Pangeran Dingin & Siluman Rubah

Pangeran Dingin & Siluman Rubah
Akhirnya Yu Lan tahu segalanya


__ADS_3

Melihat raut wajah yang malu malu Yu Lan pun menghampiri Na Na sambil berkata "Apakah kau tidak suka dengan panggilan itu, atau aku panggil saja istri ku bagaimana hm?"


"Kau memanggil ku istri mu, kau tahu kita belum menikah, bagaimana bisa"


Tiba tiba terdengar sebuah suara


"Kenapa tidak bisa, hari ini pun kalian bisa menikah" ucap mereka serempak


Betapa terkejut nya Yu Lan maupun Tea Na


"Kalian?!"


Seorang dengan pakaian hitam dengan rambut putih dan juga disana ada seorang pria paruh baya yang tersenyum sendu dan satu lagi seorang raja yang suka usil, siapa lagi kalau bukan raja Gou Ki


"Iya yang mulia kami bertiga ada di sini untuk menyaksikan mu menikah dengan putri Tea Na" ucap guru Rong


Saat itu seorang pria paruh baya melangkah dengan perlahan "Nak" panggil nya


Mendengar itu Yu Lan menatap tajam


"Kau, untuk apa datang kemari?!" tanya dengan nada tidak suka


Melihat itu Tea Na yang berada di samping nya menggenggam lengan Yu Lan berusaha untuk menenangkan sang pangeran


"Yang mulia"


Mendengar itu Yu Lan melirik sekilas Saat itu Gou pun menepuk pundak Furkada "Ayo lakukan, katakan yang sebenarnya"


Yu Lan yang mendengar ucapan sang raja rubah langsung menatap penuh tanya


"Yu Lan, bukankah aku bilang, apa yang kau lihat, apa yang kau rasakan bukan berarti itu adalah yang sebenarnya, kau lebih baik dengarkan penjelasan ayah mu terlebih dahulu"


"Penjelasan, yang mulia, penjelasan apa yang harus ku ketahui, bukankah dia dengan sendirinya mengatakan jika tidak ingin menganggap ku putra nya?"


"Aku terpaksa melakukan nya nak!" sela Furkada cepat


"Terpaksa anda bilang, hahaha ibu Ming Xi mengatakan semuanya pada ku. Kau ingin membunuh ku! Apakah ini yang di sebut terpaksa?!"


Yu Lan berbicara dengan nada marah ia meluapkan apa yang selama ini ia pendam


Furkada memahami apa yang di rasakan putra nya itu, benar. Istri nya pun tidak bisa disalahkan


"Nak memang benar apa yang dikatakan oleh ibunda mu itu, tapi.." ucapan Furkada terhenti, pria itu terdiam


"Lihat, dia terdiam dan tidak menjelaskan. Kau memang tidak menginginkan ku! Tidak perlu membela diri!"


Saat itu sang guru Rong yang melihat Furkada terpojok langsung menghentikan


"Yang mulia, tolong tenang lah!"


Yu Lan pun menatap guru Rong, dan sang guru melanjutkan ucapannya


"Yang mulia pangeran, semula aku tidak mempercayai apa yang di lakukan dan dikatakan oleh raja" sambil menatap pria yang kini merasa bersalah


"Namun saat mendengar semua penjelasan dari beliau aku yakin semua ini dilakukan demi melindungi anda"


"Apa maksud mu paman, melindungi? melindungi ku dari apa?"


Tidak lama Furkada pun berkata "Dari siluman ular Bong Lu"


Degh!


Yu Lan yang mendengar itu terkejut bukan main, sebab sang kakak akan menikah dengan Bai Ling


"A apa jadi yang dikatakan ayah mertua tadi itu benar?"


"Yaa nak, Bong Lu sama seperti ku dia dari bangsa siluman namun dia adalah siluman ular. Dia bertapa selama ratusan bahkan ribuan tahun demi mendapatkan kekuatan dan ya,. niat dia sesungguhnya adalah menjadikan manusia budaknya" jelas Gou

__ADS_1


"Dan kau tahu tanda yang ada dipundak kanan mu itu, kau adalah pangeran mahkota sesungguhnya. Ayah tahu itu saat guru Rong meramal kan saat ibunda mu mengandung" ucap Furkada


Furkada menghampiri Yu Lan dan hal tidak terduga pun terjadi, pria itu berlutut dihadapan Yu Lan


Bruukk!


Yu Lan dan Tea Na terkejut saat melihat Furkada berlutut tepat dihadapannya


"A apa yang anda lakukan?" Yu Lan tidak percaya ayah yang dulu begitu sangat membenci nya kini berlutut dihadapan nya


"Nak tolong maafkan ayah mu ini, aku tahu kau sangat terluka dengan apa yang ku lakukan. Tapi saat itu ada yang sedang mengawasi ku, maaf maafkan aku" ucapnya penuh sesal


Yu Lan yang melihat itu pun tidak kuasa menahan rasa sedih nya, ia tidak tega melihat pria itu berlutut


Tiba tiba Yu Lan membungkuk dan membantu Furkada untuk berdiri


"Ayah, aku lah yang bersalah, seharusnya saat itu aku peka, aku harus nya tahu jika kau terpaksa memukul ku"


Tea Na dan yang lain terkejut mendengar penuturan yu Lan


"Apa yang kau katakan pangeran?" Rong bingung dengan apa yang dikatakan oleh Yu Lan


"Iya paman, saat itu memang benar ayahanda Furkada marah kepada ku dan dia ingin menghukum ku"


Degh!


Furkada terkejut mendengar panggilan yu Lan terhadap nya


"Nak kau memanggilku apa?" memastikan apa yang dia dengar


Dengan tatapan lembut Yu Lan menuruti Furkada dan mengulangi apa di minta sang ayah


"Ayahanda" ucapnya


Mendengar itu Furkada langsung memeluk sang anak "Ya kau adalah putra kesayangan ku" Yu Lan pun membalas pelukan itu


"Tidak nak, tidak ayah lah yang salah" Furkada tidak ingin Yu Lan menyalahkan dirinya sendiri.


Melihat Yu Lan dan Furkada kembali akur dan hubungan mereka terjalin membuat Tea Na sangat bahagia


"Tapi ayah, bagaimana bisa yang mulia raja negeri api masuk kedalam hutan ini, dan mereka semua?" gadis itu bingung kenapa mereka bisa dengan mudah nya masuk kedalam hutan yang sudah ia lindungi itu.


"Putri ku, demi meluruskan salah paham ini aku sedikit membuka ilusi hutan terlarang ini dan membawa mereka, tapi saat aku ingin mencari Kang Fa, ternyata dia ada bersama Bong Lu, aku tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya kan?"


Tea Na mengangguk mengerti


Tanpa mereka sadari seorang wanita mendengar percakapan mereka.


Ternyata dia si Bong Lu itu yang menekan raja api, ini tidak bisa di biarkan dia ternyata mengawasi orang yang berhubungan dengan menantu ku, aku harus melakukan sesuatu


Tidak lama wanita itu menghilang


"Ya sudah kita tidak memiliki waktu banyak" ucap guru Rong


"Kita akan menjadi saksi dalam pernikahan putri Tea Na dan pangeran Yu Lan"


Mendengar itu Tea Na dan Yu Lan saling bertatapan kemudian mereka saling melemparkan senyum.


Saat ini seorang wanita berpakaian sederhana menatap kearah seorang wanita yang sedang


Wanita itu menghampiri dan berkata "Yang mulia, apakah kau tidak ingin melihat putra tersayang mu menikah?"


Degh!


Wanita itu sangat terkejut dan menoleh kearah sumber suara itu "Kau, kau siapa?"


"Aku, aku adalah seorang yang di minta untuk menjemput mu yang mulia"

__ADS_1


Mendengar itu Ming Xi menghampiri wanita itu


"Kau, kau tahu di mana putra ku Yu Lan? Di mana dimana dia nona?" desak sang permaisuri


"Tenang lah Ming Xi" tiba tiba gadis itu berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik yang tidak lain adalah Shin Tang permaisuri rubah


Ming Xi sangat terkejut saat melihat wanita itu


"K kau ratu rubah, b bagaimana mungkin.." ucapan nya langsung di hentikan


"Husstt, pelan kan suara mu Ming Xi, kau tahu tidak ada seorang pun yang tahu keberadaan ku"


Ming Xi mengangguk dan menutup mulut nya dengan jari telunjuk nya


"Kenapa kau bisa kemari, apakah ada sesuatu dan. apa tadi yang kau katakan, apa kau tahu keberadaan Yu Lan putra ku?" tanyanya sekali lagi


"Iya, aku tahu Ming Xi"


"Di mana. dia, dimana, Shin Tang, katakan padaku di mana putra ku, kau tahu aku hampir saja gila karena sudah 1 bulan aku tidak melihat nya"


"Iya iya aku akan mengatakan nya, tapi kita harus menjemput seseorang terlebih dahulu"


Sambil mengerinyit bingung Ming Xi bertanya


"Siapa yang ingin kita jemput?"


Tanpa menjawab Shin Tang langsung menggandeng tangan Ming Xi dan menghilang


Tidak lama mereka sampai di sebuah kediaman sederhana dan terlihat seorang wanita sedang duduk termenung



"Di mana kamu nak, kenapa tidak ada satu orang pun yang memberi kabar di mana Yu Lan ku berada"


"Lihat, itu ibu sambung putra mu Yu Lan kan?"


Ming Xi mengangguk "Iya dia adalah ibu sambung Yu Lan"


."Kasihan dia, pasti juga sangat kehilangan pangeran saat ini"


Ming Xi dan Shin Tang menatap wanita itu penuh dengan kesedihan pasti sangat berat baginya saat mendengar kabar saat Yu Lan belum di temukan.


"Wei La" panggil sang permaisuri


Wei La sangat terkejut mendengar suara itu, apa lagi saat dia tahu jika orang tersebut adalah Ming Xi


Dia pun langsung bergegas menghampiri keduanya


"Yang mulia, anda ada di sini" lalu matanya beralih pada wanita yang berada tepat di sebelah sang permaisuri


"Dan ini..."


"Aku adalah Shin Tang, siluman rubah putih"


Wei La membungkuk hormat "Maaf kan saya, saya tidak tahu jika anda adalah yang mulia permaisuri rubah ekor sembilan"


Shin Tang tersenyum dan menggeleng "Kau tidak perlu seformal itu Wei, aku dan Ming Xi datang kesini untuk menjemput mu" jelas nya


Dengan tatapan bingung Wei La pun menatap Ming Xi namun wanita itu juga hanya menggeleng


"Memang nya anda akan membawa saya kemana yang mulia?"


"Kita akan menghadiri pernikahan"


"Pernikahan?" ucap Ming Xi dan Wei La bersamaan


Shin Tang mengangguk

__ADS_1


__ADS_2