
Mi Ya terkejut mendengar ucapan tuan Li, apa maksud nya ini? Bukankah dia bilang jika ini hanyalah bohongan kenapa tuan Li seakan mempermainkan nya. Apakah ini bentuk hukuman yang harus di terima oleh nya karena perbuatan sang ayah.
"A apa yang anda katakan tuan? B bukankah kau b bilang jika ini hanyalah tipuan belaka?" jawab Mi Ya
Sambil mengurung Mi Ya dalam kukungannya
"Itukah yang kau pikirkan?"
Mi Ya tidak berani menatap sang pemimpin "Lalu, kenapa tadi malam kau pergi keluar?"
"B bukankah anda menyuruh saya pergi?"
Tuan pemimpin tersenyum menyeringai "Memang, tapi aku memintamu untuk pergi ke kamar bukan keluar dan aku lihat kau seperti cemburu"
Saat itu juga Mi Ya memberanikan diri mendorong tubuh sang pemimpin "Tuan cepat lah pakai pakaian mu"
Setelah mengatakan itu Mi Ya pun pergi dan saat itu seorang perempuan tua tersenyum "Ternyata dugaanku benar gadis itu lah yang akan mengubah Li"
Setelah itu dia pun pergi dan tidak jauh seorang gadis menatap tidak suka kearah di mana Sang pemimpin
"Akan ku buat mereka salah paham kalau bisa tuan Li lah yang membunuh gadis itu" setelah itu gadis yang tak lain adalah Ah Ya pun pergi
Sang pemimpin melirik kearah di mana Ah Ya tadi menguping pembicaraan nya dengan Mi Ya
"Coba saja kalau kau bisa, dan di saat itu juga kau akan menyesal akan perbuatan mu Ah Ya"
Saat ini Mi Ya sedang memasak makanan tentu saja untuk tuan pemimpin dan di sana ada seorang gadis menatap tidak suka
"Heh, lihat gadis ini, sudah berani mengambil tempat yang seharusnya milikku"
Mendengar itu kebetulan ada seorang pelayan yang memang ditugaskan di sana menatap heran
"Ah Ya, kau itu memang tidak bisa berubah ya, apa salah dia, kalau memang nona ini adalah jodoh untuk tuan besar toh dia baik hati tidak seperti mu sombong!"
Mendengar sindiran dari orang itu membuat Ah Ya sangat geram "Apa yang kau katakan haah, Sisil! Kau tahu perempuan itu adalah ******! Dia merebut apa yang harus nya menjadi milikku!"
Mendengar itu gadis yang yang dipanggil Sisil itu tersenyum remeh "Setahu ku tuan Li itu tidak bisa di dekati oleh sembarang wanita dan yang aku ketahui. tuan menganggap mu hanya sebagai pelayan. Tidak lebih"
Sedangkan Mi Ya yang mendengar perdebatan itu hanya diam, namun tangan nya tetap bekerja, sesekali dia melerai agar sahabat baru nya itu tidak meladeni Ah Ya lagi
"Sudah lah Sisil, biarkan saja, toh nanti dia akan diam sendiri"
"Tapi Mi Ya orang seperti dia itu tidak bisa dibiarkan, kau jangan diam saja saat dia menghina mu" ucap gadis itu marah marah
Mendengar itu Mi Ya lebih baik mengiyakan "Baik baik aku akan menuruti apa yang kamu inginkan. Tapi hentikan dulu marah mu itu"
Sisil menatap tajam Ah Ya "Ingat ini, jangan pernah kau menyakiti Mi Ya lagi, kalau ini sampai terjadi aku akan membuat mu tidak bisa bicara. Lebih baik kau keluar bukankah kau tidak bekerja untuk tuan besar kan? Sekarang keluar!" usir Sisil
Sedangkan Sang Pemimpin tersenyum
Bagus Sisil, setidaknya saat aku tidak ada kau berguna untuk Mi Ya
Setelah memastikan Mi Ya baik baik saja sang pemimpin pun menghilang
Saat ini tuan Li sedang berusaha menghindari gadis yang sudah 1 tahun menjadi pelayan nya itu. Karena bagi nya ada sebuah kesalahan yaitu cinta
__ADS_1
"Apa aku berhak merasakan perasaan ini, apa lagi pada gadis manusia seperti nya"
Saat itu di atas langit ada sosok yang sedang tersenyum kearah nya "Astaga pria ini, sampai menghindari gadis polos seperti Mi Ya hanya karena seorang Li jatuh cinta?" sambil menggeleng pelan
"Dari pada kau uring uringan seperti itu, lebih baik katakan saja yang sebenarnya"
Mendengar ucapan dari orang itu membuat sang pemimpin menatap terkejut
"Kau! S sejak kapan di sana Gou?"
Mendengar itu Gou Ki kini tepat berada di samping nya
"Sejak kau mulai ada rasa dengan gadis itu. Kalau kau menyukai nya kenapa kau tidak jujur saja"
"K kau kenapa kau selalu muncul tiba tiba haah? Apakah raja seperti mu ini tidak punya pekerjaan ya?" Li tidak habis pikir dengan sahabat nya satu ini kenapa iseng sekali
"Dengar ya Li, aku juga pernah merasakan apa yang kau rasakan tapi kami sama sama siluman rubah jadi tidak terlalu ada kendala. Tapi menurutku jangan menghindari perasaan yang suci seperti cinta, karena aku yakin gadis itu juga memiliki perasaan yang sama dengan mu"
Mendengar itu Sang pemimpin Li terdiam memang pada saat malam itu terlihat sekali jika Mi Ya cemburu saat dia bersama Ah Ya.
"Apa lagi yang kau pikirkan, cepat katakan saja sejujurnya pada gadis itu, aku yakin dia sangat berbeda dengan ayahnya yang punya ambisi itu" jelas Gou.
Saat ini Mi Ya sedang berada di ruangan guna membersihkan ruangan itu namun saat sedang mengerjakan sesuatu tiba tiba seseorang menyeringai tidak jauh dari tempat tersebut
"Sekarang lah waktu nya, kau akan ku buat kau cacat!" setelah mengatakan itu, sosok yang tidak lain adalah Ah Ya
Saat ini ia membawa sebuah cairan yang ternyata cairan itu sangat berbahaya
"Mi Ya! Rasakan ini!"
syuutttt!!
Bruukk
"AAAKKKHH PANAS! pekiknya
gadis itu langsung menyiram kan cairan itu namun tiba tiba ada yang melempar kan panah dan otomatis cairan itu tidak mengenai Mi Ya, tapi cairan itu terkena tangan si pembawa
Sedangkan Mi Ya terjatuh bersamaan dengan Ah Ya namun ia bersyukur karena tidak terkena air itu
"Aduh shhh sakit" ucapnya. tidak lama seorang pria datang "Apa kamu tidak apa apa?"
Mendengar suara itu Mi Ya menatap terkejut
"A anda"
Sedangkan Ah Ya kini berteriak kesakitan
"Tuan! tuan tolong sayaaa"
Namun orang itu bukan nya menolong Ah Ya tetapi malah menolong Mi Ya dengan menggendong gadis itu
"T tuan apa yang anda lakukan" sedangkan Li tidak memperdulikan protesan gadis itu
__ADS_1
"Tuan, aku tidak apa, seharusnya anda menolong Ah Ya" ucapnya pelan tidak berani menatap pria itu
"Apakah aku harus melakukan nya, menolong orang yang hendak menyakiti istri ku?"
Mendengar kata istri ku membuat Mi Ya tersipu
"Kenapa anda memanggil saya dengan itu, bukankah kita ini hanya lah sebatas pelayan dan majikan"
"Apakah kau begitu membenci ku Mi Ya?" tanya pria itu sambil menatap gadis yang masih dalam gendongan nya
Mi Ya pun menatap mata Li dan dengan tatapan mereka yang saling bertemu
"Seharusnya saya yang bertanya seperti itu tuan"
Li yang mendengar itu mengerinyit bingung
"Apa maksud mu, apa selama ini kau mengira aku membenci mu?"
Mi Ya mengangguk pelan mendengar jawaban dari gadis itu tiba tiba
"Hahaha hahaha" meledak lah tawa Li. dan itu membuat Mi Ya bingung
"Ada apa tuan, apakah ada yang lucu?"
"Tidak, tidak ada, aku hanya merasa kau itu salah sangka Mi Ya"
Saat ini mereka ada di sebuah taman yang begitu indah dan Li menurunkan Mi Ya dan di samping nya Li berlutut
"Kau benar benar tidak apa kan?" tanyanya lagi
Mi Ya tersenyum "Anda tenang saja saya baik baik"
Mendengar itu Li pun bernafas lega
"Tapi bagaimana anda bisa tahu jika nona Ah Ya akan melukai ku?" penasaran
"Kau tahu Mi Ya, saat kau meminta ku untuk memaafkannya kan?"
Mi Ya mengangguk "Dia sudah merencanakan sesuatu terhadap kita"
"Maksud anda nona Ah Ya tidak benar benar menyesali perbuatannya?"
Li mengangguk "Ya dia berambisi ingin membunuh mu"
Mendengar itu Mi Ya sangat terkejut "A apa"
"Maka dari itu aku selalu mengawasi gerak gerik nya dan ya, saat aku menemuinya dan di sana aku tahu kau melihat ku dengan nya"
Mi Ya menunduk "Jadi anda tahu jika saya juga ada di sana"
Li kembali mengangguk
Mi Ya pun kembali menunduk "Apakah anda memang memiliki hubungan dengan nona Ah Ya?"
Mendengar iru membuat pria itu tersenyum
__ADS_1
Apa jawaban yang akan di berikan Li??