
"Aku adalah orang yang akan membawa kakak mu pergi" ucapnya datar
Mendengar itu membuat gadis manis itu geram
"Apa yang kau katakan haah! Berani nya kau ingin membawa kakak ku!"
Saat Lea Fa hendak menyerang Yu Lan Tea Na langsung menghentikan nya
"Lea! Pangeran! Sudah jangan hentikan!"
Mendengar itu Lea Fa langsung menatap ke arah sang kakak "A apa yang kakak katakan, dia. Adalah pangeran?"
Lalu Lea Fa menatap pemuda yang kini menatap datar ke arah nya
"Dia pangeran kak? mana mungkin?"
Mendengar itu Tea Na bingung dan sekaligus tidak enak kepada sang pangeran
"Tuan, maafkan adikku, dia tidak tahu jika kau adalah..." ucapannya terputus saat
"Na, bukankah aku sudah bilang, aku sudah membuang jauh gelar itu, jangan panggil aku dengan sebutan itu"
Lea Fa yang melihat itu tiba tiba memejamkan mata dan saa itu ia melihat siapa Yu Lan yang sebenarnya nya
Yang gadis itu lihat adalah seorang pemuda dengan pakaian kerajaan dan di sampingnya seorang gadis cantik yang tidak lain adalah sang kakak Tea Na
"Jadi anda adalah pangeran mahkota yang sebenarnya"
Degh
Yu Lan terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh
"K kau, apa yang kau bilang a aku pangeran mahkota?"
Lea Fa dengan polos mengangguk
"Iya anda adalah pangeran mahkota, apakah anda tidak tahu?"
Yu Lan langsung menatap Tea Na
"Na, waktu itu kau juga mengatakan yang sama kepada ku. Jadi ini benar?"
Tea Na tersenyum lalu mengangguk
"Tapi kak kenapa dia bisa ada di hutan ini bersama kakak?"
__ADS_1
Namun bukannya menjawab Tea Na malah balik bertanya pada sang adik
"Seharusnya kakak yang bertanya begitu pada mu, kenapa kau bisa ada di hutan ini?"
"Hehehe, aku hanya penasaran saja" ucapnya sambil tertawa
"Penasaran, apa yang membuat mu penasaran Lea?" heran dengan tingkah laku sang adik yang tidak seperti biasanya
"Tunggu, kok pipi mu merona?"
Mendengar itu Lea Fa menunduk "Aku ingin bertemu dengan seseorang kak, sekaligus memastikan saja" ucapnya pelan
Mendengar itu membuat Tea Na tersenyum dan mengelus rambut sang adik
"Jika kamu, penasaran dengan dia, kamu tidak bisa berada di sini, kau tahu kan di sini adalah hutan terlarang, dia berada di luar hutan ini, datangi saja ke sana, ayahanda juga ada di sana"
Sambil menatap penuh tanya "Jadi ayahanda ada di dunia manusia, dan meninggalkan aku sendirian, waktu itu beliau tidak memperbolehkan aku turun ke dunia manusia, eh ternyata beliau sekarang sudah ada di kerajaan sahabat nya"
"Ya sudah kalau begitu Lea pergi dulu" lalu menatap Yu Lan
"Eh, tuan muda, jaga kakak ku dengan baik. Jangan sampai membuat nya sedih atau pun terluka"
Tea Na yang melihat itu pun "Lea kamu jangan seperti itu" tegur Tea Na
Yu Lan pun menyentuh pundak Tea Na
Sedangkan di luar hutan Lea Fa terus menyusuri hutan dan tidak lama ia melihat rombongan para prajurit
"Yang mulia saya dengar prajurit baru yang bernama Harda juga menghilang"
Benarkah?"
"Benar yang mulia" ucap salah satu prajurit
"Bukankah Yu Lan pergi bersama dengan Harda" gumamnya pelan
Sedangkan dari arah belakang Lea Fa menatap penuh tanya "Sebenarnya siapa yang pria itu cari?"
Tiba tiba terdengar suara
"Aaakkkk tooloooongg!!"
Seorang gadis terjatuh dan masuki sebuah jurang dan mendengar suara teriakkan itu Incaru pun langsung berlari dan itu membuat para prajurit ikut berlari
"Suara itu berasal dari arah jurang"
Saat itu wang yang kebetulan adalah pengawal pribadi nya pun bertanya
__ADS_1
"Yang mulia, ada apa, kenapa anda berlari menuju jurang?"
"Aku tidak bisa menjelaskan, yang terpenting aku mendengar suara seorang gadis berteriak
Tidak lama Incaru menemukan seorang gadis yang tergeletak
"T to long .... tolong ..... aku tuan..."
...
...
Incaru yang melihat itu terkejut "Astaga, nona nona"
Incaru langsung menghampiri gadis itu dan berusaha untuk menyadarkan nya
Sedangkan gadis itu tersenyum saat melihat pemuda itu memeluknya
"Nona, nona buka mata mu nona"
namun gadis itu tidak merespon panggilan nya
Tidak lama kemudian Incaru pun berinisiatif membawa nya
"Yang mulia, anda ingin membawa gadis ini ke istana?"
"Mungkin saja" sambil menatap gadis itu
Wang yang melihat itu menatap takjub
Aku tidak menyangka, yang mulia pangeran seperhatian ini terhadap wanita
Tidak lama mereka sampai di sebuah tempat di mana kuda Incaru berada dan ada satu botol tempat air dan memercikan sedikit air itu ke wajah Lea Fa.
Tidak lama Lea Fa membuka matanya
"Syukur lah, anda sadar nona"
Mendengar itu, Lea Fa tersenyum dan dengan perlahan menyentuh pipi pemuda tampan itu
"Akhirnya aku menemukan anda"
Degh!
__ADS_1