
🌙 Kembali Ke Masa Sekarang 🌙
"Kau tahu Na Na, saat itu aku memang di ajari oleh seorang guru yang ternyata dia adalah tabib hebat istana api. Dan saat itu aku mengetahui nya karena paman Rong mengatakan yang sebenarnya kepada ku"
Sambil menatap kearah pemuda itu Tea Na pun bertanya
"Apakah saat itu anda marah saat kau tahu ternyata guru mu adalah orang yang ada kaitannya dengan istana?"
Mendengar pertanyaan itu Yu Lan menggeleng sambil berkata "Tidak, aku tidak marah. Aku marah pada saat ayahku itu menyalahkan aku saat aku tidak sengaja melukai kak Incaru. Ya aku tahu aku salah namun bisa kah dia menegurku dengan baik. Tidak menegur ku dengan mengatai ku dengan menyebut ku anak sial"
Na Na yang mendengar itu pun sungguh tidak menyangka ada seorang ayah yang akan mengatai putra kandung nya seperti ini.
Sambil menatap pemuda yang ada di samping nya Na Na pun tersenyum getir
Tuan, sebenarnya ayah anda melakukan ini semua demi melindungi mu, namun caranya saja yang sangat salah. Tapi jika kau mengetahui alasan dibaliknya aku yakin kau tidak akan sebenci ini terhadap ayahmu
Yu Lan menatap gadis itu, "Ada apa dengan mu Na, seperti nya kau memikirkan sesuatu"
Degh
"Tuan, em sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu, tapi..." Na Na menghentikan ucapannya
Dengan penasaran Yu Lan pun berharap jika gadis itu akan jujur kepadanya
Semoga kau mengatakan yang sebenarnya Na Na, aku ingin tahu kenapa kau bisa tahu tentang semua masa lalu ku
"Ada apa Na, kenapa kau begitu sulit mengutarakan nya. Apakah kau tidak percaya kepada ku?"
"B- bu kan begitu tuan, aku bukannya tidak mempercayai mu" dengan sedikit ragu Na Na pada akhirnya mengatakan yang sebenarnya namun
"Tuan, seandainya aku mengatakan hal yang tidak mungkin apakah kau akan mempercayai nya?"
Yu Lan terdiam ia juga bingung apakah dia akan semudah itu percaya.
__ADS_1
"Kau tahu, saat aku mengatakan jika aku tahu masa lalu mu saja kau tidak percaya bukan?"
Mendengar perkataan itu Yu Lan pun langsung menatap gadis itu "Na Na bu bukan aku tidak mempercayai mu tapi aku sangat terkejut karena kau tahu" jedanya
"Semua yang kau katakan itu benar semua Na Na, padahal aku tidak ingin mengungkit nya lagi, tapi kau mengetahui masa lalu ku. semuanya" jelas Yu Lan
"Apakah kau tidak senang saat aku mengetahui masa lalu mu. tuan? Kau sepertinya sangat membenci masa lalu mu"
Sambil menatap kearah lain "Entahlah Na, aku tidak tahu harus bagaimana, di satu sisi ada ibu angkat dan ayah angkat yang begitu menyayangi ku, namun di satu sisi aku bertanya tanya kenapa Furkada begitu membenci ku? Aku sangat kasihan dengan ibu Ming Xi, dia lah satu satunya yang sangat menyayangi ku di istana, tapi beliau tidak bisa berbuat apa apa saat aku di hukum"
"Salahku adalah aku pernah menyalahkan nya saat dia tidak membela ku saat ayahku itu menuduhku ingin menyakiti putra mahkota"
Mendengar itu Na Na diam, namun dia tetap mendengarkan dengan baik.
"Aku sangat paham dengan apa yang anda rasakan, tapi tidak kah anda memberikan satu kali kesempatan untuk ayah anda berbicara, menjelaskan semuanya. Mungkin dengan begitu sedikit demi sedikit mulai terbuka semua kebenaran yang selama ini ayah anda simpan"
Yu Lan semakin penasaran, seperti nya Na Na tahu semua nya
"Kau pasti tahu segalanya Na, katakan padaku semuanya" pinta nya
Sambil menatap Yu Lan, Na Na mencoba untuk percaya pemuda itu
"Apa kau akan percaya dengan apa yang aku katakan nanti?"
Yu Lan mengangguk yakin "Aku akan mempercayai semua apa yang kau katakan"
"Apapun itu?"
"Ya Na Na, alu akan mempercayai nya apapun itu"
Mendengar dan melihat keyakinan pemuda itu Na Na tersenyum "Tuan aku tahu nenek Kwan kan yang menyuruhmu untuk menuruti semua perkataan ku?" tebak Na Na
Yu Lan terkejut dengan apa yang di ucapkan Na Na tepat sasaran
__ADS_1
"K- kau tahu akan hal ini Na? T- ta pi aku ..." ucapannya langsung di sela
"Tidak apa tuan, aku paham maksud mu itu baik, aku tidak menyalahkan mu"
Yu Lan menggenggam tangan Na Na "Na bukan maksud ku untuk tidak mempercayai mu atau meragukan mu, hanya saja aku sudah tidak mempercayai semua orang di sekitar ku. Aku seakan di anggap bodoh oleh mereka"
...Anggap itu Na Na dan Yu Lan...
Na Na sangat paham apa yang dikatakan oleh pangeran Yu Lan "Tuan, aku paham, itu tapi pernah kah anda berpikir jika yang kita lihat belum tentu benar dengan kenyataan nya?"
Degh!
Mendengar pertanyaan itu entah kenapa Yu Lan teringat akan suatu hal
"Apa yang kita lihat, belum tentu itu adalah suatu kebenaran, bisa jadi ada sesuatu yang di lihat adalah suatu kebohongan" ucap Na Na dan seorang oria yang ada dalam ingatan Yu Lan entah itu siapa.
Yu Lan terdiam cukup lama dan itu membuat Na Na memanggil nya. "Tuan, apa yang kau pikirkan?"
Na Na pun kembali menebak apa yang di rasakan oleh pemuda itu
"Yang mulia sebenarnya apa yang anda lihat, atau anda rasakan dalam perilaku ayah anda belum tentu itu sebuah kebencian,. mungkin saja beliau berusaha untuk memberi perlindungan pada anda" ucap orang yang ada di ingatan Yu Lan.
Sambil menatap Na Na Yu Lan pun berkata "Perkataan mu sama persis dengan paman ku Na Na"
"Benar kah tuan?"
Yu Lan mengangguk sebagai jawaban nya
"Beliau juga mengatakan hal yang sama dengan apa yang kau ucapkan"
"Kalau boleh tahu, siapa dia tuan?" penasaran dengan orang yang di sebut Yu Lan
__ADS_1