Pangeran Dingin & Siluman Rubah

Pangeran Dingin & Siluman Rubah
Keinginan Furkada


__ADS_3

Hujan masih saja lebat dan itu membuat Wei La sangat khawatir "Suamiku kemana Yu, kenapa sampai sekarang belum pulang"


"Sabar lah Wei, mungkin dia sedang berteduh di suatu tempat" Kang Fa mencoba menenangkan sang istri


Sedangkan di istana Ming Xi juga merasa hal yang sama dia juga sangat khawatir karena dia mendengar dari para dayang jika. putra nya Incaru keluar istana seorang diri


"Kenapa kalian membiarkan putra ku pergi seorang diri, seharusnya kalian tidak membiarkan ini terjadi" ucap sang raja sangat marah.


"Maafkan kami yang mulia, karena pada saat itu yang mulia pangeran mahkota menghalangi kami mengikuti nya, jadi ..."


Ucapan salah satu pengawal terputus .


"Jadi kalian takut pada Incaru? Aku tahu dia adalah putra mahkota negeri ini, tapi seharusnya kalian tahu keselamatan nya itu lebih penting. Lihat kalau begini mau cari kemana dia!"


Dengan perasaan bersalah para pengawal menunduk dan terus meminta maaf pada Furkada


"Sekali lagi maafkan kami yang mulia, kami lalai dalam menjalankan tugas"


Tidak lama seseorang datang dalam keadaan basah kuyup


Tap


tap


"Kun Ja, kenapa kau jadi basah kuyup begini?"


Lelaki yang di panggil Kun Ja itu langsung membungkuk hormat


"Yang mulia, saya ingin memberitahu kan kepada anda kalau yang mulia pangeran Incaru sekarang berada di tempat yang aman"


Mendengar ucapan dari Kun Ja, Ming Xi bergegas menghampiri "Dimana putra ku Incaru dan kenapa dia tidak pulang bersama mu tuan Kun?"

__ADS_1


Sang raja juga memiliki pertanyaan yang. sama mengapa putra nya tidak ikut pulang bersama nya


"Kun Ja katakan, di mana Incaru dan kenapa kau membiarkan nya?"


"Maafkan hamba yang mulia, saya tidak bermaksud membiarkan yang mulia seorang diri namun beliau lah yang menolak keberadaan. Saat itu beliau begitu bahagia saat melihat seorang pemuda kira kira umurnya sekitar 18 tahun keluar dari rumah tuan penasehat"


Degh


Mendengar ucapan dari sang pengawal membuat hati Ming Xi berdetak kencang, siapa lagi pemuda yang dimaksud kalau bukan putra bungsu nya Yu Lan


Kun Ja melanjutkan ucapannya "Saya saat itu bertanya pada yang mulia, mengapa anda tersenyum saat melihat pemuda itu? Lalu beliau menjawab"


"Kau tahu dia adalah adikku Yu Lan, itu lah yang beliau katakan" jelas Kun Ja


"Jadi sekarang Incaru bersama anak itu?" tanya sang raja dengan nada tidak suka


"Benar yang mulia"


Dengan tatapan tajam Furkada marah luar biasa


"Yang mulia, dia adalah kakak Yu Lan, sudah pasti dia akan melakukan segala macam cara agar. bisa bertemu. Aku mohon mengerti lah" ucap sang permaisuri


"Bisakah, kau yang mengerti suami mu ini Ming Xi! Kau tahu aku tidak ingin Incaru tahu soal anak itu"


Ming Xi tidak percaya akan ucapan sang raja


"Yang mulia! bisakah anda menurunkan sedikit ego anda!"


Ucapan keras itu terlontar oleh sang permaisuri dan itu membuat Furkada langsung menatap wanita itu dengan pandangan terkejut


"Permaisuri! Kau tahu aku....." ucapan nya terhenti kala ia ingat jika istri nya ini tidak boleh tahu

__ADS_1


Dengan tatapan terkejut dan juga bertanya


"Kenapa yang mulia, kenapa kau berhenti? Apakah kau akan bilang ini semua demi Incaru?"


Furkada terdiam, dengan tatapan yang mengarah ke tempat lain Furkada seperti nya belum mau mengatakan yang sebenarnya.


"Kau tahu yang mulia, dengan kau memperlakukan Incaru seperti ini. Tidak membuat nya bahagia, kau malah memberikan dia tekanan"


Ming Xi menghampiri sang suami dan itu membuat Kun Ja yang sejak tadi seperti penonton yang masih setia di sana pun diam saja.


"Yang mulia aku mohon, berikan Incaru sedikit kebebasan, biarkan dia lebih dekat dengan adiknya"


Furkada terdiam hati nya begitu sakit, ia juga ingin bertemu dengan putra bungsu nya namun keadaan lah yang memaksa nya berbuat seperti ini.


"Yang mulia kau tahu, aku sangat bahagia walaupun aku tidak bisa memeluk putra ku itu, tapi saat aku tahu Incaru bisa bertemu dengan Yu Lan ku membuat ku sangat bahagia"


Sedangkan ditempat lain yaitu di rumah kosong mereka berdua Yu Lan dan Incaru sedang duduk berdua


"Hujan nya begitu lebat haah~ pasti ibu khawatir saat ini"


Mendengar itu Incaru menatap "Kau benar, tapi mau bagaimana lagi hujan tidak kunjung mereda"


"Yu, apa aku boleh bertanya sesuatu m?"


Yu Lan menjawab dengan mengangguk kan kepala


"Apakah kau memiliki seorang adik?"


"Tidak kak, aku putra tunggal, tapi" Yu Lan menjeda ucapannya sambil menunduk


Melihat kesedihan dari raut wajah sang adik membuat Incaru kembali bertanya

__ADS_1


"Ada apa Yu, katakan saja, kau bisa berkeluh kesah padaku, bukannya kau menganggap ku kakak mu jadi kau tidak perlu sungkan dan ragu. Aku janji tidak akan mengatakan nya pada siapa pun"


Yu Lan yang mendengar itu menatap nya dengan pandangan tidak percaya


__ADS_2