Pangeran Dingin & Siluman Rubah

Pangeran Dingin & Siluman Rubah
Pernikahan dan penobatan raja ratu baru negeri Api


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu hari ini adalah hari di mana sang raja menyerahkan tahtanya pada sang putra yaitu Furkada dan hari ini juga sekaligus pernikahan untuk Furkada dan putri Ming Xi.


Dan saat ini Furkada sudah siap dengan pakaian kerajaan yang sangat mewah



"Tampan sekali putra ku ini" puji sang permaisuri Hun


"Nak apakah ini yang kau inginkan!" tanya sang ibu


Furkada terdiam, apakah ini yang di inginkan nya? Sebenarnya menikahi wanita yang paling di cintai tentu saja yang paling di inginkan, tetapi untuk mendapatkan gelar raja. Tidak pernah terpikirkan oleh nya, karena ia ingin mencintai Ming Xi dengan sepenuh hatinya bukan tuntutan harus memiliki seorang permaisuri.


"Ibunda, seharusnya kau bertanya pada Ming Xi, apakah dia sanggup mendampingi ku sebagai seorang raja negeri api"


Permaisuri Hun bingung dengan perkataan putra nya "Nak apa yang kau katakan, tentu saja putri mahkota akan terus mendampingi mu, dia akan selalu ada untuk mu"


Furkada menatap sang ibu " Ibunda aku tahu,. Ming Xi akan mendampingi ku dan menjalankan tugas nya dengan baik, tapi tentu saja sebagai permaisuri tidak selalu mendapatkan perhatian ku, dan aku takut membuat nya sedih"


Permaisuri Hun pun akhirnya paham


"Aku paham nak, memang benar kalau seorang raja tidak serta merta selalu ada untuk kita. Dia harus memprioritaskan rakyat nya terlebih dahulu"


"Benar ibunda, tapi aku takut kalau hal yang tidak ku ingin kan"


Sedangkan saat ini di kediaman Yue, Ming Xi sudah dengan pakaian kerajaan nya dengan rasa gugup dan takut Ming Xi selalu menarik nafas panjang


"Kenapa aku jadi takut begini, apa aku sanggup menjalankan tugas berat ini dewa, kanapa aku merasa khawatir"


Saat itu, sang dayang senior yang dipanggil ibu oleh Ming Xi pun tersenyum "Yang mulia pasti gugup kan?"


Ming Xi yang mendengar pun menoleh "Ibu"


"Ya yang mulia, ibu mengerti, memang tidak mudah menanggung beban sebagai istri dan sekaligus ibu negeri ini"


Ming Xi pun mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan oleh sang dayang senior


"Kita harus rela suami kita lebih memperhatikan rakyat terus bekerja siang dan malam. Seorang istri juga harus menjadi pendengar yang baik ketika suami lelah bekerja mengurus rakyat dan negara. Dan yang lebih terberat adalah " jeda sang dayang senior


"Apa itu ibu?" tanya Ming Xi penasaran


"Anda harus siap jika suatu saat sang raja memiliki seorang selir"


Degh


Mendengar itu Ming terdiam hatinya begitu kalut


Apakah aku sanggup berbagi jika Furkada di miliki wanita lain, selain aku?

__ADS_1



Tanpa sadar Ming Xi menetes kan air mata dan itu membuat sang dayang senior terkejut


"M maafkan aku yang mulia, tidak seharusnya aku berkata seperti itu" ucapnya bersalah


Sambil menghapus air matanya Ming Xi pun berusaha tersenyum


"Tidak, ibu hiks~ apa yang kau katakan memang benar aku harus mempersiapkan hatiku jika yang mulia nantinya memiliki wanita lain dan aku harus menerima itu"


Saat itu tidak lama sang permaisuri Hun pun datang dan melihat kearah Ming Xi


"cantik sekali putri ku ini"


Ming Xi pun membungkuk hormat "Yang mulia ibu"


Hun pun menghampiri putri mahkota "Nak ada apa, kau seperti nya habis menangis"


.Ming Xi menggeleng cepat "Tidak ibunda anda tahu ini adalah tangis bahagia"


Saat itu ayah dan ibu dari Ming Xi pun terkejut saat sang anak keluar dari istana Yue


"Lihat lah putri kita suami ku, dia begitu cantik"


"Benar istriku putri kita seperti bidadari" ucap sang jenderal.


"Yang mulia" mereka hendak berlutut namun


"Jangan ibu, ayah, bagaimana pun aku lah yang harus berlutut pada kalian, tolong beri aku restu kalian"


Ming Xi lah yang berlutut dihadapan orang tuanya, dan saat itu permaisuri Hun yang melihat pun merasa begitu takjub


"Aku tidak salah memilih mu nak sebagai pendamping putra ku, kelak kau akan menjadi ratu yang sangat bijaksana"


Tidak lama kemudian sang ibu pun "Berdiri lah nak, ayah dan ibu mu selalu mendoakan mu yang terbaik, dan restu restu kami menyertai mu"


Saat itu Ming Xi dan para dayang pun menuju mimbar pernikahan dan di sana terlihat putra mahkota Furkada begitu gagah dengan pakaian pernikahan kerajaan .


Furkada menatap kearah Ming Xi begitu juga Ming Xi menatap sang putra mahkota, mereka saling bertatapan.


...



...


Dan di sana juga yang mulia raja Sarta dan permaisuri Hun juga sudah ada di sana bersama dengan ibu suri agung

__ADS_1


"Yang mulia, lihat begitu tampan dan juga cantik nya putra kita dan putri mahkota Ming Xi"


"Benar ratu ku, tapi kau lah yang paling cantik di hatiku"



...Permaisuri Hun dan Raja Sarta...


Mendengar itu permaisuri Hun tersipu malu "Ternyata kau tidak pernah berubah ya yang mulia, bisa saja membuat ku tersipu" ucapnya pelan


Saat itu seorang pendeta pun melakukan sebuah ritual dan memercikkan air suci sambil berkata


"Dengan ini kalian sah menjadi suami dan istri"


Saat itu Raja Sarta pun tidak lama turun dan berkata


"Dengan ini, aku akan menyatakan bahwa tahta ku akan ku berikan pada putra mahkota Furkada Lan dan permaisuri Ming Xi, mereka berdua lah yang akan melanjutkan tahta ini, semoga dengan mereka yang menjadi pemimpin negeri ini. Rakyat menjadi makmur dan tidak ada lagi kesusahan maupun masalah di kerajaan maupun rakyat"


Saat itu Furkada yang berlutut menerima sebuah tongkat kerajaan.


Begitu juga permaisuri Hun menobatkan putri Ming Xi "Mulai dari sekarang kau lah ibu negeri ini, terus lah. berada di samping yang mulia bagaimana pun keadaan nya"


"Saya akan mengingat pesan yang mulia permaisuri Hun di dalam hati saya"


Saat itu Ming Xi pun berlutut dihadapan sang ibu suri agung "Permaisuri Ming Xi, aku tahu ini tidak mudah, tapi sebagai permaisuri kau harus menyiapkan hati, dan harus menerima apapun yang akan di lakukan oleh raja selanjutnya, walaupun itu berat tapi aku yakin kau mampu menyikapi nya dengan bijaksana"


Saat mengatakan itu Furkada dan Ming Xi saling bertatapan. Rasa khawatir kembali bergelayut di relung hatinya


Apakah kau benar benar mencintai ku yang mulia. Akankah aku juga akan merasakan rasa sakit seperti yang dikatakan ibu dayang?


Tanpa sadar air mata Ming Xi mengalir dan itu membuat Furkada dengan perlahan mengulurkan tangan dan menghapus air mata sang istri


"Jangan menangis"


Ming Xi mengangguk sebagai jawaban nya


Dan dari kejauhan Shin Tang dan Gou yang turut hadir pun tersenyum bahagia


"Ternyata mereka bersatu juga"


"Benar, istri ku, semoga mereka selalu bahagia"


Saat ia tersenyum tiba tiba senyuman itu luntur saat ia melihat sekilas sekilas tentang kehidupan rumah tangga Furkada dan Ming Xi


"Suamiku" panggil nya


"Ada apa sayang?"

__ADS_1


Apa yang dilihat oleh Shin Tang??


__ADS_2