
Saat ini Shin Tang bersama dengan sang raja sedang menunggu sang mata mata seperti biasa wanita itu mondar mandir seperti setrika karena gelisah dan itu membuat para dayang pun menatap mengikuti sang permaisuri dan itu membuat Gou tersenyum
"Apa yang membuat permaisuri ku yang cantik ini gelisah hm?"
Shin Tang pun menoleh dan menunduk
"Yang mulia, saya sedang gelisah, anda tahu saya meminta Lut Sa untuk mencari tahu apa benar jika Tian Qing ingin melawan anda lewat manusia yang bernama Wan Ha itu?"
Dengan santainya Gou pun menjawab "Kalau benar juga tidak apa sayang"
Dengan tatapan terkejut Shin Tang pun menatap suaminya itu "Suami ku, apakah kau tidak khawatir?"
Sambil membelai kepala istri kesayangan nya itu Gou pun berkata "Sayang, khawatir itu pasti, tapi jangan lah berlebihan ya"
Tidak lama Lut Sa pun muncul dan dia langsung membungkuk hormat
"Yang mulia, tuan pemimpin " ucapnya
Keduanya mengangguk dan kini Lut Sa pun menarik tangan Shin Tang
"Yang mulia maaf aku pinjam istri mu dulu sebentar saja" dan itu membuat Gou menggeleng pelan sedangkan Sang pemimpin mendekat kearah Gou
"Ada apa dengan mereka berdua? Apa mereka lagi bergosip ya?"
"Iya bergosip, kau tahu Li, Tian Qing, akan menikah dengan manusia"
"Apa! Menikah?"
Gou mengangguk "Benar, dan kemungkinan bisa saja kan kalau dengan dendam gadis bernama Kanti itu meningkatkan kekuatan Tian Qing"
"Dan kau mengatakan ini dengan tenang" Li tidak habis pikir sahabat nya tidak ada takut takut nya.
"Lalu aku harus bagaimana, apakah aku.harus bersembunyi, itu tidak mungkin kan, suatu saat mau tidak mau jika dia memang mengibarkan bendera perang mau tidak mau harus dihadapi"
Saat itu Lut Sa dan Shin Tang sedang duduk di sebuah tempat dsn tempat itu lumayan sunyi
"Kau tahu Shin, aku tadi mendengar pembicaraan Tian dan Wah Ha"
"Lalu, apa yang mereka bicarakan "Mereka berencana menggunakan manusia untuk menekan suami mu"
Shin Tang yang mendengar itu terkejut
"Apa! Lut Sa, kau tidak bercanda kan?"
"Untuk apa aku bercanda, Wan Ha seperti nya punya dendam dengan yang mulia Furkada atau lebih tepatnya Ming Xi, bukankah dia sekarang dia menjadi putri mahkota?"
Shin Tang mengangguk "Iya dia bilang kalau yang mulia raja dan ibu suri Ter Wa memilih nya"
"Tapi aku yakin Tian Qing memiliki niat lain, heh mereka memang pasangan cocok" ucap Lut Sa
Saat itu Shin Tang menatap kearah sang suami yang kini malah tertawa dengan sang pemimpin.
__ADS_1
Tidak jauh dari tempat itu Tea Na bukannya bermain namun gadis manis itu terus memperhatikan sang ibu
"Pasti ada yang tidak dengan ibunda, tidak mungkin beliau sepanik itu" gumam nya
Saat itu seorang dayang menyentuh tangan nya
"Putri ada apa, kenapa sejak tadi hamba perhatikan anda terus menatap kearah sana, ada apa tuan putri?"
"Alin, kau gunakan mata batin mu, apa benar terjadi masalah, apakah yang ku lihat tadi itu yang akan terjadi?"
"Jika boleh hamba tahu, memang apa. yang putri lihat?"
"Aku melihat seorang wanita dengan pakaian hitam seperti nya memiliki aura yang sangat jahat. Dia seperti nya memiliki dendam kesumat dengan putri mahkota Ming Xi, eh maksud ku bibi Ming Xi"
Alin tersenyum "Putri tahu, kalau boleh jujur aku memiliki sebuah firasat"
Tea Na mengerutkan dahi "Firasat, firasat apa?"
Alin memejamkan mata dan tidak lama ia melihat dua orang bergandengan tangan di mana salah satu mirip sekali dengan sang putri Tea Na
Tanpa sadar Alin tersenyum dan itu membuat Tea Na bertanya tanya
Apa yang dia lihat, kenapa dia tersenyum seperti itu
Tidak lama Alin pun membuka matanya, Tea Na pun memulai aksinya bertanya
"Tidak putri, hamba melihat sebuah kebahagiaan dan kebahagiaan ini untuk anda"
"Untuk ku? Kebahagiaan?"
Alin mengangguk "Benar putri"
"Alin, kau tahu aku sudah bahagia bersama dengan ayah dan ibunda ku, memang nya apa ada lagi?"
Alin menggeleng ia sangat gemas dengan tuan putri ini, ia tahu kalau kebahagiaan yamg sesungguhnya akan datang pada saat dia beranjak dewasa
"Putri setiap orang akan meraih kebahagiaan dengan cara yang berbeda, dengan bersama orang tua itu sudah pasti, tapi kita pasti nya memiliki pasangan hidup dan pasangan kita lah yang nantinya akan melengkapi kebahagiaan kita"
Tea Na memang masih remaja saat itu tentu belum mengerti apa yang dikatakan oleh Alin sang dayang
"Nanti jika anda sudah dewasa, anda akan mengerti"
Tea Na mengangguk, gadis itu tiba-tiba memejamkan mata lagi dan saat itu ia melihat
Seorang wanita sedang di rias dengan secantik mungkin.
"Yang mulia anda sangat cantik" puji sang perias
"Kau bisa saja, kau tahu aku merasa kurang percaya diri"
__ADS_1
Sang perias dan para dayang tersenyum "Tidak salah ibu suri dan raja Sarta memilihnya , beliau sangat rendah hati" bisik para dayang
Sedangkan saat ini sang ibu suri sedang bersiap menuju aula istana untuk menyambut putri mahkota Ming Xi
...
...Ibu suri Ter Wa...
...
"Apa semua persiapan sudah siap?"
"Sudah yang mulia" jawab salah satu dayang
Saat itu sang Furkada sedang di kediaman nya, meskipun intensitas pertemuan nya dengan Ming Xi terbatas, namun dia sangat senang wanita yang dia cintai telah menjadi putri mahkota nya
"Akhirnya kau menjadi putri mahkota ku Ming Xi" saat itu sang pengawal pribadi nya tersenyum samar
"Apakah anda bahagia yang mulia,?"
Mendengar itu Furkada tersenyum "Kau tahu,. ini adalah pertama kalinya aku merasa bahagia"
Sang pengawal pun ikut tersenyum "Yang mulia, apakah anda akan melihat sambutan ibu suri agung dan yang mulia pada yang mulia putri mahkota?"
"Tentu saja" setelah mengatakan itu putra mahkota kembali berjalan jalan jalan dan di aula ternyata sudah ada permaisuri Hun dan raja Sarta sudah turut hadir. Tidak lama terdengar sebuah suara
Yang mulia ibu suri Ter Wa tiba!"
Semua orang bahkan putri mahkota Ming Xi sudah ada di sana ikut membungkuk saat sang ibu suri datang
"Untuk hari ini adalah hari yang membahagiakan" sambil menatap putri mahkota yang tersenyum malu
Sang raja kembali berkata "Hari adalah hari di mana putri Ming Xi, di nobatkan menjadi putri mahkota calon permaisuri kerajaan api"
Saat itu Ming Xi pun maju ke depan dan tidak lama seorang dayang membawa sebuah plakat atau simbol bahwa dia di terima di kerajaan api
"Semoga kau menjalankan nya dengan baik putri mahkota Xi" ucap sang ibu suri"
Ming Xi mengangguk sambil tersenyum "Saya akan ingat pesan yang mulia ibu suri didalam hati saya" sambil menerima plakat itu
Saat itu sang permaisuri pun tersenyum sambil berkata "Jadi lah diri mu sendiri ya sayang dan anggap aku ibu mu, kau bisa berkeluh kesah dengan ku"
Ming Xi mengangguk "Baik ibunda" setelah mengatakan itu putri mahkota Ming Xi duduk berdampingan dengan permaisuri Hun
Jamuan pun di mulai dan saat itu sang putra mahkota pun datang namun dia tidak masuk, karena Ming Xi bersama ibunya
"Aku tidak menyangka Xisi, membuat Ibunda senang"
__ADS_1
"Yang mulia, apakah anda akan mampir ke kediaman yang mulia putri mahkota?"