan kenapa kau membuka pintu..." ucapnya terputus saat melihat cucunya memapah seseorang.


"Astaga, Na Na siapa yang kau bawa ini?"


Na Na pun tidak bisa menjawab karena ia sedang kesusahan membawa Yu Lan dalam keadaan pingsan


Sang nenek yang melihat cucunya sedang kesusahan pun langsung menghampiri Na Na dan membantu memapah pemuda itu masuk menuju kamar


Setelah membaringkan Yu Lan di tempat tidur Na Na pun menatap sang nenek


"nek, maaf aku baru bisa menjawab pertanyaan mu. Aku menemukan pemuda itu di samping tempat aku duduk diluar. Aku tidak tahu siapa pemuda itu. Oh iya kita harus cepat menolong nya nek jika tidak bisa bahaya"


Sang nenek pun mengangguk "Ya sudah aku pergi dulu" Na Na pun pergi keluar untuk mencari tanaman obat. Nek tolong jaga dia sebentar " ucapnya


Sang nenek mengangguk "Baik lah nenek akan menjaganya. Kamu harus berhati hati dan segera lah kembali"


Na Na mengangguk dan segera pergi keluar. Sedangkan didalam kamar Yu Lan merintih kesakitan


"sssstt, aaakkh"


Sedangkan ditempat lain tepatnya ditengah hutan Harda berhasil meloloskan diri dari para prajurit yang mengepungnya, dan saat ini ia kebingungan mencari sang pangeran yang entah saat ini dia bersembunyi dimana. Harda pun terus menyusuri ke dalam hutan


Dimanakah anda yang mulia, semoga anda baik baik saja ucapnya dalam hati.


kembali lagi ditempat sang nenek yang kini menjaga pangeran Yu Lan tidak lama kemudian Na Na kembali dengan tanaman obat


"Akhirnya kau kembali cucuku, kau tahu nenek merasa tidak tega melihat dia" melirik pemuda yang kini terbaring lemah dan merintih kesakitan


"merintih kesakitan" ucapnya tidak tega


Na Na mengangguk "iya nek, tunggu dulu aku harus meracik obat ini dulu" ucapnya sambil meracik lalu langsung bergegas menuju kamar di mana Yu Lan berada.


Na Na pun memasuki kamar itu dan terlihat Yu Lan sangat kesakitan. Na Na pun menghampiri nya dan menaruh wadah berisi obat itu di sebuah meja kecil.


Na Na pun dengan sangat hati-hati mulia membuka jubah yang dikenakan oleh Yu Lan. Setelah jubah dan pakaian atas terbuka barulah Na Na mengoleskan ramuan itu ke tubuh Yu Lan dengan perlahan


"sssstt" rintih Yu Lan


"Pasti ini sangat sakit. Bertahan lah. semoga dengan obat ini luka anda akan segera sembuh" ucap gadis itu pelan.

__ADS_1


Tanpa Na Na sadari jika Yu Lan membuka matanya walaupun sedikit. Ia melihat seorang gadis yang ia lihat saat itu.


Siapa dia


__ADS_2