
Na Na dan Yu Lan kini sama sama terdiam, tidak ada yang berani berbicara, karena mereka takut apa jika kejujuran mereka akan mengubah segalanya
Tapi meskipun mereka berdua berusaha menutupi nya suatu saat kebenaran akan terungkap.
"Na Na, aku juga ingin menyampaikan sesuatu" Yu Lan menjeda ucapannya
Na Na yang mendengar nya, menatap pemuda tampan itu , ada sebuah perasaan was was didalam hatinya. Ia sangat takut jika apa yang di katakan Yu Lan akan sangat menyakiti hatinya.
Sebenarnya di dalam hati Na Na sudah lama gadis itu menaruh hati pada Yu Lan, tapi ia takut jika saat ia mengatakan yang sesungguhnya akan membuat lelaki itu ketakutan .
"Na Na/tuan muda" ucap keduanya secara bersamaan
"Apakah kau ingin mengatakan sesuatu Na Na?"
"Tidak anda dahulu, bukankah anda juga akan mengatakan sesuatu?" Na Na malah meminta Yu Lan berbicara terlebih dahulu
"Na Na, kau tahu aku adalah pemuda biasa, aku tidak ingin kau mengenalku sebagai seorang pangeran" jedanya
Na Na menatap sambil mendengarkan dengan baik
"Kau tahu kenapa?"
Na Na menggeleng
"Karena aku ingin kau menerima ku apa adanya, aku ingin bersamamu dengan hidup penuh dengan kesederhanaan" sambil menatap mata gadis itu
"Apakah kau mau menerima ku yang seperti ini Na?"
Mendengar kejujuran pemuda itu, Na Na / Tea Na sangat bahagia, ia merasa perjuangan nya selama ini tidak sia sia
Namun tidak lama ia tertunduk, air mata mengalir kedua pelupuk mata.
Melihat Na Na yang menangis membuat Yu Lan terkejut
"Na Na, kenapa kau menangis, apakah ucapan ku menyakitimu?"
Na Na menggeleng "Tidak tuan hiks ~ aku, aku sangat bahagia kau mau dengan gadis sederhana seperti ku"
Yu Lan yang mendengar pun tersenyum
__ADS_1
"Tapi tuan" sambil menatap pemuda itu "Apakah anda akan menerima ku yang keadaan nya seperti ini?"
"Tentu saja Na, memang nya apakah ucapan ku tadi kurang menyakinkan?"
Na Na langsung menggeleng cepat "Bukan, bukan itu maksud ku"
"Lalu?" penasaran dengan apa yang ingin di sampai kan Na Na
"Apakah kau tahu, kalau... sebenarnya... aku..."
Yu Lan menunggu dengan was dan juga cemas ia takut jika ternyata Na Na memiliki lelaki impian lain.
"Sebenarnya apa Na, katakan saja" pinta Yu Lan
"Kau penasaran bukan dengan bangsa rubah berekor sembilan?"
Yu Lan mengerinyit heran, kenapa Na Na malah berbicara tentang rubah, apa hubungan dengan nya, itulah yang kini ada dalam benak nya
"Mengapa kau bertanya tentang siluman rubah Na Na?"
"Tuan, aku... aku adalah putri siluman rubah itu"
Degh!
"Apa yang kau katakan, apa kau bercanda Na? Tidak mungkin kau adalah siluman rubah yang melegenda itu" Yu Lan mencoba menyangkal nya
"Kau tidak mempercayai ku tuan?"
Yu Lan, bingung harus bersikap bagaimana, ia sudah berjanji untuk mempercayai perkataan gadis itu.
"Bukan begitu Na, tapi kau berwujud manusia, mana mungkin..." ucapannya terhenti kala melihat wujud asli Na Na
(Untuk tokoh visual akan saya ganti yaa😂😂)
Melihat wujud asli Na Na Yu Lan terkejut dan matanya tidak bisa berkedip
"Tuan, ini lah saya yang sebenarnya, ini lah yang saya takutkan jika anda tidak mau menerima saya yang dalan wujud rubah ini"
__ADS_1
Sedangkan Yu Lan yang masih dalam keterkejutannya hanya terdiam kaku, bukannya takut yang ia rasakan namun rasa takjub
"Na Na i ini kau yang sebenarnya?" Yu Lan memastikan apa yang dia lihat
"I iya tuan, a apa kau takut dengan ku?” Na Na merasa was was
"Tidak, aku tidak takut" ucap pemuda itu yakin
"Benarkah tuan, kau tidak takut dengan ku?"
Yu Lan pun mendekat dengan perlahan menuju Na Na "Aku tidak takut dengan mu Na, kau lihat sendiri sekarang aku ada di dekat mu"
Memang benar Yu Lan kini berada di samping nya dan itu membuat Na Na tersipu malu
"Sekarang apa yang kau khawatir kan Na?"
Tanpa berani menatap nya Na Na menggeleng pelan
"Na, bukankah kau masih ingat jika guru Rong pernah bilang kepada ku kalau bangsa rubah ekor sembilan adalah siluman pelindung dan saat itu aku berdoa pada dewa agar aku bisa bertemu dengan sang pelindung"
"Dan sekarang kau bertemu dengan nya tuan"
"Hm, benar dewa mengabulkan nya"
Seorang wanita tua yang dari tadi menyaksikan itu tersenyum senang akhirnya putri kesayangannya mendapatkan cinta sejati nya
"akhirnya kau mendapatkan nya putri ku" ucap wanita itu.
"Tuan, kau memang menerima wujud ku, tapi bagaimana dengan kedua orang tuamu pasti mereka...." ucapannya terputus saat
"Aku tidak peduli dengan pendapat mereka Na" sela nya cepat
"Tuan, aku tahu kau masih sakit hati, tapi bisa kah aku menceritakan sesuatu pada anda?"
Na Na mencoba memberitahukan sebuah kebenaran itu namun dengan bahasa yang mudah fi cerna oleh Yu Lan.
Namun sebelum itu seorang wanita bersuara
"Nak, kau tidak boleh gegabah!"
__ADS_1
Keduanya menatap asal muasal suara itu..