
Yu Lan terus menatap kearah Incaru dengan pandangan bingung, dia berinisiatif memanggil Incaru
"Tuan, tuan muda, mengapa anda terus menatap wajah saya. Apakah ada yang aneh di wajah saya?"
Incaru menggeleng pelan "Tidak ada yang aneh di wajah mu. Aku hanya senang melihat mu"
Mendengar ucapan dari Incaru, Yu Lan tersenyum
"Oh iya aku datang kemari ingin membeli sebuah buku" Incaru menjelaskan kepada Yu Lan buku apa yang di maksud
Dan Yu Lan dengan cekatan mengambil buku tersebut, orang yang melihat betapa cekatan nya pemuda itu
"Aku tidak menyangka dia begitu sigap melayani pelanggan" gumam orang itu
"Oh iya tuan, apakah anda adalah pembeli baru di toko ini?"
Mendengar pertanyaan itu Incaru setengah terkejut, ia datang kesini karena mengikuti Yu Lan
"I iya paman, aku memang baru tahu ada toko yang lengkap di sini"
Saat itu Yu Lan membawa satu buku yang di minta oleh Incaru "Ini buku yang anda minta tuan" sambil menyerahkan buku tersebut pada Incaru
Incaru menerima buku itu dan membayar nya dengan sejumlah uang yang lebih
"Maaf tuan ini uang nya berlebih" ucap Yu Lan
"Tidak apa Yu Lan, anggap saja itu adalah bonus untuk mu"
Mendengar itu Yu Lan terkejut "T tapi saya ini baru"
"Sudah lah Yu Lan, kau terima saja mungkin itu adalah rezeki mu pertama kali bekerja di sini" ucap si paman
Akhirnya Yu Lan menerima uang yang di berikan sang kakak "Terima kasih tuan"
Incaru menggeleng sambil tersenyum "Kau tahu saat melihat mu aku teringat dengan adikku"
Mendengar perkataan Incaru, entah kenapa membuat hati Yu Lan di penuhi tanda tanya
"Memang adik tuan kemana? Apakah adik anda tidak bersama dengan anda?"
Incaru terdiam sejenak dan itu membuat Yu Lan langsung menutup mulut nya
"Maafkan aku tuan, tidak seharusnya aku menanyakan hal itu pada anda"
Tidak apa Yu Lan" sambil menatap sang adik yang tidak tahu jika yang di ajak bicara adalah kakak kandung nya itu
"Yu Lan, boleh kah aku menganggap mu adikku?" tanya nya tiba tiba
__ADS_1
Yu Lan yang di tanyai pun bingung karena ia berpikir mereka berdua baru saja kenal namun melihat pemuda itu begitu tulus akhirnya Yu Lan pun mengangguk
"Baik lah, tuan anggap lah aku ini adik mu"
Incaru yang melihat jika Yu Lan tidak begitu nyaman ia sangat paham akan hal itu
"Aku tahu, kau masih canggung menganggap ku yang orang asing ini kakak. Orang asing menghampiri mu dan berkata ingin menjadi..." ucapannya terputus saat
"Kau tidak salah tuan, aku malah senang jika kau mau menjadi kakak ku"
Mendengar itu membuat Incaru sangat senang
"Kau tahu, aku sebenarnya ingin berkeluh kesah, tapi aku bingung adakah yang mau mendengarkannya"
Melihat kesedihan Yu Lan, Incaru menatap sedih
Aku tahu, Yu Lan kau masih belum mau mengakui kalau kau adalah bagian dari kerajaan apa lagi kau. adalah adikku
Kini mereka berdua berada di dalam Incaru memutuskan untuk membantu Yu Lan melayani para pembeli
"Apakah anda tidak sibuk tuan, kau malah ikut melayani para pembeli bersama ku" ucap sang adik merasa tidak enak
Incaru yang saat itu selesai melayani pembeli menatap nya "Ada apa?"
"Tidak, aku merasa tidak enak kenapa anda mau ikut bersusah susah tuan aku yakin anda pasti memiliki kesibukan"
"Jadi anda adalah biro keamanan di istana? Wah hebat" puji nya
"Apa kau ingin masuk ke istana Yu Lan?"
Yu Lan menggeleng "T tidak tuan" ucapnya tergagap. ia hampir saja keceplosan. Karena dia sebenarnya ingin ke istana ingin bertemu dengan sang ibu permaisuri Ming Xi
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang dan sudah saatnya Yu Lan pulang ke rumah
"Oh iya tuan sudah siang, sudah waktunya aku pulang"
Incaru mengangguk "Iya aku juga harus pulang takut ayah mencari"
.Pada saat hendak pergi Incaru tiba tiba berkata
"Yu" panggil nya
"Iya tuan"
"Bisakah kau jangan memanggilku tuan, kau kan sekarang adalah adikku" jedanya
"Bisakah mulai sekarang aku memanggil mu Yu dan kau memanggil ku kakak?"
__ADS_1
Mendengar permintaan sederhana dari seorang Kakak pada sang adik Yu Lan tersenyum
"Baik lah kakak" mendengar panggilan sederhana itu sudah membuat Incaru senang
"Baik lah adikku" ucapnya dan saat ini mereka berjalan kaki namun ada beberapa orang mengikuti mereka dan itu membuat Incaru menatap kearah mereka
"Tunggu Yu" dan itu membuat pemuda itu menghentikan langkahnya
"Ada apa kak? Kenapa kau terlihat panik?" sambil menatap sekitar
"Susstt, ada yang sedang mengikuti kita Yu"
Yu Lan pun bingung "Mana, tidak ada kak" sambil menatap di sekeliling tidak ada orang yang mencurigakan
"Kau lihat orang itu" sambil menatap kearah balik tembok
Yu Lan mengangguk sebagai jawaban dan mengikuti arah pandang sang kakak
"Memang dia siapa kak, kenapa dia mengikuti mu?" Ia heran kenapa orang itu mengikuti Incaru sampai seperti ini
"Ayo" Incaru dengan cepat menarik tangan Yu Lan untuk ikut bersama nya.
Belum sempat Yu Lan melakukan protes ia sudah ditarik untuk berlari entah kemana
Melihat keduanya berlari sang mata mata pun tidak tinggal diam dan ikut mengejar
"Ayo Yu kita harus lari jangan sampai dia menemukan kita" namun tidak lama Yu Lan teringat sesuatu
"Tunggu kak jika kita ingin lepas dari mereka hanya ada satu jalan pintas"
Sambil berlari dan juga nafas yang tersengal-sengal Incaru bertanya "Di mana?"
Yu Lan kini giliran menarik tangan sang kakak untuk berlari lebih kencang dan itu membuat Incaru terkejut
"Wah wah"
Tidak lama mereka sampai sebuah rumah kosong yang tidak terpakai dan disana mereka berdua bisa istirahat
"haah~~ haah~~ aku tidak menyangka kau bisa berlari lebih cepat Yu" puji Incaru sambil mengatur nafas nya yang mulai terasa sesak
Yu Lan yang melihat itu "Kak, kau tidak kuat untuk lari ya?"
"Tidak, aku hanya sudah lama tidak merasa di kejar kejar seperti ini hahahaha"
Melihat Incaru tertawa membuat Yu Lan tersenyum
"Memang kakak sering di kejar kejar oleh siapa? Apa kakak adalah putra mahkota?"
__ADS_1
Degh