
Tinggal lah Pangeran Incaru dan Wang Lee
"Kau tahu Wang, aku merasa bersalah pada ayahanda saat tahu ternyata dia melakukan ini demi adikku"
Wang yamg mendengar nya diam namun tetap setia mendengar apa yang di ucapkan Incaru
"Dia sudah menderita selama 10 tahun menyandang ini semua. Dan aku sebagai putra nya terus saja menyalahkan, tanpa tahu kebenaran yang sesungguhnya"
"Lalu, apa yang akan anda lakukan yang mulia, apakah anda akan meneruskan ini semua?"
Incaru terdiam sejenak, lalu menatap sang pengawal "Menurutmu, apakah aku harus melakukan ini atau tidak? Wang yang berhak menempati posisi putra mahkota adalah Yu Lan. Bukan aku"
Mendengar itu Wang terkejut
"Apa, yang mulia pangeran Yu Lan adalah putra mahkota yang sebenarnya?" tanya Wang memastikan
"Hn, dia lah anak ramalan itu"
Lalu Wang kembali bertanya kembali pada sang pangeran
"Apakah tuan Kang Fa mengetahui akan hal ini yang mulia?"
"Entahlah, aku tidak tahu" jawab Incaru datar
Saat itu seorang datang dan memberi hormat pada sang pangeran "Yang mulia, sudah saatnya. Yang mulia raja sudah menunggu"
Pangeran Incaru mengangguk, dan melangkah kan kaki menuju aula
"PANGERAN INCARU TELAH TIBA!!" ucap salah satu pengawal istana
Semua orang menatap takjub ke arahnya, namun ada seorang wanita yang tidak berkedip saat memandang sang pangeran. Kalian tahu siapa?
Ya, dia adalah Bai Ling yang terus menatap sang pangeran menuju tempat di mana letak singgasana kerajaan
Oh, ini yang namanya pangeran mahkota Incaru, ternyata dia sangat tampan sekali, benar apa yang dikatakan ayah kalau pangeran Incaru adalah pria tertampan di negeri ini.
__ADS_1
Padahal ada yang lebih tampan siapa lagi kalau bukan Yu Lan
Saat itu sang perdana menteri Bong Lu memberikan hormat pada sang pangeran
Tidak lama seorang kasim pun membacakan sebuah ritual di mana ritual pengesahan sebagai putra mahkota itu lah yang akan melindungi sang pangeran
Tidak lama keluar sebuah cahaya berwarna putih merasuk kedalam tubuh Incaru
"Kau tenang saja anak muda, sebelum putra mahkota yang sesungguhnya hadir, kau lah yang akan menggantikannya" ucap sebuah suara
Incaru yamg mendengar itu pun kembali bertanya walaupun itu dalam hati
"Sampai kapan aku bisa menahan ini" gumam Incaru
Suara itu kembali terdengar kembali
"Sampai adikmu Yu Lan mengetahui siapa dia sesungguhnya"
Setelah mendengar apa yang dikatakan suara gaib yang hanya di dengar oleh Incaru ia pun membuka matanya
"Ayahanda tenang saja aku baik baik saja"
Setelah itu sang kasim pun menyerahkan pedang kerajaan pada Incaru
"Dengan ini, saya selaku putra pertama dari raja Furkada akan membantu sang raja dalam menjalankan pemerintahan negara. Aku sebagai putra mahkota akan berusaha membantu memulihkan pemerintahan yang sempat terhambat dan aku mohon bantuan dari tuan tuan sekalian" ucapnya sambil membungkuk hormat
Setelah mengatakan itu seluruh tamu dan rakyat pun bersorak
"Hidup yang mulia putra mahkota Incaru!!" ucap mereka
Guru Rong yang melihat itu tersenyum "Semoga kau tidak seperti ayah mu itu yang mulia"
Furkada yang melihat sang putra kini sudah menjadi apa yang di inginkan, kini bahagia, namun tidak dengan hatinya
"Apakah sekarang lah waktu nya"
__ADS_1
Saat itu Bong Lu dan juga Wan Ha ibu dari Bai Ling pun menghampiri sang permaisuri Ming Xi
"Yang mulia permaisuri" ucap wanita itu sambil memberi hormat
Sedangkan Ming Xi mengangguk sebagai jawaban
"Selamat yang m mulia akhirnya putra mahkota berada di tangan yang tepat" ucapnya
"Apa maksud mu Wan Ha, memangnya apakah selama ini gelar itu tidak tepat?"
Mendengar pernyataan itu membuat wanita itu gelagapan "Bu bu kan begitu yang mulia, m maksud hamba..."
"Nyonya Wan Ha, aku tahu maksud mu"
Mendengar itu Wei Ha terdiam dan tetap tenang
"Ini hanya gelar, bagi ku putra ku Incaru atau pun Yu Lan mereka adalah putra kesayangan ku dan aku akan melindungi mereka dengan nyawa ku". sambil menatap tajam
Mendengar ucapan sang permaisuri Wan Ha terkejut
Apa aku salah dengar, permaisuri memiliki satu putra, siapa namanya tadi Yu Lan?
"Tunggu yang mulia, bukankah putra anda yang satu itu sudah meninggal?" Wan Ha mencoba memastikan apa yang di dengar nya barusan
"Menurut mu? Apakah benar jika putra ku meninggal?" malah Ming Xi balik bertanya
Wan Ha terdiam sang permaisuri kembali berkata
"Jangan terlalu mengonsumsi kabar yang tidak benar" ucapnya santai
Wan Ha terdiam dan kembali Ming Xi kembali berkata
"Jangan kau kira, kau bisa mengganggu keduanya, aku tahu niat busuk mu"
Degh
__ADS_1
Wan Ha pun terkejut akan ucapan sang permaisuri