Pangeran Dingin & Siluman Rubah

Pangeran Dingin & Siluman Rubah
Kebenaran Pahit Yang harus di Terima


__ADS_3

Mendengar ucapan dari Yu, Wei La terkejut


"Apa maksud mu nak, apa kau tidak ingin tahu siapa ibu kandung mu yang sesungguhnya?"


Yu Lan menatap ke arah lain "Untuk apa ibu, apa ibu sudah tidak menyayangi ku lagi?"


Wei menggeleng cepat "Bukan begitu nak, hanya saja..."


Sambil menatap sang ibu "Hanya saja apa ibu, apa ibu akan berubah kepada ku?"


"Tidak nak, ibu tidak akan melakukan nya, ibu tidak mau kamu pergi dari ibu" Wei La memeluk sang anak


Sedangkan di lain tempat tepatnya di istana Kang Fa sedang berbicara dengan Furkada


"Selamat yang mulia, akhirnya keinginan anda untuk menjadi kan pangeran Incaru sebagai putra mahkota"


Mendengar ucapan selamat itu Furkada menatap tajam sang penasehat


"Apa maksud ucapan selamat ini haah, apakah kau ingin meledekku?"


"Meledek, saya tidak berani yang mulia, saya benar benar mengucapkan selamat pada anda dengan tulus" ucap Kang Fa


Saat itu sang perdana menteri Bong Lu ada di sana dan langsung menyela


"Dengar ini penasehat, kau itu tidak usah merusak suasana hati yang mulia, seharusnya kau ikut senang dengan naiknya yang mulia pangeran Incaru sebagai calon raja kita selanjutnya"


Dengan santainya Kang Fa menjawab


"Apakah kau tidak dengar tuan, aku mengucapkan selamat pada yang mulia karena acara penobatan pangeran Incaru berjalan dengan lancar"


Saat itu Kang Fa mencoba memberikan kode pada sang raja agar bisa berbicara berdua dengan nya


Sedangkan Bong Lu yang mendengar ucapan dari Kang Fa membuang muka

__ADS_1


"Yang mulia kalau begitu saya undur diri dulu" ucapnya sambil membungkuk


Furkada mengangguk dan mempersilahkan Bong Lu pergi


"Yang mulia ingat pesan mu saat itu, kau harus menepati janji mu" setelah mengatakan itu Bong Lu pergi.


Sepeninggal Bong Lu, Kang Fa pun mendekat sang raja


"Yang mulia, apa maksud ucapan Bong, janji? Janji apa yang anda janjikan pada orang licik seperti nya?"


Sambil menatap pria seumuran dengan nya


"Bagaimana keadaan Yu Lan, apakah dia hidup dengan baik?" mencoba mengalihkan pembicaraan


"Yang mulia tenang saja, pangeran hidup dengan baik, tapi .." Kang Fa seakan ragu dengan ucapan nya


"Ada apa Kang, apakah terjadi sesuatu pada anak itu?" khawatir


"Hm, begini yang mulia, pangeran..." seakan sulit sekali ia ingin mengatakan yang sebenarnya


"Apakah ada yang kau sembunyikan Kang?"


"Yang mulia, pangeran Yu mengetahui jika aku bukan ayah kandungnya"


Degh


Mendengar ucapan itu Furkada terkejut bukan main


"Kenapa dia sampai bisa tahu, apakah kau tidak bisa menjaga rahasia ini?" ucapnya marah


Saat itu seorang wanita yang mendengar itu langsung menghampiri Kang Fa


"Tuan penasehat, apa benar Yu Lan ku mengetahui kebenaran ini, lalu bagaimana reaksinya?"

__ADS_1


"Yang mulia permaisuri, beliau... beliau sangat marah dan menerima ini"


"Yu Lan, maafkan Ibunda nak" ucap wanita itu sedih


Sedangkan Furkada yang mendengar itu


"Kenapa kau bersedih permaisuri! Apa kau berniat membawa nya masuk ke dalam istana?"


Ming Xi menatap tajam suami nya itu


"Yang mulia, selama ini aku diam, karena kau meminta tuan Kang yang mengasuhnya dan aku" jeda nya


"Aku berusaha untuk tidak terlalu menanyakan soal kabarnya, dan sekarang saat aku tahu Yu Lan mengetahui kebenaran nya. Kebenaran tentang siapa orang tua sesungguhnya, apakah aku akan tetap diam seperti mu, Tidak! aku akan mengatakan yang sebenarnya jika aku adalah ibu kandung nya"


"Dan aku yakin anak itu tidak mudah menerima mu" sela Furkada cepat


Sedangkan Kang Fa yang mendengar perdebatan itu hanya diam


Maafkan kami yang mulia permaisuri harus membohongi mu, yang mulia Furkada terpaksa bersikap seperti demi melindungi pangeran Yu Lan, dia juga terpaksa mengumpulkan pangeran Incaru agar beliau bisa membuka niat asli perdana menteri yang licik itu . Maaf maafkan kami yang mulia


Sambil menatap sang. permaisuri yang sangat marah besar dengan sikap yang di tunjukkan Furkada


"Yang mulia, saya mohon tenang lah" ucap Kang


"Tuan penasehat, apa yang kau katakan sekarang Yu Lan mengetahui kebenaran, a- aku takut Yu Lan ku.. hiks hiks" sambil terisak


"Saya tahu ini tidak mudah yang mulia, tapi saya janji pangeran akan menerima anda sebagai Ibunda nya"


Sedangkan Yu Lan saat ini sedang membaca sebuah buku dan saat itu sang ibu Wei La menatap dengan sendu


"Apakah kamu akan meninggalkan ibu nak"


Dan ternyata ucapan lirih itu di dengar oleh anak iru

__ADS_1


"Ibu, meskipun aku adalah anak seorang raja, tapi ibuku hanya satu yaitu kau"


Degh!


__ADS_2