
"Aku tidak bisa menjadi raja Gou Ki"
Degh
Mendengar orang itu menyebut namanya Gou Ki terkejut "Kau tahu nama ku, tuan?"
Orang berembun putih tersenyum dan mengangguk
"Kau percaya reinkarnasi?"
Gou Ki mengangguk "Ya aku percaya, tapi aku tidak tahu apakah itu benar"
Orang itu kembali berkata "Kau tahu menjadi raja alam semesta bukan lah keahlian ku, tapi aku yakin kau lah orang yang tepat untuk menduduki posisi ini"
"Kenapa anda Begitu yakin tuan, jika aku mampu menjadi raja, lalu bagaimana dengan kerajaan ku?"
Sambil menepuk pundak Gou Ki, di saat itu lah ia melihat sesuatu yang belum ia lihat di mana ia melihat sebuah kerajaan yang begitu indah dan di sana juga terdapat sebuah singgah sana yang sangat mewah
"Tempat apa ini, ini bukan kerajaan rubah"
"Memang bukan" ucap pria itu
"Lalu ini di mana, dan kenapa kau membawa ku ketempat ini?" tanya Gou Ki bingung
"Gou Ki kau tahu aku ini membawa mu kemari untuk memperkenalkan kerajaan yang akan kau pimpin"
"A apa!" terkejut dengan apa yang ia dengar, apa telinga nya ini masih waras?
Ya tentu saja, karena orang yang berada tepat di samping nya ini lah yang mengatakan nya
Orang itu berbalik lalu mengatakan Kau tadi bertanya siapa kah aku?"
Gou Ki mengangguk "Aku penasaran, siapa kau sebenarnya kenapa kau bersi keras ingin menjadi kan aku seorang raja alam semesta"
Sambil menatap dengan serius orang itu berkata
"Aku adalah kamu, aku adalah Gou Rei, kau adalah reinkarnasi ku"
Degh
Mendengar ucapan pria rambut putih itu Gou Ki mematung, apa yang dikatakan orang ini, adalah reinkarnasi Gou Rei?
Siapa yang tidak kenal Gou Rei yang di anggap dewa para rubah dan juga serigala, bahkan dia sangat di takuti oleh seluruh bangsa siluman lainnya
Tapi nama orang ini tidak pernah terdengar lagi saat itu, saat di mana pernah orang mengatakan jika Gou Rei lebih memilih kekasih manusia nya ketimbang menjadi seorang pemimpin
"Tidak, ini tidak mungkin! Kau" sambil menunjuk kearah Gou Rei
"Kau mungkin salah orang!" Gou Ki tidak percaya dengan apa yang dikatakan nya
"Kau bisa saja menyangkal nya, tapi bagaimana jika kau melihat istri ku"
__ADS_1
Saat itu seorang wanita cantik muncul dan tersenyum kearah Gou Rei
"Suami ku, akhirnya kau datang"
Namun wanita itu terkejut saat menatap pria fi samping sang suami "Hah? Ke kenapa kau ada dua?" wanita itu bingung dan juga takut
Sedangkan Gou Ki juga sama terkejut saat melihat wanita itu "D dia istri mu?"
"Ya, dia adalah istri ku, kau pasti terkejut kan saat melihat wajah nya?"
Gou Ki mengangguk "Dia sangat mirip dengan calon istri ku Shin Tang"
Mendengar itu wanita itu mengerinyit heran
"Suami ku, siapa dia dan kenapa wajahnya begitu mirip dengan mu?"
Gou Rei tersenyum "Tenang lah istri ku, kau tidak perlu takut, kau ingat kan saat aku mengatakan jika kita berdua tidak akan pernah terpisahkan?"
Wanita mengangguk "Aku ingat itu yang mulia"
"Mei Lie, lihat dia adalah reinkarnasi ku, begitu juga dengan wanita yang ada di sana menunjuk kearah di mana Shin Tang berada
Shin Tang kini sedang duduk sambil menatap langit langit kamar "Sebentar lagi aku akan meninggalkan tempat ini dan ikut suami ku kemana pun dia pergi"
Mendengar itu Gou Ki tersenyum "Kau lihat dia sama persis dengan mu Mei"
"Benar dengan apa yang kau katakan yang mulia suamiku, dia begitu mirip dengan ku"
Sedangkan Gou Ki juga mengiyakan apa yang dikatakan oleh wanita itu
"Kalian bagai pinang di belah dua"
Gou Ki dan Gou Rei saling pandang "Anda benar, kami benar benar mirip"
"Gou Rei terimakasih sudah mengatakan segalanya, tapi apakah Shin Tang akan tahu akan hal ini?"
Gou Rei tersenyum "Kau tenang saja lambat laun dia akan menerima nya"
"Anda tenang saja tuan, biar itu menjadi urusan saya"
Gou Rei pun menoleh kearah sang istri
"Permaisuri ku, aku pergi dulu mengantarkan dia"
Mei Lie pun mengangguk
Tidak lama mereka berdua pun menghilang dan tidak lama mereka muncul di belakang istana rubah putih.
"Kita ada di mana?" tanya Gou Ki bingung
__ADS_1
"Kita ada di istana rubah putih, ingat ini. Pertemuan kita tidak boleh diketahui oleh siapa pun, dan soal apa yang kukatakan itu, suatu saat akan di lakukan oleh mu dengan sendirinya"
"Aku harus pergi"
Gou Ki mengangguk dan tidak lama pria yang mirip dengan nya itu pun menghilang
Gou Ki pun menatap sekitar "Bukankah ini adalah belakang kamar Shin Tang"
Gou Ki pun mengetuk jendela tersebut
Dok Dok
Degh
Shin Tang yang kebetulan ada di kamar itu pun terkejut
"Siapa itu, siapa yang berani memata matai kamar ku?" gumamnya
Shin Tang pun dengan perlahan menghampiri jendela yang di ketuk oleh seseorang entah itu siapa
Tidak lama suara itu mulai terdengar
Dok dok
"S si siapa itu?!"
Tiba tiba terdengar suara yang begitu lirih
"Shin, ini aku"
Mendengar suara itu Shin Tang pun belum juga membuka jendela kamar nya
"Gou Ki, apakah itu kamu?"
Sedangkan di luar jendela Gou Ki terus berharap gadis itu membuka jendela nya
"Iya, ini aku, buka lah dulu jendela nya" pinta nya
Ceklek!
Shin Tang pun membuka jendela dan langsung memeluk pria itu dengan erat
Gou Ki terkejut saat Shin Tang tiba tiba memeluknya dengan erat
"Shin, ada apa?" tanyanya bingung
Shin Tang tidak menjawab namun pelukan nya malah semakin erat
"Sebentar saja, jangan kau lepaskan pelukkan ini Gou"
Mau tidak mau Gou Ki pun membalas pelukan itu, walaupun di dalam pikiran nya ada yang aneh dengan Shin Tang
__ADS_1