Pangeran Dingin & Siluman Rubah

Pangeran Dingin & Siluman Rubah
Ambisi seorang Bong Lu


__ADS_3

Saat ini sang permaisuri sudah sampai di istana dan para dayang pun menyambut nya


"Yang mulia, akhirnya anda kembali"


Ming Xi mengangguk sambil menatap sekitar. "Apa yang mulia mengetahui aku pergi"


saat sang dayang hendak menjawab ternyata terdengar sebuah suara "Habis dari mana kau permaisuri ku?"


Mendengar suara itu Ming Xi menoleh


"Dari mana aku pergi, bukankah anda sudah tahu yang mulia?"


Furkada diam sambil menatap tajam wanita yang sudah bertahun tahun menemaninya itu


"Ya aku tahu, tapi aku ingin tahu dari mulut mu itu kau jujur atau tidak"


Mendengar ucapan sang raja Ming Xi pun menatap "Apa yang ingin anda tahu dari ku yang mulia, apakah anda ingin tahu saya habis dari mana?"


Furkada diam sambil menunggu apa yang akan di ucapkan oleh Ming Xi


"Ya! yang mulia aku memang ke rumah penasehat, aku ingin melihat keadaan putra ku"


"Bukankah aku sudah bilang jangan pernah temui dia, kenapa kau masih membangkang!"


"Yang mulia! Aku adalah seorang ibu! Aku ingin menyusui putra ku! dan kau". jedanya


"Dan kau dengan tidak berperasaan memisahkan aku dengan Yu Lan. Di mana hati nurani mu haah, Dimana! hiks"


Ming Xi kembali menangis "Kau tahu hiks, kau juga membuat Incaru terpisah dari adiknya hanya karena ego mu!"


Tidak lama Incaru datang "Ayahanda, kenapa kau selalu membuat ibu menangis"


Furkada menatap tajam "Incaru, kau tidak perlu ikut campur!"


"Aku berhak ayah!! sela nya cepat "Ayahanda melukai ibunda sama saja melukai perasaan ku!"


Ming Xi yang mendengar itu pun mencoba menghentikan amarah sang putra


"Sudah lah nak kau tidak boleh melawan ayahmu"


"Ibunda, aku tidak pernah melawannya, tapi semenjak aku di pisahkan dari adikku, seakan pria dihadapan ku bukan ayahanda"

__ADS_1


Furkada tercengang akan ucapan putra kesayangannya itu


"Incaru! Apa yang kau katakan nak"


"Apakah ada yang salah dengan apa yang ku ucapkan yang. mulia!"


Setelah mengatakan itu Incaru pun pergi


Sepeninggal Incaru Furkada menatap tajam Ming Xi "Kau lihat, dia sudah berani menentang ku, dan itu karena siapa, karena anak sial itu!"


"CUKUP!!! cukup yang. mulia kau boleh menghinaku. tapi jangan putra ku!"


Ming Xi pun meninggalkan Furkada seorang diri


"Maafkan aku Ming Xi, aku terpaksa melakukan ini, agar orang itu tidak mengambilnya dari kita"


Sedangkan ditempat lain seorang pria menatap tajam seorang gadis


"Kau harus bisa menikah dengan orang yang bergelar putra mahkota itu!"


"Kenapa , harus sampai menikah sih"


Sambil menatap tajam gadis itu "Kau itu bodoh haah, Apa kau lupa ramalan orang itu kalau anak ramalan. itu bisa membuat kita hidup abadi"


"Padahal ayah sudah hidup ribuan tahun, tapi masih saja takut dengan kaum siluman rubah" ucapnya pelan.



...Bai Ling...


"Bai Ling! Apa yang kau katakan tadi! Takut pada siluman rubah?"


"Benarkan, ayah takut pada kaum siluman rubah"


Bong Lu, nama pria itu kini sedang berdebat dengan sang anak gadis nya yang bernama Bai Ling


"Pokoknya ayah tidak mau tahu, kau akan menikah dengan putra mahkota Incaru" ucapnya tegas


Mendengar ucapan tegas dari sang ayah Bai Ling mau tidak mau menyetujui nya namun


"Baiklah aku akan menikah dengan pangeran Incaru, tapi aku ingin menjadi penguasa di kerajaan itu"

__ADS_1


Bong Lu menyeringai "Itulah yang ayah ingin kan anakku, kau akan menjadi seorang ratu dari negeri api dan lebih bagus kau menjadi ibu dari raja selanjutnya"


Degh


"A- apa yang kau bilang ayah melahirkan seorang anak?" memastikan apa yang ia dengar


Saat itu seorang wanita menghampiri keduanya


"Iya dong sayang, kamu harus bisa melahirkan anak untuk pangeran Incaru. Apa lagi jika kau mampu melahirkan seorang putra, sudah dipastikan kau akan menjadi ibu suri dari raja selanjutnya


"Benar apa yang dikatakan ibu mu, sayang dengan begitu kita pelan pelan bisa menguasai negeri api"


Bai Ling pun mengangguk "Baik lah ayah akan ku buat Incaru bertekuk lutut padaku"


"Bagus putri ku, buktikan padaku kau sangat berguna untuk ku"


"Ayo cepat sarapan, bukankah kau hari ini ada pertemuan dengan yang mulia Furkada"


Bong mengangguk kemudian mulai meminum teh buatan sang istri dan memulai sarapan nya bersama


"Oh iya sayang, kau belum pernah bertemu dengan pangeran Incaru?"


Bai Ling menggeleng


"Pangeran Incaru itu pemuda yang sangat berbakat, kau tahu dia sangat ahli memanah, beliau juga sangat tampan" jelas sang ibu


Mendengar penjelasan sang ibu membuat Bai penasaran. "apakah setampan itu ibu?"


"Iya nak, aku yakin kau tidak akan menyesal"


Bai Ling terdiam, sebenarnya hatinya tertambat pada pria lain namun sang ayah tidak menyetujui hubungan itu di karena pemuda yang di sukai adalah pemuda dari kalangan biasa


Sedangkan di kediaman penasehat Kang, Wei saat ini sedang memangku Yu Lan yang sedang tertidur


"Nak, kasihan sekali nasib mu, kau adalah seorang pangeran, tapi ayah mu tidak mengakui kehadiran


mu"



Sambil menatap penuh kasih Wei La pun mendekap bayi itu, namun ia menatap sebuah tanda yang ada di bahu kanan Yu Lan kecil

__ADS_1


"Ini apa" sambil membuka sedikit pakaian yang dikenakan bayi itu namun


"Astaga!"


__ADS_2