Pangeran Dingin & Siluman Rubah

Pangeran Dingin & Siluman Rubah
Perasaan tersembunyi seorang pelayan (Mi Ya)


__ADS_3

Pagi sudah menjelang namun tidak dengan ke empat orang tua ini mereka masih saja berdebat


"Iya aku memang mengajak mu, mengajak kalian tapi aku mengatakan kalau kalau ada pesta"


"Iya mana pesta nya yang mulia?" tanya Rong dan Kang Fa bersamaan


Saat itu seorang pria dan seorang wanita cantik datang dan salah satu di antara kedua nya berkata


"Heh, kalian mau maunya di bohongin olehnya"


Mendengar ucapan itu ke empat orang tersebut menoleh. "Hei Sang pemimpin, kapan kau datang?"


"Baru saja yang mulia" Saat itu Furkada menatap seorang gadis muda yang kini tersenyum dan membungkuk memberi hormat kepada nya


"Siapa dia, apakah dia istri mu sang pemimpin?" tanya Gou pelan


Pria itu melirik ke arah gadis itu "Dia adalah pelayan ku" semua yang ada di sana tercengang


Sedangkan gadis itu menunduk takut


"Kau... kau itu tega sekali ya" Gou tidak habis pikir dengan sikap dingin sahabat nya itu.


Sang pemimpin mengerinyit tidak mengerti "Apa maksud anda yang mulia?"


Mendengar pertanyaan polos dari sang pemimpin membuat ketiga orang menggeleng kepala


Saat Gou hendak menjawab tidak lama terdengar suara


Ceklek


"Apa yang kalian lakukan?"


Mendengar pertanyaan itu membuat semua yang ada di sana terkejut


"Kita sedang menyambut tamu yang mulia" ucap Rong asal


Mana ada orang menyambut tamu di depan pintu kamar?

__ADS_1


"Eh, Mi Ya" panggil Tea Na mendengar itu gadis cantik tersebut langsung membungkuk hormat


"Yang mulia putri"


"Kapan kau datang dan dengan siapa?"


Tanpa menjawab namun melihat gadis itu melirik kearah pria di samping sudah dapat di pastikan kalau dia pergi bersama pria itu


Tea Na tersenyum mengangguk


"Oh iya ayo kita ke depan tinggal kan saja mereka mereka yang kurang kerjaan itu" sambil melirik sang. ayah, namun sebelum itu


"Suamiku, bolehkah aku mengajak Mi Ya ke depan?"


Yu Lan mengangguk "Iya hati hati"


Setelah mendapatkan izin dari sang suami Tea Na menarik tangan Mi Ya "Ayo aku ingin tahu bagaimana hubungan dengan paman paman itu?"


Mereka sampai di sebuah taman kecil dan mereka duduk "Apa maksud anda putri, maaf saya tidak mengerti"


Mi Ya menunduk "Apakah aku pantas putri, kau tahu aku adalah putri seorang penjahat, kau tahu tuan membawa ku karena ayah ku melakukan kesalahan dan sebagai tebusan nya aku menjadi pelayan untuk nya"



Mendengar itu Tea Na mengerti bagaimana ayah dari Mi Ya yang mengkhianati ayahanda nya dengan bekerja sama dengan siluman ular itu.


"Mi Ya aku paham, apa yang kau rasakan, tapi selama kau bersama pria itu, apakah ada dia memperlakukan mu tidak baik?"


Mi Ya terdiam sambil mengingat kejadian beberapa tahun lalu


🌺 Flashback 🌺


"Karena kau setuju mau ikut bersama ku maka kau Mi Ya" jedanya


"I iya tuan"


"Kau harus ikut dengan aturan ku, kau tahu kan ayahmu yang tidak tahu diri itu sudah membuat kesepakatan untuk menyerahkan mu padaku"

__ADS_1


Mi Ya hanya diam dengan perasaan was was


Sang pemimpin menatap nya datar


"Kau tenang saja, tidak perlu setakut itu pada ku"


"Kau akan ku jadikan pelayan pribadi ku"


Degh


Betapa terkejut nya Mi Ya saat mendengar jika dia dijadikan sebagai pelayan pribadi oleh sang pemimpin


"A apa anda tidak salah tuan, s saya yang baru anda kenal, di jadikan pelayan pribadi" sangat tidak percaya


"Apakah anda tidak takut, jika saya berkhianat?"


Tiba tiba sang pemimpin mendekat dan itu membuat Mi Ya terkejut bukan main


Degh


"Apa kau berani melakukan nya Mi Ya?" bisiknya


"I itu saya tidak berani" jawabannya sambil memalingkan wajahnya dan itu membuat Sang pemimpin tersenyum


"Menarik"


Mendengar kata itu membuat Mi Ya terkejut


"Apa yang anda katakan?"


"Ah tidak ada, lebih baik kau istirahat dulu dan besok kau bisa menyiapkan semua nya untuk ku"


Setelah mengatakan itu Sang pemimpin berlalu pergi


Tinggal lah Mi Ya seorang diri sambil sambil menepuk dadanya


"Apa yang ku rasakan ini, kenapa jantungku berdegup kencang"

__ADS_1


__ADS_2