Pangeran Dingin & Siluman Rubah

Pangeran Dingin & Siluman Rubah
Malu Tapi Mau (Yu Lan dan Tea Na)


__ADS_3

Akhirnya Yu Lan dan Tea Na sah menjadi suami dan istri dan itu membuat kedua raja dan kedua ratu itu tersenyum bahagia


Namun senyuman Ming Xi lenyap saat melihat suami nya ada di sana.


Dan itu di sadari oleh Tea Na dan juga Yu Lan "Seperti nya ibu mertua masih marah pada ayahanda mu tuan eh maksud ku suami ku" sambil menunduk malu


Mendengar Tea Na yang salah dan malu malu memanggil nya Yu Lan tersenyum


"Nanti kau akan terbiasa memanggil ku seperti itu istri ku"


Tea Na menatap dengan pandangan terkejut dan tidak lama tersenyum "Seperti nya anda lah yang sangat lihai memanggil ku dengan sebutan istri ku" sambil melirik Yu Lan


"Jelas, aku sangat lihai" membanggakan diri


"Kau tahu, padahal aku ingin kau memanggilku dengan sayang" ucapnya sedikit kecewa


Mendengar itu Tea Na langsung menatap ke arah lain


"A apa, kau bilang kau ingin di panggil sayang" dengan gugup dan pipi yang merona


Yu Lan dengan polosnya mengangguk "Hm iya, karena itu tandanya tidak ada jarak di antara kita sayang, kau tidak menganggap ku seorang pangeran begitu juga aku yang tidak menganggap mu putri"


"Tapi kan jika aku memanggil mu seperti itu dihadapan banyak orang seperti ini kan malu" Tea Na berkata sangat pelan sambil menunduk kan wajah nya


"Hahaha kenapa harus malu" dan saat mendengar suara tawa Yu Lan membuat semua yang ada fi sana terkejut


"Ada apa nak, kenapa kau tertawa?" tanya Gou


Sebelum Yu Lan yang menjawab Tea Na


langsung menyela. "T tidak ada kok, a ayah"


Namun Gou yang tahu akan sikap sang anak menatap menyelidik "Apakah kalian sudah tidak sabar ya?"


Mendengar itu, Tea Na pun. menunduk sedangkan Yu Lan tersenyum


"Apa yang kau maksud ayahanda, aku tidak mengerti"


"Hahaha kau itu nak sangat lugu, seperti nya menantu ku ini akan mengajari mu dengan baik"


Dan setelah mengatakan itu Gou pun menghampiri sahabat nya "Sudah saat nya istri mu tahu kebenaran nya, dan seharusnya Incaru juga ada di sini kan, tapi dia saat itu tidak bersama mu jadi aku tidak bisa membawa nya kemari" sesal Gou

__ADS_1


"Tidak apa Gou, aku yakin dia akan mengerti, karena saat ini Incaru sedang diawasi Bong Lu"


Memang benar saat ini Incaru sedang bersama pengawal pribadi nya


"Wang, kenapa sejak tadi pagi aku tidak melihat ibunda dan juga ayahanda"


"Anda benar yang mulia, saya juga tidak melihat tuan penasehat"


Saat itu perdana menteri sedang berdiri di luar ruangan di mana Furkada berada dan saat itu Incaru yang melihat pun menatap bingung


"Bukankah itu adalah perdana menteri, kenapa dia ada di sini?"


"Itu lah yang menjadi pertanyaan saya yang mulia, sejak tadi dia berdiri disana"


Saat ini Bong Lu masih berusaha menguping pembicaraan yang ada di dalam, namun sebenarnya Furkada dan Gou sudah tidak ada disana


"Kenapa aku tidak mendengar apa pun, padahal jelas jelas aku mendengar yang mulia Furkada berbicara dengan seseorang, tapi" pria itu bingung dengan sendirinya


Sedangkan Incaru dan Wang melihat ada gelagat aneh pada Bong Lu


"Wang, bukan kah ini adalah ruangan yang mulia raja, kenapa pria itu dari tadi berdiri di sana?"


"Menguping, padahal ayahanda tidak ada di dalam, ibunda juga sejak tadi pagi juga pergi entah kemana" jelas Incaru


Mendengar penuturan dari Incaru, Wang yakin ada yang tidak beres dengan pria itu


"Aku curiga, kalau dia akan berbuat sesuatu Wang. Ayo kita hampiri"


"Baik yang mulia" saat itu mereka berjalan dengan santai "Tuan perdana menteri, apa yang kau lakukan di sana?"


Degh!


Betapa terkejut Bong Lu saat mendengar suara Incaru yang memergoki nya berada di depan ruangan sang raja


"Em.. aku .. itu.." terlihat jika pria itu begitu gugup saat hendak menjawab


"Ada apa tuan, kau terlihat ketakutan" Incaru mendekati Bong Lu dan membuat pria itu sedikit mundur kan langkah nya


"T ti dak yang mulia, aku sebenarnya ingin menemui yang mulia Furkada dan saat saya ketuk pintu ini tidak ada sahutan. Apakah anda tahu di mana beliau?"


Incaru tersenyum sambil berkata "Saya saja sedang mencari nya, bagaimana saya tahu di mana ayahanda"

__ADS_1


Bong Lu mengangguk mengerti "Baik lah jika anda juga tidak tahu kalau begitu, saya undur diri masih ada pekerjaan yang harus saya urus"


Incaru mengangguk "Silahkan"


Setelah mengatakan itu Bong Lu pergi.


Wang yang melihat itu bingung akan sikap sang pangeran. "Yang mulia, kenapa anda diam saja, anda pasti tahu kalau dia itu punya niat yang tidak baik"


"Kau benar Wang, dia memang memiliki niat buruk, tapi kita tidak memiliki bukti akan hal itu" sambil menatap kearah lain


"Aku tidak tahu di mana sekarang Yu Lan berada"


Semoga kau baik baik saja adikku


Saat itu acara pernikahan sudah selesai Yu Lan dan Tea Na berada di kamar mereka, namun raut wajah Tea Na sangat gugup, karena mau tidak mau hari ini, atau tepat nya malam ini ia dan sang pangeran akan melakukan ritual yang sangat sakral


"Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan, kenapa aku gugup sekali"


Dan tidak lama Yu Lan pun menghampiri sang istri


"Sayang, kenapa kau berdiri di sini, apakah kau tidak lelah?"


"Tu eh maksud ku suamiku, a aku aku.." Tea Na tidak dapat melanjutkan ucapannya


"Aku mengerti, jika kau masih takut kita akan menundanya" Yu Lan mencoba mengerti situasi istri nya itu.


Karena bagi Tea Na ini adalah pertama kali begitu juga dengan dirinya


"Suamiku, bukan begitu" sambil menarik lengan sang pangeran


"Lalu, kenapa kau terlihat seperti menghindar?"


Sambil menunduk dan tidak berani menatap Na Na berkata sangat pelan "Aku tidak menolak, jika kau meminta nya"


Mendengar itu seakan mendapatkan lampu hijau dari Tea Na tentu saja hal yang tidak akan di sia siakan oleh Yu Lan


"Kau yakin istri ku?"


Saat itu dibalik pintu ternyata ada 3 orang sedang berada di balik pintu kamar pengantin baru itu


Siapakah mereka??

__ADS_1


__ADS_2