Pangeran Dingin & Siluman Rubah

Pangeran Dingin & Siluman Rubah
Flashback Pertarungan 300 tahun lalu (Perebutan Putri rubah putih)


__ADS_3

Tian Qing terdiam, ia tahu memang tidak ada kesempatan untuk nya mendapatkan gadis tercantik di alam ini


Ia ingat bagaimana dahulu ia sangat mengagumi Shin Tang


Saat itu Shin Tang masih remaja, namun auranya sudah seperti seorang ratu


"Yang mulia putri, saya dengar kalau pangeran tertampan pangeran Gou Ki akan datang melamar anda"


Mendengar itu Shin Tang tersenyum "Benarkah?"


Sang dayang mengangguk "Benar yang mulia"


Mendengar itu Shin Tang tersenyum senang


"Aku tahu, dia akan menepati janji nya untuk menikahi ku"


Namun wajah cantik nya menjadi gelisah


"Tapi, bagaimana jika laki laki itu datang lagi dan berusaha merebut ku dari nya"


Sang dayang yang melihat itu pun tersenyum


"Yang mulia, anda tenang saja, tadi ada seseorang dari mata mata ayah'anda bilang jika pernikahan anda dengan pangeran mahkota Gou Ki akan di maju kan"


Mendengar itu putri Shin Tang menoleh ke arah dayang "Benarkah, apa yang ku dengar adalah kenyataan?"


Sang dayang kembali mengangguk "Benar yang mulia putri"


Saat itu Raja Rubah putih Yun Tang memerintahkan agar persiapan pernikahan agar cepat di rampungkan "Cepat lakukan persiapan pernikahan putri ku dan ingat, aku dan raja Long Fa hanya ingin pernikahan ini tidak terlalu mencolok, karena aku takut orang gila itu membahayakan putri ku"


Saat itu ibu suri rubah biru aka Gou Shu sudah ada di sana "Aku tahu kekhawatiran mu yang mulia raja Yun, aku juga tidak ingin kalau pernikahan ini sampai gagal"


Saat itu permaisuri Yin, istri raja Yun Tang pun memberi hormat pada ibu suri Gou Shu


"Yang mulia, kapan anda datang?"


Gou Shu tersenyum sambil berkata "Baru saja permaisuri Yin"


"Apakah anda ingin duduk terlebih dahulu atau langsung ingin menemui Shin Tang?"


Gou Shu tersenyum ini lah, kenapa dia sangat suka berteman dengan permaisuri Yin, dia tahu kalau perempuan itu tidak sabar untuk bertemu dengan putri tersayang nya


Memang benar Shin Tang sedang berhias saat ini saat itu ada seorang dayang dengan cepat memberitahu perihal kedatangan calon mertuanya pada Shin Tang


"Hormat pada yang mulia putri"


Tanpa menoleh Shin Tang pun bertanya


"Ada apa, kenapa di lihat dari wajahmu kau begitu tenang"


"Yang mulia tahu, aku dengar yang mulia ibu suri rubah biru yang mulia Gou Shu sudah datang"


"Benarkah, ibu suri Gou sudah datang? Aku yakin sebentar lagi beliau akan kemari"


Dan kebetulan riasan Shin Tang sudah selesai dan ia pun berbalik


...


__ADS_1


...


Kemudian dia hendak keluar untuk menemui sang calon mertua


Saat itu sang ibu permaisuri Yun dan Gou Shu sedang berbincang bincang tidak lama


"Yang mulia putri Shin Tang tiba!"


Mendengar itu membuat keduanya langsung menatap ke arah asal muasal suara itu


"Yang mulia, itu dia Shin Er"


Saat melihat penampilan penampilan gadis itu, Gou sangat terpukau


"Cantik sekali putri mu Yun" puji sang ratu


Sedangkan Yun sendiri tersenyum dan tidak lama langkah sang putri pun terhenti, kemudian membungkuk hormat


"Yang mulia permaisuri Gou Shu" sapanya


Sang permaisuri tersenyum sambil membelai gadis cantik itu "Anakku, kau begitu cantik"


Mendengar pujian itu membuat Shin Tang tersenyum malu, ia pun tidak kalah memuji sang ratu "Anda malah lebih cantik yang mulia"


"Hahaha, kau itu bisa saja memuji nak" Gou Shu pun membawa Shin Tang untuk duduk di samping nya


"Sebentar lagi kau akan menjadi istri putra ku, kau tahu kan bagaimana sikapnya?"


Shin Tang mengangguk pelan "Dia itu suka usil, tapi tenang" jedanya


"Dia begitu mencintai mu"


Mendengar apa yang dikatakan sang calon mertua Shin Tang terkejut "Dia eh maksud saya beliau mengatakan itu?"


Sambil menatap Gou Shu menganggu


"Dia bilang, sudah sejak lama dia menyukai mu nak, namun saat itu keduluan oleh siluman' ular itu"


Dengan tatapan serius sang ratu mengeluarkan satu pertanyaan "Katakan padaku siapa yang paling kau cintai?"


Saat mendengar itu permaisuri Yun terkejut


Apa maksud pertanyaan yang mulia ratu?


Mendengar itu Shin Tang terdiam, dan itu membuat sang ibu khawatir "Nak kenapa kau diam, jawablah" ucap sang ibu.


Gou Shu yang mendengar itu oun dengan sabar menunggu apa yang ingin dikatakan oleh calon menantunya itu


"Yang mulia, sebenarnya aku... aku juga merasakan hal yang sama dengan apa yang di rasakan yang mulia Gou Ki, tapi" sambil menunduk


"Aku hanya malu mengutarakannya saat itu"


Dan tanpa mereka sadari seorang pria mendengar percakapan mereka, pria itu bersama dengan seorang pengawal


"Yang mulia, putri Shin Tang, akhirnya mengutarakan perasaan nya"


Sambil terus menatap gadis itu laki laki itu mengangguk sambil berkata


"Kau benar Ge Wang"

__ADS_1


Kembali ke tempat dimana putri Shin Tang dan sang ratu yang sedang berbicara


"Benarkah nak, lalu apakah putra ku mengetahui ini?" tanyanya begitu penasaran


Shin Tang menggeleng pelan


"Kenapa?"


Sambil tersenyum Shin Tang pun berkata "Aku ingin dia mengutarakan nya yang mulia ratu"


Gou Shu mengangguk paham "Iya kau benar seorang pria harus lebih dahulu mengatakan cinta"


Sambil menggenggam tangan gadis cantik itu Gou Shu pun berkata "Aku juga akan bersikap seperti itu, jika ada seseorang yang suka padaku"


Mendengar itu permaisuri Yun yang mendengar pembicaraan mereka berdua pun menggeleng pelan.


"Yang mulia, anda benar sekali, mana ada seorang gadis yang mengatakan cinta terlebih dahulu? Harga diri wanita harus yang paling utama di jaga"


sang ratu mengangguk kemudian sang ratu kembali menatap kearah Shin Tang


"Baik lah, sekarang kau harus istirahat, jangan kau pikirkan apa pun saat ini. Pikirkan tentang kebahagiaan mu dengan putra ku"


Shin Tang yang mendengar nasehat itu mengangguk pelan


"Baik yang mulia"


Saat itu Shin Tang pun berdiri dan memberikan hormat pada Gou Shu dan juga sang ibunda nya


"Kalau begitu saya mohon pamit. Ibunda dan yang mulia ratu"


Kedua nya mengangguk "Istirahat lah nak"


Shin Tang mengangguk kemudian ia pun berjalan menuju kamar nya


Namun saat itu seorang gadis yang tadi menemani sang putri kini langkah nya di hentikan oleh dang permaisuri Yun


"Tunggu dulu"


Pelayan itu pun berhenti dan dengan menunduk ia pun berkata "Saya yang mulia"


"Aku minta jaga tuan putri jangan pernah tinggalkan dia sendirian"


"Baik yang mulia, saya ingat pesan anda"


Setelah mendengar apa yang ingin dikatakan sang permaisuri Yun, sang pelayan pun kembali melakukan tugas nya


Sedangkan saat ini sang putri sedang beristirahat


"Tidak lama lagi, aku akan meninggalkan tempat ini, tempat di mana aku dii lahir kan"


Saat itu ia mendengar sebuah suara


"Nama nya juga seorang gadis, lama kelamaan akan meninggalkan rumah nya juga kan?"


Mendengar itu Shin Tang terkejut dan ia pun langsung berdiri


"A ayahanda "


Sang raja pun mengangguk lalu tersenyum

__ADS_1


"Apa yang kau rasakan, apakah kau bahagia?"


__ADS_2