
Saat para orang tua sedang istirahat karena acara pernikahan Wei La Ming Xi dan Shin Tang masih asyik dengan acara mereka yaitu bercengkerama
Namun Ming Xi terlihat seperti memikirkan sesuatu dan itu terlihat oleh kedua wanita yang kini duduk bersama nya
"Seperti nya ada yang dipikirkan yang mulia Ming Xi" ucap Wei La
"Kau benar, seperti nya pertemuan kedua nya Ming Xi belum bisa memaafkan suami nya"
"Lalu apa yang harus kita lakukan yang mulia?" Wei La begitu sedih melihat Ming Xi seperti ini.
Shin Tang pun mencoba untuk berbicara dengan wanita itu "Ming Xi"
Namun sepertinya wanita itu tidak mendengar panggilan nya
Shin Tang pun menepuk pundak Ming Xi dan membuatnya tersentak kaget
"Apa yang kau pikirkan Ming Xi, seharusnya kau bahagia, kau sudah bertemu dengan Yu Lan, kau juga melihat putra mu menikah"
Ming Xi tersenyum "Aku sangat bahagia Shin Tang, tapi aku dan Furkada" jedanya
"Hubungan ku dan suami ku,"
"Aku mengerti, di antara kau dan suami terjadi salah paham benarkan?"
Ming Xi terdiam sedangkan Shin Tang tersenyum
"Ming Xi, aku tahu apa yang kau rasakan, tapi pernah kah kau berpikir jika semua ini hanya lah kesalahpahaman?"
"Apa maksud mu Shin?" bingung
"Apa kau percaya, jika apa yang kau lihat dan kau rasakan semua ada alasan nya, tentang perilaku suami mu pada Yu Lan dan semua ucapan nya itu sudah di rancang sedemikian rupa?"
"Di rancang, apa maksud mu, apakah selama ini suami ku berpura pura bersikap membenci Yu Lan?" tebak nya
"Apakah kau percaya?" bukannya menjawab Shin Tang malah kembali bertanya
Sedangkan saat ini ada 3 pria dua pria paruh baya satu pria lajang. Namun kenapa pria ini di sebut lajang, entah karena malas cari istri atau memang tidak laku kami sebagai dalang cerita juga tidak tahu.
Namun kini harus menjadi korban dari dua pria yang sedang penasaran dengan pengantin baru ini
"Yang mulia, tuan penasehat! Mengapa kau menarik ku ke sini, kau tahu ini adalah arah kamar pangeran Yu Lan dan putri Tea Na" Ia bingung kenapa diri nya harus di tarik ke tempat ini. Namun hati begitu was was jika Gou Ki yang sudah membawa nya, sudah pasti dia akan ikut dalam masalah, karena sudah pasti ada yang membuat pria ini penasaran.
"Iya iya kami tahu kok" ucap Gou santai
Mendengar jawaban kelewat santai membuat Rong kesal melihat tingkah orang ini
"Lalu, mengapa kalian menarik ku ke sini, kurang kerjaan sekali kalian berdua"
Kang Fa menatap menyelidik kearah Rong "Apa jangan jangan kau merasa tersindir ya? Secara kan. di antara kita yang belum menemukan pendampingnya kan kau"
Melihat Kang Fa meledeknya membuat Rong merasa temannya yang satu ini benar benar pengkhianat yang hakiki
"Kang Fa, kau ... kau benar benar ya. Aku ini bukannya tidak ingin mencari pendamping!" ia tidak terima jika Kang Fa mengatakan itu
"Aku.. aku hanya tidak ingin melukai hati wanita dan aku sendiri tidak ingin di lukai" ucapnya pelan
__ADS_1
Mendengar ucapan dari Rong membuat kedua pria itu mengangguk paham
"Jadi kau pernah di sakiti oleh wanita Rong, mangkanya kau tidak ingin berdekatan dengan wanita bahkan terkesan menjauh dan menutup diri"
Rong hanya diam sedangkan Gou tersenyum sambil menepuk pundak sahabat nya "Sabar lah kawan, aku yakin kau akan mendapatkan gadis yang sangat mencintai mu apa adanya"
Rong mengangguk "Oh iya, ayo kita kesana, kalian ingin melihat bagaimana mereka sedang pesta bukan?" sambil menaik turunkan kedua alisnya
Sedangkan Kang Fa menggeleng pelan melihat kelakuan konyol raja satu ini
"Oi oi sadar, ingat umur yang mulia raja rubah. Kau itu adalah raja penguasa dunia ini, tapi kelakuan mu seperti anak muda yang sedang penasaran orang yang sedang melakukan ritual saja"
"Aku juga heran kenapa aku bisa berteman dengan dia, dan kenapa dewa memilih nya menjadi pelindung para raja" ucap Rong tidak habis pikir dengan kelakuan nya
Sedangkan didalam kamar Yu Lan sudah selesai melakukan nya dan kini ia melihat istri tercinta sedang tertidur lelap.
"Terima kasih istri ku sayang, tadi malam adalah hal yang sangat indah"
Sedangkan Tea Na merasa ada yang mengganggu tidurnya pun menggeliat tidak nyaman, tidak lama ia membukanya mata dan terkejut saat melihat Yu Lan menatap nya sambil tersenyum
Gadis itu begitu terkejut dan langsung bangun
"Yang mulia!" pekik nya kaget
"Hn, ada apa, kenapa kau terkejut melihat ku sayang?"
Mendengar panggilan itu Na Na menunduk, ia lupa kalau dirinya telah menikah dengan pria ini
"Ada apa Na?"
Na Na menggeleng "Tidak, suamiku, maaf tadi aku terkejut" ucapnya malu
"Bukan, bukan begitu, aku.." sambil menatap kearah Yu Lan "Aku cuma lupa kalau aku sudah menikah"
"Hahaha kau itu ada ada saja bagaimana bisa lupa sih sayang" ia merasa memiliki istri yang unik. Bisa bisanya melupakan jika dia telah menikah.
Melihat Yu Lan yang tertawa membuat hati Tea Na menghangat ia tidak menyangka bisa membuat pemuda itu bisa tertawa.
Sedangkan dibalik pintu ketiga orang usil itu malah terkejut mendengar suara tawa dibalik pintu
"Itu suara tawa yang mulia Yu" lirih Kang Fa
"Benar itu suara tawa anak ku" ucap seseorang yang berada di belakang. dan itu membuat mereka yang sejak tadi mengintip pun berteriak
"Huwaaa!!!" teriak mereka serempak
Sedangkan orang itu menatap mereka datar
"Kalian bertiga ini sedang apa di sini haah, bukannya ini kamar Yu Lan dan menantu ku" tatapan orang itu berubah menyelidik
"Apa yang kalian lakukan di sini hm, jangan bilang kalian mengintip mereka?"
Tatapan terkejut pun terpancar dari mereka bertiga
"K kita di sini h hanya penasaran ya penasaran benarkan Kang?" Gou malah bertanya pada sang penasehat sekaligus mencari dukungan
__ADS_1
"Hah? Apa? penasaran anda bilang?" bingung sambil menatap Gou
"Tidak yang mulia, yang sebenarnya adalah ini adalah perintah yang mulia Gou, katanya di sini oh bukan, katanya di dalam ada pesta tapi kami menunggu tidak ada" ucapnya jujur dan juga polos
Sedangkan Rong menahan tawa nya agar tidak meledak dan itu membuat Gou jengkel seketika
"Dasar kau teman luknut"
"Yang mulia. Benar kan kau yang meminta ku dan. tuan Rong untuk datang kemari?"
Mendengar pertanyaan itu Gou menatap tajam Kang
Sedangkan pria yang tidak lain adalah Furkada hanya menggeleng pelan, ia sudah sangat hafal jika sahabatnya ini adalah orang yang sangat usil namun juga sangat bijaksana.
Sedangkan didalam. Yu Lan yang mendengar perdebatan ke empat orang itu tersenyum geli
"ada ada saja kelakuan mereka"
Saat itu terlihat oleh Tea Na yang. habis membersihkan diri dan melihat suami tercinta nya tersenyum "Ada apa dengan mu suami ku, kenapa kau tersenyum?"
Mendengar suara itu Yu Lan menoleh dan melihat istrinya terlihat begitu segar dan juga cantik lantas ia langsung memeluk dan mencium kening nya
"Cantik nya istri ku" pujian nya
Mendengar pujian itu Na Na pun menunduk malu
"Suamiku, mengapa kau terus saja memuji ku, kau tahu kau juga sangat tampan, lihat kau begitu gagah".
Mereka saling memuji di pagi hari, dan tiba tiba Yu Lan mencium kening Tea Na dan membuat nya terkejut
"Suamiku, apa yang kau lakukan, kau tahu ini masih pagi"
"Kenapa memang nya kalau masih pagi sayang, tidak akan ada yang berani melarang nya. Lagi pula
apa kau tidak dengar itu" Yu Lan menunjuk pintu kamar
"Ada apa mamang nya di sana suami ku?"
Sedangkan diluar saat ini
"Hei Kang kau itu harus membela ku, bukannya malah mengatakan pada si kulkas itu" ucap nya kesal
"Kau.. kau bilang aku apa? Kulkas! Heh rubah ingat umur, aku tahu niat mu kau itu kan suka penasaran dan usil" ucap Furkada tidak mau kalah
Tea Na yang mendengar itu hanya menggeleng pelan. "Ayahanda mulai lagi"
"Biarkan saja sayang, anggap saja beliau adalah pewarna bagi mereka, kau tahu paman Rong, ayah Kang dan ayahanda Furkada tidak pernah bercanda seperti ini. Jadi biarkan mereka menikmati hidup kali ini saja"
Teman teman Kakak kakak pecinta novel Arkanirfan bawa cerita baru salahkah cinta
Cerita itu adalah kisah terlarang antara ayah dan anak
__ADS_1
Namun benar kah jika itu adalah anak kandung nya??
penasaran langsung cus ke lapak ku yaa