
Saat itu Tea Na yang melihat Yu Lan tertunduk pun menepuk pundaknya "Suamiku, kita di sini juga berjuang"
Lea Fa pun juga melakukan hal yang sama
"Yang mulia, anda tidak perlu khawatir, ayahanda akan malakukan hal yang terbaik dan aku yakin anda akan cepat pulih kembali dan dapat menghadapi kekuatan jahat mereka"
Incaru menatap gadis manis itu "Apakah kau yakin aku bisa mendapatkan kekuatan itu? Apa kau yakin bisa melawan mereka?"
Lea Fa pun membalas dengan menatap Incaru
"Apakah anda tidak yakin dengan diri anda sendiri?"
"Aku..." saat hendak menjawab ternyata seseorang menyeletuk
"Seperti nya kita akan menjadi obat nyamuk, Rong seperti nya kau pergi deh, kita semua di sini"
Rong menatap tajam Li "Kau, apa kau bilang apa?'
"Apakah anda sadar tuan, kau dan nona, Mi Ya belum meresmikan hubungan kalian"
Dan dengan santai Li pun berkata " Sebentar lagi kami akan meresmikan hubungan kami, benar kan sayang"
Sedangkan Mi Ya tertunduk sambil tersenyum malu
__ADS_1
Namun Rong dengan santai bertanya pada wanita cantik itu
"Nona, apa sih yang kau lihat dari dia, kau tahu kan dia itu sudah ubanan"
Mendengar dirinya dikatakan tua, sang pemimpin pun. menatap sinis ke arah Rong
"Kau bilang apa, tua? Kau mau bilang aku tua? Hei apakah kau sadar jika kau itu juga sudah ubanan?"
Saat itu Yu Lan yang mendengar pun menggeleng
"Apakah kalian ini, tidak memiliki topik lain apa?"
Sambil menatap Rong "Guru, kau bilang kami akan dilatih, kapan itu terjadi?"
"Yang mulia, untuk melawan Bong Lu, kau harus memiliki tekad yang sangat kuat. Yang mulia, lawan kali ini adalah Tian Qing, musuh besar raja rubah, dan kau tahu Tian mengira kelemahan yang mulia raja rubah adalah manusia"
Yu Lan terkejut "Apakah itu benar paman, apakah kelemahan yang mulia raja rubah adalah manusia?"
Li terdiam, ia pun menatap Mi Ya "Tidak yang mulia, sebenarnya orang yang kita cintai lah kekuatan kita, entah itu manusia atau bukan"
"Tapi paman, kata Tea Na, tuan Tian Qing itu bilang jika manusia itu adalah simbol kelemahan bagi orang yang lemah dan kuat bagi yang berambisi"
Li pun menatap Yu Lan "Yang mulia, Tian menjawab nya karena dia memiliki ambisi yang kuat untuk mengalahkan musuh, coba dia menjawab dengan hati nya dan dia menemukan orang yang mampu melembutkan hatinya, maka akan berbeda"
__ADS_1
Pada akhirnya kesimpulan yang Yu Lan ambil adalah kekuatan yang ia cari ada pada keteguhan hati dan dukungan orang sekitar terutama orang yang di cintai nya.
"Aku mengerti paman, aku yakin dengan latihan yang akan kudapat dari paman ini setidaknya bisa membekali ku untuk menghadapi siluman ular itu"
Sedangkan di kerajaan api saat ini para prajurit merasa melihat ada sesuatu "Eh tadi malam, aku melihat sebuah cahaya"
"Kau lihat di mana?"
Sedangkan di sebuah ruangan Gou, Furkada dan juga Kang Fa muncul di sana.
"Haduh, untung saja tidak ada yang tahu kau menghilang Furkada" ucap Gou sambil menggaruk pelipis nya
"Apa kau bilang, tidak ada yang tahu, apa kau sadar haah, Bong Lu waktu itu juga ada di sana"
Dan dengan polos nya Gou pun menjawab
"Ya dia memang di sana, tapi dia tidak akan tahu aku lah yang membawa mu"
"Tapi Gou Ki, aku yakin dia pasti curiga, kalau aku tidak ada dalam kurun waktu 3 hari"
Mendengar itu Gou menyeringai "Apa kau yakin ini sudah 3 hari?"
Furkada mengerinyit "Maksud mu, ini tanggal berapa?"
__ADS_1
Gou tersenyum "Kau tahu, kita saat bertemu dengan Yu Lan berada di hutan terlarang, hutan itu sangat berbeda dengan dunia manusia pada umumnya"