
"Ibu, apa yang kau risaukan, apakah kau takut aku akan pergi dari mu?"
Wei La terdiam namun air mata nya terus mengalir
"Nak, tidak akan ada yang bisa mengubah takdir, hiks~ bagaimana pun kau bukan anakku dan aku harus menerima ini dengan lapang dada hiks~ dan aku harus siap kehilangan mu putra ku"
Sambil membelai pipi Yu Lan yang putih bersih
"Nak kau tahu, ada yang lebih miris daripada ibu mu ini"
"Siapa bu, siapa orang yang sangat terluka akan kehilangan ku itu?"
Sambil menatap mata Yu Lan "Nak asal kau tahu, ibumu, permaisuri Ming Xi sangat kehilangan dirimu. Kau tidak bisa menyalahkan nya karena saat itu beliau lah yang menyelamatkan mu dari insiden pembunuhan itu"
Betapa terkejutnya Yu Lan saat mengetahui ternyata diri nya hampir terbunuh
"A- apa yang ibu katakan, Insiden pembunuhan?!" tanyanya memastikan
Wei La menatap Yu Lan "Nak, jangan pernah membenci ibu kandung mu"
Saat itu seorang wanita cantik dengan pakaian sederhana datang dan "Yu Lan, putra ku"
Mendengar suara nan lembut itu Yu Lan menatap wanita itu kemudian ia menatap sang ibu angkat
"Iya nak, dia adalah ibu mu"
Ming Xi langsung memeluk sang anak dengan erat
"Anak ku, maafkan Ibunda mu ini nak" ucapnya penuh bahagia saat melihat putra tercintanya tumbuh menjadi remaja yang sangat tampan
Awalnya Yu Lan ragu ragu untuk membalas pelukan wanita itu namun entah kenapa tangannya bergerak dengan sendirinya memeluk Ming Xi
"Ibu.. a- apa benar kau adalah ibu kandung ku?" tanya Yu Lan dengan sedikit terbata
"Iya nak aku adalah Ibunda mu. Aku lah yang melahirkan mu"
Mendengar itu Yu Lan memeluk Ming Xi dengan erat "Kenapa, kenapa ibu membuang ku?hu hu hu" tanyanya sambil menangis
Ming Xi yang mendengar itu menggeleng "Tidak nak, ibu tidak pernah berpikir ingin membuang mu. Tidak ada niat sedikit pun di hati ibu ingin membuang mu"
"Tapi kenapa! Kenapa ibu memberikan aku pada ibu Wei La, kenapa kau malakukan ini?" tanyanya sedih tidak terima dan terharu semua rasa itu bercampur aduk di dalam hatinya
__ADS_1
"Ibunda saat itu tidak berdaya putra ku" sambil membelai pipi Yu Lan
"Nak, saat kau lahir ayahmu Furkada tidak menginginkan mu. Dia berniat ingin melenyapkan mu"
DUAR!!
Bagai tersambar petir saat Ming Xi mengatakan itu
"Yang mulia, anda tidak tahu kebenaran yang sesungguhnya" ucap Kang Fa saat itu sudah sampai di rumah
Ming Xi menatap pria paruh baya itu begitu juga dengan Yu Lan
"Ayah"
"Tuan Kang, apa maksud mu dengan kebenaran? Apakah kau tidak lihat saat itu, dia ingin membunuh Yu Lan ku? Saat itu dia dengan teganya mengambil bayi yang sedang aku susui secara paksa dan rajamu itu mengatakan hal hal yang sangat menyakitkan kepadaku dan putra ku!"
Kang Fa menggeleng, ia memang melihat kejadian itu, namun yang sebenarnya saat itu Furkada melakukan itu karena ada yang memaksa nya .
Sedih karena ia tidak menyangka akan diperlakukan seperti ini oleh orang tuanya sendiri. Terharu karena ia mengetahui kalau ternyata wanita yang ia temui saat itu adalah ibu kandung nya
Marah saat ia tahu bahwa ayahnya lah yang memisahkan dirinya dengan sang ibu.
"Nak, memang benar apa yang dikatakan oleh Ibunda mu. Tapi ada sesuatu hal yang kalian semua tidak sadari"
"Apa itu tuan penasehat, apa kau ingin menyangkal kebenaran jika raja mu tidak menginginkan Yu Lan ku?" Ming Xi tidak percaya akan ucapan sang penasehat. Wanita itu merasa jika Kang Fa menyembunyikan sesuatu.
Saat itu Yu Lan melepaskan genggaman tangannya dari sang ibu
"Nak, apakah kau tidak ingin melihat ku lagi? Apakah kau akan membenci ku hiks~ hiks~"
Mendengar itu Yu Lan menatap Ming Xi
"Aku... aku tidak tahu, harus bagaimana, ibu"
Saat mendengar itu Ming Xi terkejut
"K- kau... k- kau memanggilku apa.. nak tolong ulangi lagi aku mohon" pinta wanita itu
Sambil menatap Ming Xi Yu Lan mengatakan apa yang di minta wanita itu
__ADS_1
"Ibu, maaf kan aku, aku aku tidak bisa menunjukkan bakti ku padamu" ucapnya sambil berlutut di hadapan Ming Xi
Ming Xi yang melihat itu terharu dan mencoba membantu Yu Lan untuk berdiri
"Nak, jangan lakukan ini sayang, ibunda mohon berdiri lah" pinta Ming Xi pada sang anak
Saat itu Yu Lan pun berdiri dan kembali memeluk Ming Xi
"Kau adalah anakku, anakku yang aku sayangi" ucapnya sambil menangis
"Nak kau tahu, Incaru. Kakak mu sangat senang jika dia tahu kau sudah mengetahui kebenaran ini" ucapnya senang
"Jangan ibu" cegah nya
"Kenapa nak, bukankah kakak mu harus tahu akan hal ini?" Ming Xi tidak mengerti mengapa Yu Lan tidak menginginkan Incaru mengetahui nya
"Ibu, menurut ku, sekarang bukan saat nya kakak tahu tentang hal ini" sambil menatap kearah lain
"Ibunda tahu, sekarang kakak sudah menjadi putra mahkota, aku tidak ingin menambah beban pikiran nya, aku. Aku sendiri lah yang akan mengatakannya. Ibunda tenang saja, yang terpenting sekarang aku sudah bersama dengan ibunda tapi.." jedanya
"Ibunda, boleh kah aku tetap tinggal di sini bersama ibu Wei La" Saat itu Wei pun menggeleng
"Nak, kau tidak boleh seperti itu, yang mulia permaisuri adalah ibu kandung mu, sudah seharusnya kau ikut dan mematuhi perintah nya" ucap Wei La meskipun di dalam hati nya tidak rela
"Tak apa Wei, kau lah yang sudah membesarkan nya" sambil menatap sang putra Ming Xi pun kembali berkata. "Jika memang Yu belum siap, biarkan dia tinggal dengan mu"
"Tapi boleh kah Ibunda datang jika ibu kangen dengan mu nak?'"
Yu Lan menggeleng dan itu membuat kedua wanita itu terkejut
"Nak, kenapa?"
Sambil tersenyum Yu Lan menjawab "Ibunda, bukan kau yang datang bertemu dengan ku. Tapi aku lah yang akan merindukan mu dan aku akan setiap hari yang datang untuk bertemu dengan mu"
Dan itu membuat Ming Xi sangat bahagia
"Benarkah nak, kamu akan datang ke istana?" tanya sang ibu memastikan
"Iya Ibunda, tapi jangan anggap aku seorang pangeran. Aku hanya lah putra mu tanpa embel pangeran"
Mendengar permintaan itu mau tidak mau Ming Xi mengangguk "Baik lah nak, jika itu keinginan mu"
__ADS_1