
Dengan tatapan dingin Bong Lu pun mendekati wanita arogan itu sambil berkata "Wan Ha, apa kau lupa haah, aku adalah siluman ular, dan kau itu lah hanya manusia lemah!" hinanya
Dengan tatapan tidak percaya Wan Ha pun berkata
"Apakah kau lupa, kau meminta ku untuk menikah dengan mu dengan tujuan ingin menjatuhkan Furkada! Dan sekarang lihat kau berani menghinaku!"
Wan Ha tidak terima atas ucapan suaminya itu. ."Ya aku memang ingin menikah dengan mu, kau tahu semua ku lakukan hanya untuk denda!"
Sambil mendekat kearah wanita itu Bong Lu pun melanjutkan ucapannya
"Kau juga menyetujui ini karena kau ingin hubungan Furkada dan Ming Xi hancur kan?"
"Jadi jangan banyak bertingkah kau!"
Setelah mengatakan itu Bong Lu pun pergi
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mendengar percakapan kedua nya
"Jadi benar pernikahan karena kesepakatan, yang mulia harus tahu akan hal ini"
Setelah mengatakan itu ia pun pergi
Saat itu Ming Xi sudah berada di dalam sebuah kamar, ia memikirkan apa yang di katakan oleh sang suami
"Apa yang dikatakan suami ku ada benarnya" sambil menatap dinding dikamar itu
"Dinding ini memiliki telinga, aku yakin kabar itu sudah menyebar"
Sedangkan ditempat lain seorang pria muda sedang berlatih dengan pedang dengan begitu semangat dan itu membuat sang pelatih yang tidak lain adalah Rong pun tersenyum "Seperti nya yang mulia begitu semangat hari ini"
Mendengar itu Incaru tersenyum sambil tetap melawan serangan demi serangan yamg di lancar kan Rong
Sriinggg
Traang
"Kau benar guru, aku sangat bahagia"
Rong pun penasaran apa yang membuat sang pangeran begitu bahagia
"Jika boleh hamba tahu, apa yang membuat anda begitu bahagia yang mulia?"
Incaru pun menyarungkan pedang nya dan dia pun berkata
"Kau tahu guru, ayahanda akan membawa Yu Lan ke istana, dan aku yakin ayahanda pasti akan menerima adikku"
Mendengar itu Rong pun sebenarnya tidak terlalu mempercayai karena dia tahu jika Furkada adalah raja yang sangat ambisius dan keinginan sangat teguh untuk menjadi kan Incaru sebagai putra mahkota.
Melihat keterdiaman sang guru, Incaru pun menatap pria penuh tanya
Apakah guru tidak mempercayai kata kataku, ya memang sih ayah sudah begitu keji terhadap adikku , dia hampir membunuh adikku, tapi apa salahnya jika aku sedikit mempercayai nya
__ADS_1
Incaru pun menghampiri sang guru dan menepuk pelan pundak nya "Guru, ada apa?"
Rong pun sedikit tersentak namun tidak lama menggeleng, sebenarnya ia kurang percaya akan ucapan sang pangeran akan tetapi dia untuk berpikiran positif mungkin saja sang raja telah berubah.
"Guru, aku tahu, kau mungkin tidak percaya akan kata kata ku, tapi aku mendengar ini dari permaisuri Ming Xi sendiri, dan aku yakin ibunda tidak pernah berbohong"
Mendengar itu Rong pun tersenyum
"Yang mulia, anda tenang saja aku percaya dengan ucapan mu" sambil menatap kearah lain
Rong pun melanjutkan ucapannya "Hanya saja, aku takut jika yang mulia Yu Lan tidak ingin di bawa ke istana"
Incaru pun memikirkan hal itu dia pun bertanya tanya akankah dia mau di bawa ke istana
"Kau benar paman, apakah Yu Lan akan bersedia di bawa ke istana?"
...💫💫💫💫...
Sedangkan di tempat yang berbeda seorang pria dengan pakaian hitam muncul di hadapan Bong Lu, tetapi sebelum itu
"Sialan sekali wanita itu, seharusnya aku tidak membantu nya! Lihat saja apa yang akan ku lakukan dengan mu wanita sombong" ucapnya sambil menyeringai.
Tidak lama orang itu pun "Maaf tuan saya mengganggu anda"
Mendengar itu Bong Lu menatap datar dan langsung bertanya "Kenapa kau bisa ada di sini? Kau tahu kan bisa saja ada mata mata lain yang mengawasi pertemuan kita ini"
"Ya tuan, tetapi ada berita yang pasti membuat anda sangat terkejut"
Mendengar itu dengan tatapan tajam Bong Lu pun kembali bertanya
Orang itu pun terdiam sejenak dan tidak lama ia pun mulai menceritakan apa yang ia dengar
"Tuan, saya dengar jika yang mulia Furkada akan membawa pangeran bungsu ke istana"
Degh
"Apa yang kau katakan haah! Pangeran bungsu? Siapa dia?!" tanyanya tercengang sekaligus terkejut
"Dan kau, mendapatkan informasi dari mana?"
Sang mata mata pun menatap kearah sang tuan dan mengatakan
"Saya mendapatkan informasi ini dari raja langsung"
"Apa! Mustahil, bukankah saat itu raja Furkada membunuh putra bungsu nya, kenapa dia bilang akan membawa nya kembali!" ucapnya tidak percaya dengan apa yang mata mata itu katakan
"Dari mana dia tahu, apa jangan jangan raja tolol itu hanya berpura-pura saat itu?" tanyanya pelan
Sambil mengingat ingat kejadian 20 tahun silam
dimana Furkada ingin membunuh Yu Lan
__ADS_1
"Yang mulia! Jangan ku mohon jangan lakukan itu!" ucap Ming Xi memohon
Sedangkan Furkada saat itu sedang menggendong bayi yamg baru lahir
"Tidak Permaisuri! Kau harus merelakan nya!"
Dengan tatapan tidak percaya merelakan? Kau bilang aku harus merelakan haha" sambil tertawa pahit
"Dengar ini Furkada lebih baik kau bunuh aku sekarang!"
Mendengar itu Furkada pun tercengang
"Ming Xi! Apa yang kau katakan haah, kau tahu aku sangat mencintai mu"
Mendengar kata cinta yang di ucapkan oleh laki laki itu Ming Xi tertawa hambar
"Apa kau bilang, kau mencintaiku? Lalu apa ini! Kau ingin membunuh putra kita hiks~"
Saat itu Bong Lu mendengar sangat jelas jika Furkada hendak membunuh sang putra bungsu
Kembali ke masa di mana Yu Lan berusia 20 tahun
"Kau cepat cari tahu siapa yang di duga pangeran bungsu yang mulia"
Sang mata mata pun mengangguk dan kemudian dia langsung pergi
"Sial, si raja tolol itu sudah mulai bertindak!'
Sedangkan saat ini Kang Fa bersama dengan istri nya yaitu Wei La
"Sayang mungkin sudah saatnya kita menyerahkan Yu pada kedua orang tuanya"
Mendengar itu Wei La pun menatap sang suami dengan pandangan berkaca kaca
"Harus kah kita menyerahkan nya, suami ku aku sudah menganggap nya sebagai putra kandung ku. Apakah kau tega melakukan ini?"
Kang Fa pun sebenarnya tidak tega memudahkan istri nya dengan Yu Lan, tapi sang raja sudah meminta untuk mempertemukan dirinya dengan sang putra bungsu.
Saat itu Yu Lan yang sedang duduk pun merasa kehadiran sang ayah
"Apa ayah akan menyerahkan aku pada laki laki yang hampir membunuh ku?"
Ucapan pemuda itu membuat Kang Fa terdiam,
"Nak, kau tidak tahu yang sebenarnya"
Dengan tatapan tidak percaya Yu Lan pun membalas ucapan sang ayah
"Tidak tahu, Ya! Aku tidak tahu, aku memang bodoh! Tapi aku bukan barang yang bisa kau serahkan begitu saja ayah!"
Kang Fa sangat memahami apa yang dirasa sang putra
__ADS_1
"Nak bagaimana jika yang mulia Ming Xi yang meminta mu untuk kembali ke istana?"
Degh!