Pangeran Dingin & Siluman Rubah

Pangeran Dingin & Siluman Rubah
50 Kekhawatiran Gou Shu


__ADS_3

Tea Na menunduk dan tanpa sadar mengeluarkan air mata nya


"Istri ku, bukankah kau lihat aku baik baik saja"


Yu Lan pun kembali fokus menatap harda


"Harda, apa benar kalau kau di culik?"


Pemuda itu menunduk lalu mengingat apa yang terjadi saat dia terpisah dengan sang pangeran Yu Lan


"Anda tahu saat saya mencari anda, saya merasa seakan tempat itu menolak keberadaan saya"


"Apakah hutan yang waktu itu?"


Harda mengangguk "Benar nona, saya berulang kali ingin memasuki hutan itu namun seakan ada penghalang nya"


Mendengar itu Tea Na memejamkan mata dan berusaha membaca kilas balik yang terjadi


"Hutan itu bukan hanya aku saja yang ada di dalam nya" sambil membuka matanya


Mendengar itu Lea Fa juga memejamkan mata


Bukankah itu, nenek tapi kenapa dia menghalangi tuan Harda,


Lea Fa membuka matanya dan langsung menyela


"Kak nenek ada di sini"


Semua yang ada di sana terkejut


"Apa yang kau katakan Lea, nenek ada di sini, tapi kenapa beliau tidak menampakkan diri nya?"


Tiba tiba sebuah cahaya berwarna biru pun muncul dan rubah putih muncul di halaman depan


Sriing!


"Cahaya apa itu?" tanya Incaru


Lea Fa dan Tea Na "Itu tanda dari nenek kami yang mulia" ucapnya


Semua langsung keluar dan benar saja ada rubah betina yang begitu indah berada di hadapan mereka


"Yang mulia nenek"



Rubah biru putih itu tidak lama berubah menjadi seorang perempuan tua yang masih cantik. Namun jangan salah perempuan tua itu memiliki kekuatan yang sangat menakutkan.



"Wah wah cucu ku yang nakal ternyata ada di sini"


wanita itu datang dan langsung menghampiri Lea Fa dan Tea Na


"Kau itu, bukankah ayah mu melarang untuk turun ke dunia manusia, tapi kenapa kau malah kabur"


"Aduh! Nek, nak sakit~~" ucapnya sambil merengek


Mendengar itu sang nenek melepaskan tangannya dari telinga cucu nya Lea Fa


"Cucuku Tea Na, selamat nak atas pernikahan mu" sambil memeluk gadis itu


"Terima kasih nek"


"Tea Na, dari ke tiga pemuda itu yang mana suami mu?"

__ADS_1


Saat itu memang ada 3 pemuda tampan di samping kedua cucu nya Yu Lan, Incaru dan Harda


Tea Na tersenyum saat sang nenek menanyakan hal itu


"Nenek, kau pasti bisa menebak yang mana


suamiku. Menurut nenek yang mana?"


Mendengar itu Incaru dan Yu Lan saling pandang, lain hal nya dengan Lea Fa


"Hihihi, astaga kakak, kau masih saja bisa ingin menggoda nenek" bisik nya


Sedangkan sang kakak tersenyum saja


"Kita akan lihat nenek kita tercinta ini bisa menebak dengan benar atau tidak"


Sedangkan Incaru dan Yu Lan saling tatap


"Yu" panggil nya


"Hn"


Sambil menatap sang adik "Aku baru tahu kalau istri mu itu usil ya, sama seperti ayahnya"


Mendengar itu Yu Lan menatap sang kakak


"Apakah kau lupa, jika Kakak ku yang tampan ini diam diam" dia menghentikan ucapannya sejenak seakan teringat sesuatu


"Oh salah, bukankah kakak terang terangan bilang menyukai adik ipar Lea Fa, lalu kau bilang ayah mertua ku usil? Wah wah aku tinggal mengadukannya saja jika..." ucapannya terputus saat sang ratu rubah menatap kedua nya


"Ada apa ini, seperti nya kalian seru sekali"


Ketiga pemuda itu langsung menunduk, walaupun salah satunya tidak tahu apa yang kedua pangeran itu bicarakan.


Sambil menatap Incaru "Aku memang usil, tapi kata cucu muda ku ayahnya lah yang paling usil"


Mendengar itu, Incaru terkejut di dalam hatinya


Beliau tahu apa yang aku pikirkan dan aku katakan


Sedangkan wanita itu tersenyum


"Ya anak muda aku tahu apa yang kau pikirkan"


Incaru maupun Yu Lan menunduk


"Maafkan kami yang mulia"


Wanita itu menggeleng"Aku tahu, maksud mu baik anak muda"


wanita tua itu memejamkan mata dan terlihat kilasan pernikahan Yu Lan dan Tea Na


Tanpa sadar wanita itu tersenyum "Sungguh bahagia nya kalian berdua"


Tidak lama sang nenek membuka matanya dan memeluk pemuda nan tampan yang tidak lain adalah Yu Lan


"Selamat untuk mu cucu ku" ucap sang ratu sambil memeluk Yu Lan


Terimakasih yang mulia"


Nenek Gou Shu nama sang ratu menggeleng


"Jangan memanggilku seperti itu" sambil membawa Yu Lan untuk duduk bersama nya


"Panggil aku nenek sama seperti Tea Na dan Lea Fa memanggil ku"

__ADS_1


Kemudian Gou Shu pun menatap Lea Fa


"Lalu, mana kekasih mu, gadis nakal?"


Mendengar itu Lea Fa menunduk


"Nenek, apaan sih, dia nya saja tidak mencintai ku" ucapnya sambil menatap Incaru


Gou Shu mengerinyit "Apa yang kau katakan cucu ku, siapa yang tidak mencintai gadis manis ku ini?"


Sambil mencubit pipi gembul Lea Fa


"Pria yang katanya bilang cinta pada ku nek" ucapnya manja


Gou Shu tersenyum dan kemudian menatap pria yang menunduk saat mendengar Lea Fa mengadu kan nya


"Aku tahu, gadis kecil ini, pasti menyusahkan mu pangeran"


Incaru tersenyum lalu berkata "Anda benar nek, gadis kecil itu nakal sekali"


Mendengar itu Lea Fa pun cemberut "Kenapa anda malah membelanya nek, kau tahu dia sendiri yang cemburu tidak jelas"


"Apa yang kau bilang, cemburu tidak jelas Lea, bukankah kau terus membicarakan lelaki lain, sedangkan aku sudah mengutarakan perasaan ku pada mu?"


Mendengar itu Tea Na dan yang lain tersenyum tipis mendengar dan melihat perdebatan Incaru. dan Lea Fa sudah di pastikan jika mereka memang saling mencintai.


"Aku tahu kalian saling mencintai, tapi" jeda sang nenek


"Seperti nya akan ada yang berusaha menghalang hubungan kalian"


Lea Fa yang mendengar itu menghampiri Gou Shu


"Nek, apapun itu, kami berdua akan menghadapi nya"


Dan di angguki oleh Incaru "Nek jika boleh tahu siapa orang yang akan menjadi penghalang hubungan ku dan Lea Fa?"


Gou Shu menatap keduanya dan kembali menatap Incaru


"Cucu ku, kau adalah seorang putra mahkota, ayah mu sudah menjodohkan mu dengan seorang wanita bernama Bai Ling"


Mendengar itu Incaru terdiam, ia tahu akan hal itu


"Tapi aku juga tahu kau tidak mencintai nya"


"Tapi nak, apa alasan mu mencinta Lea Fa, kau lihat dia" sambil menatap Lea Fa yang kini juga memandang diri nya sendiri


"Nek apa ada yang salah dengan ku?"


Gou Shu menggeleng "Tidak ada yang salah"


"Lalu, kenapa anda ragu, jika aku mencintai pangeran mahkota?" Lea Fa bingung akan ucapan sang nenek


Gou Shu menatap Lea Fa dengan lembut


"Cucu ku, kamu gadis yang cantik dan baik, namun kau tahu kan pemuda yang kau cintai itu adalah seorang pangeran mahkota. Dia tidak selalu ada di sisi mu, dia tidak akan selalu ada jika kau sedang sulit nak"


Lea Fa tersenyum "Nek alu tahu, dia adalah putra mahkota di negeri api. Aku juga tahu dia adalah calon raja negeri ini"


Sambil menatap ke arah lain "Tapi nek, jika kita saling mencintai dan melengkapi, aku yakin"


Sambil menatap Incaru dan sang pangeran pun membalas tatapan itu ia pun berkata


"Aku akan mencintaimu Lea Fa, walaupun aku akan menjadi raja atau pun tidak, walaupun aku bukan apa apa aku akan selalu ada untuk mu"


Gou Shu tersenyum "Lalu bagaimana jika kau bukanlah pangeran mahkota yang sesungguhnya?"

__ADS_1


__ADS_2