
Saat ini Shin Tang dan Gou Shu berada di istana di kediaman ratu rubah.
"Ibunda, kau tahu jika putra sahabat ku sedang sakit?"
Gou Shu mengangguk "Iya nak, meskipun aku berada di dalam istana ini aku tahu dunia luar"
Shin Tang mengangguk "Anda sungguh luar biasa ibunda"
"Lalu ibunda, apakah putra dari sahabat ku putri Ming Xi akan menjadi raja selanjutnya?"
Gou Shu tersenyum dan tidak lama, dia menggeleng
"Loh, kenapa ibunda, bukankah ku dengar putra pertama nya adalah pangeran mahkota?"
"Iya, itu memang benar, tapi apakah kau tahu" jedanya
"Jika anak itu terpaksa menerima gelar itu?"
Shin Tang menatap penuh tanya pada sang ibu mertua "Maksud anda pangeran Incaru?"
Sang ibu suri mengangguk "Iya putri ku, dia mengatakan sendiri jika yamg berhak adalah Yu Lan sang adik"
"Ibunda, saya tidak menerawang sampai sedetail itu"
Gou Shu pun menjawab"Aku juga tidak ada niat ingin melihat nya sampai seperti itu" Sambil berjalan sang ibu suri melanjutkan ucapannya
"Saat aku melihat betapa sedihnya Ming Xi, aku merasa kasihan kepadanya, kau tahu putri ku, dia seakan-akan kehilangan gairah hidup saat bayi yang ia lahirkan harus di ambil dari nya"
❤️❤️❤️❤️❤️
Flashback Penglihatan Gou Shu
saat itu aku sedang bersantai ria dan aku mendengar suara tangisan yang amat lirih.
"Hiks~ hiks~ yang mulia kenapa kau begitu tega mengambil bayi ku hiks~"
Sedangkan di atas langit aku mencari asal muasal suara tangis itu.
"Siapa yang menangis, kenapa suara nya begitu menyayat hati?" tanya ku
Tidak lama ada seorang dayang yamg berada tepat di belakangku mengerinyit bingung
Sang dayang menghampiri ku dan ia pun bertanya
""Yang mulia, apa yang sedang anda pikirkan, mengapa sejak tadi hamba lihat anda selalu menatap ke arah luar"
Namun aku tidak terlalu mendengar kan apa yang di tanyakan oleh dayang itu kepadaku. Aku masih asyik mencari asal muasal tangisan itu.
Karena aku tak kunjung menemukan suara tangisan itu, mau tidak mau aku menggunakan mata batin ku
Saat aku telusuri ada seorang wanita yang sangat cantik sedang menangis sambil memandang tempat bayi yang kosong.
__ADS_1
Betapa miris nya wanita itu. Dan yang membuat terkejut lagi adalah
Seorang pria datang menghampiri nya sambil berkata "Ming Xi, mengapa kau tangisi anak pembawa sialan itu?!"
Degh!
Ming Xi yang mendengar itu pun menatap tidak percaya ke arah pria yang kini menjadi suami nya
"Apa yang kau katakan yang mulia, anak pembawa sial? Hiks ~ apakah anda sadar hiks~ yang kau katakan dia itu siapa? Hiks~ dia itu adalah darah daging mu!"
Mendengar ucapan dari wanita itu, pria yang tidak lain adalah Furkada malah tertawa
"Hahaha hahaha" sambil menatap kearah istri
"Ya, dia memang darah daging ku!' Jedanya
"Tapi, anak itu adalah penghalang bagi Incaru untuk naik tahta!"
Degh
Saat itu aku yang kebetulan melihat pertengkaran mereka terkejut
Jadi hanya karena putra pertama nya, laki laki ini rela mengorbankan putra yang lain
Ming Xi kembali berkata "Suami ku, Yu Lan tidak akan merebut apa yang bukan miliknya! Dan lagi pula dia masih sangat kecil, tega nya kau menuduh nya seakan dia ingin mengambil tahta itu"
Sambil menatap tajam Ming Xi kembali berkata
Wanita itu sambil berlutut dihadapan sang raja
"Tapi aku mohon hiks~ kembalikan putera ku yang mulia"
Sedangkan Furkada yang melihat istri yang begitu di cintainya berlutut di hadapan nya pun sebenarnya miris
Maafkan aku permaisuri, aku tidak berdaya, aku di kendalikan oleh orang itu
Gou Shu yang sejak tadi mendengar perdebatan itu terkejut
"Jadi pria itu terpaksa melakukan nya, tapi siapa orang yang sudah berani mengendalikan Furkada"
Gou Shu sangat penasaran, Ia oun kembali menjelajah apa yang sebenarnya terjadi di istana negeri api
Namun saat ia melihat seorang pria yang agak tua ia begitu terkejut
"A apa, tidak, tidak mungkin kalau dia" sambil menggeleng
"Kenapa pria itu ada di sini? Apa jangan jangan dia ada hubungan nya Furkada?"
...****************...
Kembali ke dunia nyata negeri rubah
__ADS_1
Gou Shu terus menerus mengatakan tidak dan itu membuat Shin Tang langsung menghampiri sang ratu
"Ibunda, ibunda apa ada apa?" sambil menyentuh tangan wanita itu Shin Tang berusaha membangunkan nya
"Gawat pasti Ibunda terlalu menggunakan mata batinnya makanya jadi seperti ini"
Shin Tang masih berusaha untuk membangun kan sang ibu
Tidak lama kemudian mata Gou Shu terbuka dan dengan cepat wanita itu memberikan segelas air. putih pada sang ratu
"Ibunda akhirnya kau kembali. Ayo di minum dulu"
Gou Shu mengambil air yang di berikan oleh Shin Tang dan meminum nya
"Terima kasih nak"
Setelah menaruh gelas itu di meja tepat di samping nya Hou Shu menarik nafas panjang
Sedangkan Shin Tang belum berani bertanya apa yang sebenarnya di lihat oleh sang ibu
"Shin, kau tidak bertanya apa yang sebenarnya terjadi?"
Shin Tang tersenyum "Ibunda akan mengatakannya kepadaku, jika anda ingin membagi apa yang anda lihat dengan mata batin anda"
Mendengar itu Gou Shu tersenyum
"Ini lah yang aku suka dari mu Shin er, kau itu sangat pengertian"
Shin Tang menunduk sambil tersenyum "Ibunda, jika anda belum mau mengatakan nya tak apa"
Gou Shu menggeleng "Tidak putri ku, aku akan mengatakan nya kepadamu apa yang aku lihat"
Shin Tang menunggu apa yang ingin dikatakan sang ibu
Tidak lama Gou Shu pun mengatakan apa yang ia lihat
"Ada sesuatu yang membuat ku terkejut"
"Apa itu ibunda?"
Sambil menatap serius Gou Shu pun berkata
"Musuh putra ku Tian Qing ada di sana"
Mendengar itu Shin Tang tersenyum
"Ibunda, aku dan yang mulia sudah tahu akan hal itu"
"Hah?"
Seperti nya Gou Shu ketinggalan berita 🤭🤭
__ADS_1