
"Nak, jangan gegabah" terdengar suara seorang wanita dan itu membuat keduanya Yu Lan dan Tea Na terkejut
"Ibunda"
Terlihat seorang wanita cantik berpakaian ala kerajaan berdiri tidak jauh dari Na Na dan Yu Lan
Wanita itu tersenyum kearah kedua dan itu membuat Yu Lan terkejut
"Na Na, siapa wanita itu?"
...Permaisuri Shin Tang...
Sebelum Na Na menjawab wanita yang tidak lain adalah permaisuri Shin Tang tersenyum
"Anak muda, aku adalah ratu bangsa rubah ekor sembilan, nama ku Shin Tang"
Yu Lan masih terkejut ia merasa hari ini banyak kejutan menghampiri nya
"Bukankah tempat ini di huni seorang perempuan tua, nenek itu kemana perginya?" sambil mencari keberadaan nenek Kwan.
"Nak Yu Lan, kau tidak perlu takut" sambil menghampiri Na Na dan pemuda itu
"Kau tahu nenek itu adalah aku nak" Shin Tang kembali berubah menjadi nenek Kwan dan itu membuat Yu Lan terkejut
"J jadi a anda..." Yu Lan tidak bisa melanjutkan ucapannya
"Iya nak Yu Lan aku adalah ibu suri kerajaan rubah ekor sembilan dan gadis di samping mu itu"
Yu Lan mengikuti arah pandang wanita itu
"Dia adalah putri rubah, putri ku Tea Na"
Na Na menunduk "Tuan, Na Na adalah nama ku di dunia manusia, mamaku yang sesungguhnya Tea Na, aku putri siluman rubah" jelas Tea Na
Yu Lan yang mendengar itu langsung berlutut
"Maaf maafkan aku yang mulia aku benar benar tidak tahu jika anda adalah seorang ibu suri"
Tea Na dan Shin Tang yang melihat itu pun langsung meminta Yu Lan berdiri
"Nak, kau tidak perlu sampai seperti ini, ayo berdiri lah" pinta Shin Tang
Sedangkan Tea Na langsung membantu Yu Lan untuk berdiri "Tuan ayo berdiri, kau tidak perlu melakukan ini. Ingat ini kau jaga seorang pangeran, kau tidak bisa menyangkal akan hal ini"
Yu Lan terdiam, apa yang dikatakan oleh Tea Na memang benar, tidak mungkin dia selalu menyangkal kebenaran.
"Nak kau adalah seorang pangeran dan ya lebih tepat nya pangeran mahkota"
DUAR!!
Yu Lan terkejut akan ucapan Shin Tang
__ADS_1
"A apa yang anda katakan yang mulia! A aku, pangeran mahkota, itu tidak mungkin" Yu Lan tidak percaya
Saat itu tidak lama muncul lah sebuah sinar yang sangat terang dan tidak lama sinar itu. berubah menjadi seorang rubah yang sangat besar.
Dan itu membuat Yu Lan sangat terkejut karena baru kali ini dia melihat rubah ekor sembilan besar
Lain hal nya dengan Tea Na dia tersenyum saat kedatangan rubah itu
...
...
Tidak lama rubah besar itu berubah wujud menjadi manusia dengan perawakan lelaki begitu rupawan terlihat dia lah sosok raja rubah ekor sembilan
Siapa lagi kalau bukan raja Gou, sang raja tersenyum saat melihat Yu Lan yang begitu terkejut melihat kedatangan nya
"Jangan takut anak muda, aku tidak akan menyakiti mu"
Saat itu Tea Na sangat terkejut melihat kedatangan sang ayah
"Anda datang ayahanda"
"Tentu saja putri ku, tentu aku akan datang" ucap sang raja
Tidak lama sang permaisuri menghampiri dan langsung memberi hormat
Sang raja bukannya menjawab namun menatap kearah Yu Lan yang masih menatapnya
"Pangeran mahkota Mong Yu Lan, apakah kau tetap menyangkal gelar itu?"
Degh
Yu Lan terkejut akan apa yang di dengar saat ini
"Anda tahu saya yang mulia? Bagaimana bisa?"
"Mengapa tidak bisa pangeran, bukankah Tea Na ah tidak, Na Na sudah mengatakan semuanya kepadamu?" tanya Gou sambil menatap gadis di samping Yu Lan.
Yu Lan pun menatap Tea Na lalu kembali menatap sang raja "Ya dia mengatakan nya, tapi mohon maaf yang mulia aku tidak ingin mendapatkan gelar itu" tegas nya
Mendengar ucapan dari Yu Lan, Gou sangat tahu, tidak mudah menerima kenyataan yang begitu pahit .
"Aku mengerti pangeran, aku sangat mengerti apa yang kau rasakan, tapi kau tidak bisa lari dari sebuah takdir. Kau tahu. Yang sebenarnya menderita itu adalah ayahmu"
Degh
Yu Lan terpaku saat mendengar ucapan dari pria dihadapannya ini
"Kau tahu seberapa menyakitkan nya saat dia harus berpura-pura membenci anak yang begitu ia tunggu tunggu, bagaimana ia harus menahan rasa sakit akibat ia harus menghukum mu saat itu"
__ADS_1
Yu Lan terdiam. tidak bisa menjawab
Gou menghampiri Yu Lan dan menepuk pundak pemuda tampan tersebut
"Nak yang sebenarnya adalah ayahanda mu orang yang sangat baik"
Yu Lan langsung mendongak dan menatap penuh pertanyaan, mencari kepastian apakah itu benar. Apakah selama ini, ayahanda nya hanya berakting supaya ia membenci nya?
Itulah pertanyaan pertanyaan yang muncul di dalam otak Yu Lan
"Baik, kau bilang Furkada itu baik? Lalu apa yang dia bilang pada ibunda ku saat aku baru dilahirkan? Dia mengatakan aku anak pembawa sial! Bahkan aku hampir saja dibunuh oleh ayah yang anda bilang baik iru! Apakah itu yang dibilang baik?" tanyanya dengan nada yang marah bercampur bergetar menahan tangis
Keluar lah sudah amarah seorang Yu Lan yang bertahun tahun hidup dalam kebohongan . Baginya semua orang telah menipunya.
Mendengar itu sang raja rubah pun memeluk pemuda itu, Gou berusaha menenangkan pemuda itu.
"Kau berhak marah nak, kau bisa berkeluh kesah pada ku. Anggap aku ayahmu"
Tea Na dan Shin Tang yang melihat itu terharu sekaligus sedih. Terharu karena melihat kedekatan sang ayah pada calon suami nya. Sedih karena Yu Lan sebenarnya sangat mengharapkan kasih sayang seorang ayah dan kini dia mendapatkan dari sang raja rubah .
Tidak lama kemudian pelukan itu terlepas dan Yu Lan menghapus air matanya
"Maafkan aku yang mulia"
Raja Gou menggeleng "Tidak perlu minta maaf pangeran, bukankah kau memiliki perasaan dengan gadis yang ada di sana ?"
Sedangkan Tea Na langsung menunduk malu lain halnya Yu Lan dia mengangguk dan berkata
"Benar saya memang memiliki perasaan terhadap putri anda yang mulia. Tapi.."
"Tapi apa, apakah kau takut aku tidak memberi restu pada kalian?"
Melihat keterdiaman Yu Lan, sang raja kembali menepuk pundak pemuda itu sambil berkata
"Yu Lan, kau mulai sekarang adalah bagian dari kerajaan rubah. Tapi" Gou menjeda ucapannya ada yang ingin aku sampaikan kepada mu"
"Apa itu yang mulia?"
Raja Gou tersenyum "Nak bisa kah, kau memanggilku ayah, karena kau adalah menantu ku mulai dari sekarang"
Mendengar itu, Yu Lan terkejut ia tidak menyangka akan dengan mudah di terima menjadi menantu kerajaan rubah.
"Tapi yang mulia eh maksud ku a ayah" Yu Lan masih begitu canggung untuk memanggil raja Gou dengan sebutan ayah.
”Tak apa nak kau mungkin belum terbiasa, tapi lama kau akan terbiasa"
Akhirnya Yu Lan mendapatkan kasih sayang dari sang raja rubah Namun Gou tahu yang di inginkan Yu Lan adalah kasih sayang dari ayah kandung nya
"Nak, karena kau sudah menerima ku sebagai ayah mu, aku akan mengatakan yang sebenarnya, tapi ingat ini apa pun yang aku katakan kau dengar kan baik. Cerna lah dengan baik, aku yakin kau adalah pemuda yang sangat bijak"
Yu Lan mengangguk mengerti
Dan sekarang kebenaran akan terbuka semuanya
__ADS_1