
"Kalau boleh tahu siapa dia, aku benar benar tidak percaya kalau apa yang aku katakan sama dengan orang yang anda maksud kan tadi tuan" Na pNa sangat penasaran
Yu Lan terdiam sejenak "Dia adalah paman sekaligus guru ku, dia yang mengajarkan aku berbagai hal, dan kau tahu dia adalah seorang tabib yang hebat di istana"
Mendengar Yu Lan memuji orang tersebut Na Na mengangguk "Ya dia sangat hebat, aku tahu, lalu bagaimana respon anda saat tahu ternyata beliau berhubungan langsung dengan istana?"
"Aku kagum padanya, tapi saat aku bertanya tentang raja Furkada, beliau seperti nya tidak menyukai nya" jelas Yu Lan
"Kenapa begitu?"
"Entahlah Na, beliau bilang kalau yang mulia Furkada itu raja yang arogan, mau menang sendiri, tidak ingin mendengarkan pendapat orang lain itu lah yang dikatakan oleh paman padaku"
Na Na yang mendengar perkataan pemuda itu mengangguk mengerti
Jadi orang yang bernama Rong itu juga tidak tahu kebenaran yang sesungguhnya, memang tidak bisa di salahkan sih, tapi ini tidak bisa dibiarkan, bagaimana pun aku harus meluruskan ini, tapi bagaimana caranya
Didalam hati Tea Na sedang bergulat dengan mata hatinya berusaha mencari solusi agar Yu Lan dan orang tuanya tidak berselisih paham akibat ketidak jujuran Furkada
"Tuan, bukankah anda pernah bertanya soal siapa saya?"
Yu Lan mengangguk dan Na Na kembali melanjutkan ucapannya "Apakah anda percaya jika saya mengatakan jika bangsa rubah berekor sembilan itu benar adanya?"
Yu Lan terdiam, ia masih ingat jika sang paman pernah mengatakan jika kita semua di lindungi oleh leluhur yang ternyata adalah siluman rubah berekor sembilan
"Dulu guru ku itu pernah cerita tentang siluman rubah berekor sembilan"
"Lalu menurut anda siluman rubah ekor sembilan itu seperti apa?" Na Na berusaha memancing Yu Lan agar mengatakan apa pendapat nya tentang rubah ekor sembilan itu
Dengan begitu ia bisa mempertimbangkan harus jujur sekarang atau nanti di waktu yang tepat.
__ADS_1
"Em, menurut guru Rong kalau siluman rubah itu adalah siluman yang sangat baik, karena waktu itu guru Rong bilang temannya siluman serigala saja sangat tunduk pada raja Gou"
Sambil menatap Na Na "Kau tahu sebenarnya aku sangat penasaran dengan mereka, apakah aku bisa bertemu mereka?"
Mendengar jika Yu Lan sangat ingin bertemu dengan siluman rubah, membuat Tea Na tersenyum
"Apakah anda tidak takut pada mereka tuan? Kau pasti tahu, bahwa siluman seperti rubah atau serigala itu bisa saja memangsa manusia kan?"
Yu Lan tersenyum "Aku tidak berpikir seperti itu, paman bilang, jika kita baik mereka juga akan baik dengan kita, lagi pula paman bisa bersahabat dengan sang pemimpin kenapa aku tidak?"
Tea Na kagum dengan pemuda itu, sebenarnya Yu Lan sangat cerdas dan sangat bijaksana dalam bersikap, tapi karena perilaku sang ayah yang tidak adil dalam hidup nya membuat hatinya dingin bagaikan es.
Tapi, sepertinya hatinya kini mulai mencair karena seorang gadis bernama Na Na/Tea Na lah yang memberikan sedikit demi sedikit kegembiraan di hati pemuda itu.
Sedangkan tidak jauh dari mereka sedang berbincang nenek Kwan tersenyum melihat kedekatan keduanya
"Benar apa yang anda katakan yang mulia, kalau Na Na tidak salah pilih kali ini, Yu Lan adalah pemuda yang sangat baik. Bahkan sepertinya jika seandainya Tea Na mengatakan yang sebenarnya pada Yu Lan, aku yakin pemuda tampan itu akan menerima wujud putri kita apa adanya"
"Kau benar permaisuri ku, dia pemuda yang baik"
Mereka berbicara lewat mata batin, jadi bagi manusia biasa yang melihat hanya seorang perempuan tua yang sedang mengkhayal sambil menatap langit.
💫💫💫💫💫💫
Sedangkan di kerajaan saat ini Ming Xi masih tetap sama, masih menangisi Yu Lan yang pergi menghilang tanpa jejak
"Putra ku, kau dimana nak kenapa kau tak kunjung pulang hiks~" para dayang yang mendengar itu. pun hati seakan teriris
"Kasihan sekali yang mulia permaisuri Ming Xi beliau tidak ada hentinya menangis berharap yang mulia pangeran kembali"
__ADS_1
"Kau benar, tapi sebenarnya kemana yang mulia perginya, kenapa para prajurit bahkan katanya mata mata kerajaan pun tidak sanggup menemukan yang mulia"
Sedangkan saat ini Na Na yang melihat itu sangat sedih dia tidak tega melihat seorang wanita apa lagi dia adalah seorang ibu.
"Tuan, kau tahu apa yang aku lihat saat ini?"
Yu Lan mengerinyit "Kau melihat sesuatu, apa? Dan kenapa aku tidak melihat nya" ia sangat bingung dengan apa yang di ucapkan oleh gadis nya ini
"Tuan, kau tidak akan bisa melihat nya, karena ada kebencian di hatimu, ya aku tahu kebencian mu sangat beralasan, tapi jika kau tahu alasan ayah anda melakukan ini, mungkin anda akan memakluminya"
Mendengar itu Yu Lan semakin dibuat penasaran sosok Na Na "Jadi?" sambil menatap Na Na
"Siapa kau sebenarnya?"
"Menurut mu aku siapa tuan?" Na Na berbalik bertanya
"Bagi ku kau gadis yang spesial kau bisa mengetahui masa lalu ku dengan benar dan tepat"
Na Na menggeleng "Tuan,. sebenarnya aku ingin mengatakan yang sebenarnya tapi..." Na Na terdiam ada rasa ragu dihati gadis itu
"Na Na siapa kau sebenarnya, kenapa aku merasa kau bukan orang sembarangan. Kau memiliki sebuah kekuatan"
"Tuan, boleh kah aku bertanya sesuatu?" Na Na tiba tiba bertanya
"Tanya lah"
"Apakah kau sudah memiliki seorang kekasih?"
Mendengar pertanyaan itu Yu Lan terdiam. Namun batinnya kini bingung
__ADS_1
Harus kah aku jujur padanya akan perasaan ku? Tapi apakah dia mau menerima ku yang sudah tidak memiliki gelar lagi
Akankah mereka jujur satu lama lain??