Pangeran Dingin & Siluman Rubah

Pangeran Dingin & Siluman Rubah
13


__ADS_3

Melihat pemuda itu berlutut dihadapannya membuat gadis itu tidak nyaman


"Tuan, apa yang anda lakukan?" tanyanya tidak mengerti


Sedangkan Yu Lan masih diam dengan tatapan yang tidak pernah beralih dari Na Na


"Na Na, apa yang dikatakan nenek mu itu benar, aku dan beliau pernah bertemu sebelumnya. Saat itu aku sedang melakukan kunjungan disebuah desa yang terkena banjir"


Na Na mendengar dengan sungguh sungguh apa yang dikatakan oleh Yu Lan


"Saat itu aku sedang memeriksa keadaan di sana dengan beberapa para prajurit. Kau pasti dengar bukan jika ada seorang pangeran datang ke desa itu"


Na Na mengangguk sebagai jawabannya


"Kau tahu, siapa pangeran itu?"


Na Na menggeleng sebagai jawabannya. Namun Na. Na pun berkata "Apakah itu anda tuan?" Apakah kau pangeran?"


Yu Lan pun mengangguk perlahan


"Yaa Na Na, aku adalah pangeran Yu Lan dari kerajaan api"


Mendengar itu Na Na pun langsung menunduk


Melihat keterdiaman Na Na membuat Yu Lan berfikir jika gadis di sampingnya ini akan menjauhinya


"Jadi apa yang dikatakan oleh nenek benar, jika anda memang seorang pangeran?" tanyanya memastikan


Yu Lan pun mengangguk


Tiba tiba gadis itu langsung berlutut dihadapannya


BRUUKK


Dan itu sontak membuat membuat Yu Lan terkejut


"M- ma- af kan aku yang tidak tahu jika anda adalah pangeran Negeri Api Mong Yu Lan itu"


"Kau tahu nama ku Na Na?" tanyanya heran


Na Na mengangguk dan berkata


"Ya saya tahu, karena 2 minggu yang lalu nenek bercerita kepada ku yang mulia"


Yu Lan terkejut mendengar gadis yang sudah menarik hatinya itu merubah panggilan nya


"Kenapa?"

__ADS_1


Na Na menatap bingung. "Kenapa apanya yang mulia?"


Sambil menatap tajam ke arah gadis itu


"Kenapa kau merubah panggilan mu padaku Na Na?"


Na Na pun menunduk tidak berani menatap mata pemuda tampan yang sudah lancang masuk kedalam hatinya sejak lama.


"Apa karena kau. sudah tahu, jika aku seorang pangeran?"


Na Na masih diam tak menjawab


"Inilah yang aku tidak suka, saat kau mengetahui identitas ku yang sebenarnya, sikap mu akan berubah pada ku, kau akan memposisikan aku sebagai seorang pangeran yang tidak memiliki hati"


Mendengar ucapan itu Na Na menggeleng cepat


"Tidak yang mulia, saya tidak pernah berpikiran seperti itu. Sungguh. Saya hanya tidak enak selalu bersikap tidak sopan pada anda"


Yu Lan pun menatap lembut kearah Na Na, tatapan itu tidak pernah ditunjukkan pada siapapun


"Na Na, tatap aku"


mendengar itu dengan perlahan Na Na menatap kearah Yu Lan dan kini mereka saling bertatapan


"Kau tahu, aku lebih suka kau bersikap apa adanya Na Na, karena itu menunjukkan bahwa kau tidak memandang ku sebagai seorang pangeran tidak ada pembatas di antara kita. Dan kau tahu aku suka sifat asli mu ini" puji Yu Lan


Namun tidak lama Yu Lan membuka suara nya


"Na Na, bolehkah aku bertanya sesuatu pada mu ?"


Mendengar itu Na Na pun mengangguk


"Sebenarnya aku sangat penasaran, kau tahu saat aku datang ke sebuah desa yang terkena dampak banjir, aku melihat sebuah gubuk, kau tahu gubuk itu tidak terkena air sedikit pun"


Na Na yang mendengar itu tetap diam


Yu Lan pun melanjutkan ucapannya


"Gubuk itu sangat mirip dengan gubuk mu ini"


"Benarkah yang mulia eh maksud ku tuan?"


Yu Lan mengangguk


"Tapi sepertinya, gubuk itu tidak berpenghuni"


Mereka pun kembali terdiam

__ADS_1


"Na Na" tiba tiba Yu Lan memanggil


"Ya tuan"


Dengan menarik nafas panjang Yu Lan pun bertanya


"Aku ingin meminta penjelasan soal hutan terlarang itu"


Na Na yang mendengar itu pun kembali menunduk


"Memangnya apa yang ingin anda ketahui tentang hutan itu tuan?"


"Kau bilang jika tidak ada manusia yang berani memasuki hutan ini, lalu kenapa aku bisa masuk, katakan lah Na Na?" tanyanya lagi


"Tuan, saya akan mengatakan nya, tapi saya mohon anda dengar kan baik baik apa yang saya katakan" ucap Na Na


Yu Lan pun mengangguk mantap


Na Na pun mulai menceritakan semuanya kepada pemuda itu


"Kau tahu tuan, kenapa hutang itu di katakan terlarang?"


Yu Lan menggeleng pelan


"Karena siapa pun yang masuk ke dalamnya dia tidak akan bisa kembali lagi"


Yu Lan pun bertanya "Bukankah kau bilang itu hanya mitos. Apakah kau berbohong padaku?"


Na Na menggeleng "Aku tidak bermaksud ingin berbohong tuan, tapi saat kau bilang kau adalah seorang pangeran aku sangat penasaran"


"Penasaran, penasaran kenapa?" tanya Yu Lan mengerinyit heran


"Mengapa anda bisa masuk ke hutan ini, ya aku tahu kau memang saat itu sedang terluka parah. Tapi tuan, memangnya kau dikejar siapa?" tanya gadis itu beruntun


"Aku dikejar oleh para prajurit suruhan ayahku. Mereka ingin membawa paksa diriku ke istana" ucapnya Yu Lan


"Apakah mereka tidak bisa meminta anda secara baik bai tuan, tanpa harus memaksa mu?"


Yu Lan pun menghela nafas kemudian menjawab


"Walaupun mereka meminta secara baik baik pun, aku akan tetap menolak. Kau tahu kenapa?"


Na Na menggeleng tidak tahu


"Karena mereka (kedua orang tua Yu Lan ) akan mengurung ku padahal aku hanya pajangan untuk mereka"


Sungguh berat, hidup mu pangeran Yu Lan

__ADS_1


__ADS_2