Pangeran Dingin & Siluman Rubah

Pangeran Dingin & Siluman Rubah
Mata mata Bong Lu (Rugh)


__ADS_3

"Lalu, apa benar ayah, kalau paman Rong meramalkan itu?" tanya Yu Lan penasaran


Furkada mengerinyit "Meramalkan tentang anak yang menjadi putra mahkota?"


Yu Lan mengangguk


"Rong saat itu tidak meramalkan, dia hanya mengatakan jika Incaru tidak mampu karena fisik nya lemah dan kau tahu, ibu mu juga belum mengandung. saat itu aku bingung, jika bukan Incaru siapa lagi yang akan menjadi penerus ku?"


Sambil menatap Yu Lan dia pun berkata


"Tapi saat aku mendengar ibu mu hamil, kau tahu apa yang kurasakan?"


Yu Lan menunggu kelanjutan cerita sang ayah


"Aku sangat bahagia, aku merasa di beri harapan"


"Tapi, saat itu Bong Lu, entah bagaimana caranya dia bisa mengetahui jika ternyata bukan Incaru lah putra mahkota, melainkan" jedanya


"Melainkan apa ayahanda?" tanya Yu Lan penasaran


Sambil menatap sang anak Furkada mengatakan


"Kau lah pewaris tahta selanjutnya nak"


Degh!


Yu Lan terkejut mendengar apa yang dikatakan sang ayah "Aku, aku adalah anak ramalan itu, bagaimana mungkin ayahanda?" Yu Lan tidak percaya akan apa yang dia dengar


"Ayahanda, walaupun itu benar, aku tidak bisa menerima gelar itu"


Furkada terkejut , bagaimana bisa Yu Lan tidak menginginkan ini, padahal gelar putra mahkota adalah keinginan setiap orang bahkan seorang raja.


"Kenapa nak, kenapa kau tidak ingin menjadi raja?"


Furkada heran dengan sang putra, kenapa ia tidak ingin menjadi raja, lalu siapa yang akan meneruskan tahta ini.


"Ayahanda, jika aku menjadi raja, maka rakyat bahkan kau akan menuntut ku sempurna. Ya aku sudah memiliki istri Tea Na, tapi bagaimana jika istri ku melahirkan bayi perempuan, sedangkan tahta kerajaan mengharuskan aku memiliki sebuah anak laki laki"

__ADS_1


Sambil menatap sang ayah "Lalu bagaimana aku harus menyikapinya, apakah aku harus mengangkat seorang selir hanya demi seorang putra?"


Furkada terdiam, ia juga saat itu tidak ingin menyakiti istri nya.


"Ayahanda, kau juga begitu kan, kau tidak malakukan nya karena kau begitu mencintai ibunda Ming Xi"


Furkada tersenyum "Iya nak, aku tidak pernah mau menikah, karena sama dengan mu hanya ada satu wanita yang tulus mencintai ku, yaitu ibu mu"


"Nak, tapi ayah mohon penuhi tanggung jawab ini"


Saat itu Yu Lan terdiam hatinya begitu gelisah.


🌺 Flashback end 🌺


Saat ini Yu Lan sedang duduk ia teringat apa yang dikatakan oleh sang ayah dan itu terlihat oleh Tea Na


Kau pasti dalam kebimbangan suami ku, harus kah kau menerima gelar itu demi ayahanda atau kau melepasnya


Tea Na pun menghampiri Yu Lan dan tersenyum kearah nya "Ada apa suamiku, kenapa kau gelisah?"


"Kau pasti sudah tahu apa yang ku pikirkan istri ku"


Sambil menatap ke arah lain Yu Lan mengutarakan apa yang membuatnya menjadi gelisah


"Kau tahu Na ayah meminta ku untuk menjadi seorang raja dan kau tahu aku tidak menginginkan nya"


Tea Na mengerinyit "Mengapa kau tidak menginginkan nya suamiku? Apakah kau tidak ingin menjadi seorang pemimpin, bukankah kau sudah di ramalkan menjadi putra mahkota yang sebenarnya"


Yu Lan mengerinyit "Istri ku, apakah kau ingin aku menjadi seseorang raja, apakah kau mau aku membagi cinta ku pada wanita lain?"


Yu Lan tidak suka saat Tea Na mempertanyakan itu dia merasa jika Tea Na mempertanyakan nya


"Apakah kau akan meninggalkan aku jika aku tidak mau menjadi raja?"


Tea Na tersenyum "Suami ku, aku tahu kegelisahan mu, aku tahu kau tidak ingin menerima gelar ini, tapi setidaknya peraturan bisa di ubah kan?"


"Apa maksud mu sayang, peraturan apa?" Yu Lan bingung dengan apa yang dikatakan Tea Na

__ADS_1


"Kau tidak harus membagi cinta mu pada wanita lain, hanya untuk urusan tahta selanjutnya, lagipula jika kita ikhlas malakukan ini demi rakyat aku yakin dewa memilki cara nya sendiri untuk masalah tahta itu. Yang terpenting adalah permintaan ayahanda Furkada"


Sambil menatap sang suami "Aku mohon, bicara kan ini pada kak Incaru, jika memang benar kau yang harus meneruskan nya maka mau tidak mau kau harus lakukan, tapi jika Kakak ipar mampu maka serahkan tahta kepadanya"


Yu Lan tersenyum inilah yang dia suka dari Tea Na selalu memberikan solusi saat dia bimbang


"Aku tahu kau pasti akan berkata ini, karena kau juga pasti berpikir sama dengan ku. Ingin hidup dengan bebas tanpa aturan istana"


"Suamiku, aku akan mendukung apapun keputusan mu, tapi sebelum itu kita harus terus berhati hati kini ayahanda dan ibunda sedang berada di istana, aku yakin mata mata Tian sudah memberikan informasi"


Dan benar saja, seorang pria datang dan memberi hormat kepada Bong Lu


"Hormat pada tuan perdana menteri"



...Rugh...


Orang yang kini menjadi mata mata Bong Lu ini ternyata diam diam ternyata memata matai Furkada


"Apa yang kau dapatkan hm?"


"Tuan, saya melihat sebuah cahaya yang menyinari tempat di mana tuan Furkada terakhir berada"


"Cahaya, cahaya yang bagaimana Rugh?"


"Cahaya itu memiliki kekuatan sangat besar, hamba yakin jika yang mulia raja di bawa oleh cahaya tersebut dan kini cahaya itu telah mengembalikan yang mulia raja"


Dengan tatapan penuh selidik Bong Lu pun kembali bertanya "Bagaimana bisa kau yakin jika yang mulia telah kembali, lalu bagaimana keadaan yang mulia Incaru, bukankah, putri ku yang bodoh itu membuat putra mahkota kehilangan akal ?"


Rugh pun terdiam m, dia tidak mencek sampai sana


"Maafkan hamba, hamba lalai untuk memeriksa keadaan yang mulia Incaru"


"BODOH!! seharusnya kau pasti kan keadaan nya, jangan sampai semua orang tahu keadaan Incaru!" ucapnya marah.


"Pokoknya aku ingin kau pasti kan Incaru dalam keadaan baik, dan Ingat kalau bisa kurangi jurus sialan itu!"

__ADS_1


__ADS_2