
Kini Mi Ya tinggal di sebuah kamar yang begitu indah walaupun dia adalah seorang pelayan ternyata Sang pemimpin memperlakukan nya dengan baik. Namun sudah pasti di mana kita tinggal pasti ada orang yang tidak suka.
Karena kenapa, saat Mi Ya di bawa kemari ada seorang wanita menatap tidak suka kearahnya
"Siapa wanita itu, kenapa bisa tuan Li membawa nya heh, baru kali ini beliau membawa seorang wanita" ucapnya tidak suka
Saat itu seorang wanita lagi menghampiri nya dan bertanya "Ah Ya, sedang apa kau di sini?"
Gadis itu menatap bingung dengan sahabat nya itu
"Kau lihat dia, aku yakin gadis itu merayu tuan Li, kau kan tahu tuan Li tidak pernah membawa seseorang apa lagi wanita tapi" sambil menatap tidak suka
Ah Ya menghampiri Mi Ya sambil menatap penampilan nya "Siapa kau, kenapa bisa tuan besar membawa mu?"
Mendengar pertanyaan itu Mi Ya menjawab dengan pelan "Aku di bawa kemari untuk melayani nya"
Ah Ya yang mendengar nya tersenyum remeh "Kau hanya di jadikan pelayan, jadi kenapa kau bisa masuk ke daerah ini, kau tahu hanya aku lah yang berhak melayani tuan besar dan kau itu hanya pelayan baru jadi jangan belagu" saat itu Ah Ya mendorong tubuh Mi Ya namun bukannya jatuh namun seseorang menahannya
Degh!
Mi Ya terkejut saat tahu yang menangkap tubuh nya adalah sang Pemimpin Li
"T tuan"
"Bukankah seharusnya kau masuk ke kamar mu sekarang Mi Ya?"
Mi Ya menunduk. takut sedangkan Ah Ya tubuhnya bergetar karena gadis itu tidak menyangka akan ketahuan secepat ini menyakiti Mi Ya
Sang pemimpin menatap tajam pelaku yang mendorong tubuh Mi Ya
"Aku tahu, kau itu gadis yang sombong"
Mendengar ucapannya Ah Ya langsung menatap Tuan Li "A apa yang anda maksud tuan, a aku tidak mengerti"
"Kau tidak mengerti heh" sambil tersenyum remeh
Dan dengan polos nya gadis sombong itu mengangguk
Sedangkan Mi Ya kini berada di sebelah tuan Li menatap bingung
"Kau bilang kau tidak mengerti tapi aku tahu semua nya. Semua kelakuan sombong kamu!"
Degh
Ah Ya sangat terkejut mendengar Li membentak nya
"T tuan k kau a aku kan t tidak tahu kalau dia adalah pelayan hiks~"
"Siapa kau harus aku memberi tahu siapa yang kau bawa haah!"
__ADS_1
Ah Ya terkejut saat tuan Li (nama sang pemimpin serigala)
membentak nya untuk kedua kali
"Kau hanya lah pelayan bagi ku. Tidak lebih dan kau sangat penasaran siapa dia hm?" sambil melirik kearah Mi Ya yang kini menatap nya bingung
"Dia adalah istri ku"
Degh
Mi Ya terkejut saat dengan entengnya Li mengatakan jika dirinya adalah istri
"Tuan, apa yang kau katakan? kita..." ucapan nya terputus saat Li membelai rambut panjang Mi Ya dengan lembut
"Sayang, lebih baik kau masuk kamar, dan tunggu aku" dengan tatapan memerintah.
"Cepat masuk ke kamar ku" ucapnya pelan
Mau tidak mau Mi Ya masuk ke kamar itu dan kini tinggal Ah Ya bersama sahabat nya dan tuan Li
"Dan untuk kalian berdua, karena kau sudah hampir menyakiti istri ku, dan kau" menunjuk gadis yang satunya
Tuan, saya tidak ikut ikutan" mencoba membela diri
Mendengar itu sang pemimpin menyeringai
"Benarkah, lalu kenapa saat dia" menunjuk ke arah Ah Ya "Mendorong istri ku kau diam haah!"
Dan gadis itu harus menerima kenyataan pria itu sudah menikah dengan gadis yang asing itu.
"Ah Ya, kau tidak akan di tugas kan untuk melayani ku lagi, kau akan di tugas kan di bagian belakang bersama dengan mu Mun Ding"
"B baik tuan besar" ucap sahabat Ah Ya
Sedangkan Ah Ya menatap tidak percaya "Tuan, bagaimana mungkin kau memilih gadis asing itu, aku" jedanya "Aku aku lah yang selalu bersama tuan menyiapkan segalanya tapi.." Dengan berani Ah Ya menghampiri pria itu
"Tidak kah anda sedikit pun anda memiliki perasaan kepada ku. Tuan lihat lah aku" Ah Ya menarik lengan Tuan Li
Namun sebelum itu terjadi sebuah tangan mendarat ke pipi gadis itu
Plaakk!!
"Jangan kau kira aku lembut pada wanita, aku tidak bisa melakukan hal kasar terhadap wanita seperti mu?!"
Saat itu Mi Ya melihat kemarahan sang pemimpin terkejut dan langsung pergi keluar saat itu Sang pemimpin yang melihat itu hanya diam
"Kalau kau masih ingin hidup jangan pernah dekati aku, dan jangan pernah kau muncul lagi dihadapan ku"
Saat itu tanpa di minta ternyata ada beberapa bertubuh tabun datang "Tuan besar ada apa ini?"
__ADS_1
"Bawa wanita ini ke penjara bawah tanah!"
"Tidak tuan! Tidak! Aku mohon jangan lakukan ini tuan saya minta maaf hiks~" mohon nya
"Terlambat! Aku melihat mu melukai istri ku, dan aku ingin dia tidak bisa menjangkau istri ku lagi!"
"Baik tuan besar" ucap mereka
"Tuan ~ saya mohon beri saya kesempatan hiks~" ucapnya sambil menangis
Saat itu Mi Ya menghampiri sang pemimpin "Tuan, tolong maafkan dia, beri dia kesempatan sekali saja"
Mendengar itu Sang pemimpin tersenyum "Baik lah aku akan memberikannya kesempatan tapi" jedanya sejenak
"Aku tidak ingin dia menjadi pelayan di sini. Taruh di bagian makanan"
Setelah mengatakan itu Ah Ya pun di seret "Ayo cepat pergi!" setelah itu tersisa mereka berdua
"Kenapa kau memberi kan kesempatan pada wanita itu hm? Dia itu sombong sekali dan kau juga hampir di lukai olehnya Mi Ya"
Mendengar ucapan dari pria itu Mi Ya tersenyum
"Saya ini hanya seorang pelayan dan saya hanya istri bohongan anda" kini Mi Ya menatap tuan Li
"Apakah anda tidak memiliki sedikit pun rasa suka terhadap nya tuan?"
Sang pemimpin tersenyum "Tidak, aku menyukai seorang wanita lain"
Degh!
Mendengar jika pria dihadapannya menyukai wanita lain membuat nya terkejut dan entah kenapa hatinya berkecamuk
"Oh, k kalau begitu saya ke kamar dahulu tuan"
Sang pemimpin mengangguk "Cepat lah tidur"
Mendengar itu Mi Ya pun menoleh
"Karena besok pagi kau akan ku buat repot"
Mi Ya yang mendengar itu tersenyum mengangguk dan berlalu pergi
Sedangkan saat ini Ah Ya berada di sebuah dapur
"Nah mulai sekarang kau akan bekerja di sini! Dan jangan pernah tampakkan wajah mu dihadapan tuan besar lagi"
Mendengar itu Ah Ya kesal bukan main, ternyata dugaan sang pemimpin benar jika gadis ini tidak akan pernah mau berubah
"Aku tidak akan biarkan gadis asing itu dengan mudah mendapatkan tuan Li, aku masih belum kalah! Aku akan buat dia mati lihat saja nanti" ucapnya sambil menyeringai
__ADS_1
Tanpa ia sadari jika seseorang mengawasinya