Pangeran Dingin & Siluman Rubah

Pangeran Dingin & Siluman Rubah
Pertemuan Incaru dan Yu Lan


__ADS_3

🌙 Kembali ke masa Sekarang 🌙


Yu Lan terus mengutarakan apa yang ia rasakan pada Na Na


"Aku tidak pernah membenci Ibunda Ming Xi, hanya saja aku tidak ingin ayahku itu terus menyalahkan nya atas apa yang menimpaku"


Yu Lan menatap gadis itu dengan lembut kemudian kembali memanggil nya


"Na Na"


"Ya tuan muda"


"Apa aku salah jika aku membenci ayahanda, apa aku salah jika aku membenci kakak ku Incaru?"


Mendengar pertanyaan itu Na Na atau Tea Na itu terdiam, gadis itu tidak bisa menyalahkan sang pangeran begitu saja. Sebab dia tidak mengetahui kisah yang sebenarnya .


Yang sebenarnya adalah raja Furkada tidak semata mata ingin membuang Yu Lan, namun sebaliknya sang raja ingin melindungi sang pangeran bungsu dari niat jahat sang perdana menteri Bong Lu yang ingin menumbalkan Yu Lan, karena dia percaya jika Yu Lan adalah penghalang baginya. Yu Lan tentu saja tidak ingin di kendalikan oleh Bong Lu.


Berbeda dengan Furkada, yang menurut lelaki tua bangka itu mudah untuk dia hasut


Contoh nya saja saat ini, Bong Lu mampu membuat sekutu barat mau bekerja sana dengannya dengan mengatas namakan kerajaan


Dengan caranya saat ini mau tidak mau Furkada mengakui jika yang mampu melakukan aksi ini adalah Bong Lu, padahal penghianat terbesar nya adalah sang perdana menteri itu sendiri .


"Tuan, aku tidak bisa menyalahkan mu untuk membenci ayah mu tapi kau harus mendengar penjelasan dari orang yang kau anggap salah terlebih dahulu"


Mendengar ucapan itu Yu Lan pun mengerinyit dan mencoba untuk menyangkal


"Na Na, kenapa kau begitu yakin jika Furkada tidak bersalah, kau tidak ada saat kejadian itu"


Mendengar pernyataan dari Yu Lan, Na Na tersenyum "Bukankah aku sudah mengatakan pada anda jika aku tahu semua kehidupan anda"


Yu Lan terdiam, namun dengan tatapan penuh selidik dia kembali bertanya


"Siapa kau sebenarnya, kenapa kau bisa tahu kehidupan ku. Bahkan kau tahu tentang ibu angkat ku" Yu Lan sangat penasaran dengan gadis di depan nya ini.


Na Na tersenyum lalu berlalu pergi dan itu mengundang pertanyaan di benak Yu Lan


Siapa gadis ini, mengapa dia tahu tentang masa lalu ku dan juga ibu angkat


Saat itu nenek Kwan yang sejak tadi mendengar pembicaraan menghampiri Yu Lan


"Anak muda, kau pasti bertanya tanya siapa sebenarnya cucu ku itu "


Yu Lan pun langsung menoleh saat mendengar suara perempuan tua itu


"Maaf nek, kalau aku terlalu memaksa keingintahuan ku terhadap cucu mu tapi, aku sangat penasaran dengan apa yang di ucapkan oleh Na Na"


Nenek Kwan mengangguk paham "Ya aku mengerti rasa penasaran mu, tapi jika kau memang ingin mengetahui semuanya. Maka hanya ada satu cara"

__ADS_1


Yu Lan menatap sang nenek dengan serius


"Apa itu nek, bagaimana caranya agar aku bisa tahu tentang Na Na dan kenapa dia bisa tahu tentang masa lalu ku nek apakah Na Na bukan gadis biasa?" penasaran


Nenek Kwan menatap Yu Lan dengan tatapan serius


"Anda harus jujur dengan apa yang anda rasakan. Saya yakin Na Na akan mengatakan yang sebenarnya pada anda. Dan anda jangan takut dengan apa yang akan di tunjukkan oleh cucu saya" jelas sang nenek


"Maksud nenek, jadi benar jika Na Na bukan orang sembarangan?"


Nenek Kwan tersenyum "Anak muda, apa kau percaya dengan siluman rubah berekor 9?"


Mendengar kata rubah Yu Lan pun mengingat perkataan guru Rong


🌺Flashback 🌺


Setelah Yu Lan mengetahui dia adalah anak dari seorang raja tidak membuat dirinya sombong bahkan dia meminta sang ibu untuk tidak mengatakan yang sebenarnya. Namun ternyata diam diam sang kakak Incaru mengetahui kebenaran ini.



Pada saat pagi Incaru sudah bersiap dengan pakaian sederhana, ia berencana untuk datang menghampiri sang adik dengan cara seperti ini ia berharap bisa lebih dekat dengan sang adik


Dan itu terlihat sang ayah yang mengerinyit heran


"Nak kenapa kau berpenampilan seperti ini, kau tahu kan kau adalah putra mahkota"


Aku ingin menjadi pangeran biasa saja"


Setelah mengatakan itu, Incaru pun pergi, namun


"Tunggu Incaru, kau" sambil melangkah menghampiri sang anak Furkada menatap dengan penuh selidik


"Apa ada yang aku tidak tahu?"


Incaru membuang muka "Memang apa yang anda tidak tahu yang mulia?" sambil menatap santai


"Bukankah anda tahu segalanya? Bukankah ayahku ini sangat hebat. Bahkan saking hebatnya dia mudah di hasut oleh orang itu?"


Saat itu seorang pria menatap tajam kearah keduanya


"Apa dia ini sedang menyindir ku? Heh, sombong sekali dia mentang mentang sudah menjadi putra mahkota heh" dengusnya


Sedangkan Incaru setelah mengatakan itu dia pun pergi, bahkan sang pangeran entah dia tidak melihat atau pura pura tidak melihat jika sang perdana menteri ada di sana.


"Yang mulia, apakah ini adalah sikap seorang pangeran mahkota, kenapa anda membiarkan nya bersikap seenaknya pada anda"


Furkada menatap datar Bong Lu "Apa kau ingin mengatur ku bagaimana cara mendidik nya, begitu?"


"B- bu kan begitu yang mulia, aku hanya tidak ingin yang mulia pangeran mahkota terlalu bebas" ucap Bong Lu dengan sedikit terbata

__ADS_1


Sedangkan saat ini Incaru sedang berjalan seorang diri menyusuri jalan dan tidak ada yang tahu karena saat ini penampilan nya sangat sederhana


Tidak lama ia menyusuri jalan terlihat sebuah rumah besar namun sederhana "Itu rumah paman penasehat, dan pasti Yu Lan ada di sana"


Ternyata benar tidak lama seorang pemuda tampan keluar "Ibu, aku jalan dulu ya semoga aku tidak pulang telat" setelah mengatakan itu Yu Lan pun pergi


Hari ini adalah hari pertama Yu Lan bekerja di sebuah toko perbukuan, pemuda itu bertugas untuk merapikan buku buku dan kemudian di taruh di rak rak buku, walaupun buku buku itu untuk di jual namun Yu Lan bisa membaca nya bahkan menghapal nya.


Maka dari itu meskipun dia adalah putra seorang penasehat, dia tidak mau membeli buku, karena baginya dengan bekerja di toko buku dan masih bisa membacanya, tidak perlu baginya untuk membelinya.


Incaru yang melihat sang adik pergi, ia berusaha untuk mengikuti nya


Tidak lama Yu Lan sampai di tempat di mana ia bekerja


Hei anak muda, akhirnya kau datang juga" ucap salah satu penjual yang tidak lain adalah karyawan dari toko tersebut


"Apakah aku terlambat paman?"


"Tidak, kau tenang saja tadi si pemilik toko juga baru membuka toko ini. Oh iya anak muda apa kau tidak sekolah?"


Sambil memulai pekerjaan Yu Lan langsung menyusun buku yang baru datang itu ke rak yang sudah di sediakan.


"Sekolah paman, tapi aku masuk nya agak siang"


Padahal kenyataannya dia di ajarkan oleh guru pribadi yaitu guru Rong


Incaru yang melihat sang adik begitu cekatan tersenyum Ternyata kau sangat cekatan adikku"


Saat itu ada seseorang yang melihat Incaru dan berkata "Sedang apa kau di sini?"


Incaru sedikit terkejut namun ia pun segera memasuki toko tersebut sambil berkata


"Em aku ingin ke toko ini. Ya toko buku ini" ucapnya dengan sedikit canggung


Saat itu Yu Lan yang mendengar percakapan itu menatap dan melihat kedua orang itu langsung menghampiri


"Tuan tuan selamat datang di toko ini" sambut nya ramah


Incaru yang melihat keramah tamahan sang adik tersentuh ia pun sangat bahagia meskipun hanya perilaku seperti itu ia sudah sangat bahagia


.


"Buku apa yang anda cari tuan?" tanya Yu Lan


Incaru tersenyum tidak menjawab pertanyaan yang di lontarkan sang adik


Pemuda itu terus tersenyum dan membuat Yu Lan menatap bingung


Siapa dia, kenapa saat aku tanya, dia hanya tersenyum

__ADS_1


__ADS_2