Pangeran Dingin & Siluman Rubah

Pangeran Dingin & Siluman Rubah
Ungkapan cinta Sang Pemimpin kepada Mi Ya


__ADS_3

Li tersenyum mendengar pertanyaan gadis itu, sedangkan Mi Ya bingung melihat pria itu malah tersenyum


"Tuan, kenapa anda di tanya malah tersenyum, apakah ada yang lucu?"


"Mi Ya, selama aku hidup tidak ada satu wanita pun yang bisa menggerakkan hati ini. Tapi saat aku melihat mu entah kenapa ada rasa aneh yang menjalar di hati ku, perasaan ingin memiliki"


Mi Ya terdiam dan terus mendengarkan apa yang ingin dikatakan pria itu kepadanya


"Kata raja rubah perasaan itu adalah perasaan cinta, tapi apakah aku berhak merasakan itu? Akankah gadis itu mau menerima ku yang seperti ini?"


Degh!


Mendengar itu membuat hati Mi Ya teriris


Apakah tuan Li sudah memiliki wanita impian nya, apakah perasaan perhatian yang tadi dia lakukan hanyalah formalitas saja


Tanpa sadar air mata Mi Ya menetes dan itu terlihat oleh Li


.


🌺 Flashback end 🌺


Mendengar cerita dari Mi Ya, Tea Na dapat menyimpulkan kalau kedua nya saling mencintai, hanya saja di antara mereka belum ada yang berani mengutarakan nya


"Mi Ya, aku ingin bertanya pada mu" mendengar itu Mi Ya menatap Tea Na


"Silahkan putri"


Dengan tatapan serius Tea Na pun "Apa kau tidak ada rasa dengan paman Li?"


Mendengar pertemuan itu Mi Ya menunduk


"Diam mu itu, menunjukkan semuanya Mi Ya, kau itu menyukai paman Li"


"Putri, kau.. aku .." Mi Ya tidak bisa berkata kata karena apa yang dikatakan Tea Na itu benar


Sedangkan saat ini ditempat yang berbeda Gou, Kang Fa dan Rong sedangkan menginterogasi Sang pemimpin

__ADS_1


"Li, bagaimana apakah kau melakukan apa yang aku sarankan?"


Rong dan Kang Fa menatap penuh tanya ke arah Gou "Kau memberikan saran apa yang mulia?"


"Jangan bilang kau memberikan saran yang aneh yang mulia?" ucap Rong tersenyum remeh


"Enak saja, aku ini pakar nya dalam percintaan" ucap Gou bangga


Mendengar itu membuat Furkada dan Rong memutar bola matanya malas


"Aku tidak mengatakan itu Gou tapi aku langsung menyatakan cinta ku"


Mendengar itu membuat ketiga pria itu takjub


"Wah gentle sekali sahabat kita ini" puji Rong


"Lalu apa jawaban gadis itu?" tanya Kang Fa penasaran, yang lain juga sangat penasaran apa jawaban yang gadis itu


"Dia seperti nya tidak menyukai ku" ucap Li pelan


Keempat orang itu langsung menoleh kearah asal muasal suara itu


"Putra ku, apa yang kau katakan nak, apakah kau tahu sesuatu tentang hubungan tuan Li dan nona Mi Ya?"


"Iya ayahanda" ucap pria yang tidak lain adalah Yu Lan


Li menatap dan bertanya "Apa kau tahu tentang Mi Ya yang mulia pangeran?"


"Tuan, kau harus berani mengutarakan perasaan mu secara tulus dan buktikan jika kau benar benar mencintai nona Mi Ya, karena tadi aku tidak sengaja mencuri dengar saat istri ku berbicara dengan nona Mi Ya"


Kang Fa pun bertanya "Apa yang kau dengar nak?"


Yu Lan tersenyum sambil menatap Li "Lebih baik tuan yang cari tahu sendiri, bukankah kau menganggap dia istri mu kan? Buktikan itu"


Kembali ke Tea Na dan Mi Ya "Aku tahu sebagai wanita terkadang malu untuk mengungkapkan cinta terlebih dahulu, tapi apa salahnya jika kau berani mengungkapkan nya lebih dahulu"


"Anda benar putri, tapi aku sadar di mana posisi ku, aku hanya seorang pelayan untuk tuan Li"

__ADS_1


"Mi Ya cinta yang murni tidak akan pernah salah, aku juga dulu pernah merasakan hal yang sama, aku mengira jika tidak ada laki laki yang mau dengan ku yang memiliki ketakutan terhadap laki laki. Tapi semua terpatahkan oleh kedatangan pria yang mau menerima ku apa adanya" sambil menatap seorang pria yang berdiri tidak jauh dari tempat mereka berada


Mi Ya tersenyum "Anda sangat beruntung putri"


"Kau benar" ucapan nya langsung di sela cepat


"Aku lah yang beruntung, aku lah yang beruntung mendapatkan Na Na"


Mendengar suara itu membuat kedua wanita itu terkejut "Suami ku"


Sedangkan Mi Ya langsung berdiri dan membungkuk hormat


"Aku beruntung bisa bertemu dengan mu, kau yang menyadarkan arti cinta yang sebenarnya"


Mendengar itu Tea Na tersenyum dan menunduk "Tapi bagi ku anda adalah orang yang paling saya cintai karena anda mau menerima ku apa adanya"


Saat itu seorang pria berambut putih menatap kearah Mi Ya dan terlihat oleh Yu Lan


"Dan lihat nona, seorang pria datang untuk menemui mu" Mi Ya pun menoleh dan terlihat seorang pria tersenyum kearah nya


"Kemari lah tuan Li" ucap sang pangeran


Tuan Li pun berjalan menghampiri Mi Ya


"Aku ingin berbicara sesuatu padamu Mi Ya"


Mi Ya pun menatap penuh tanya


Sedangkan Yu Lan yang mengerti pun langsung mengajak Tea Na untuk pergi


"Istri ku seperti nya kita harus pergi"


Mendengar itu Tea Na mengangguk "Baik lah suami ku"


Tea Na menatap kearah Mi Ya "Sekarang lah saat nya Mi Ya, katakan lah yang sebenarnya nya, ungkapan apa yang kau rasakan selama ini" ucap Tea Na


Sedangkan Yu Lan menggeleng melihat betapa semangat nya istri nya ini mempersatukan mereka berdua

__ADS_1


__ADS_2