
Saat ini Yu Lan bersama dengan sang ibu yaitu dengan permaisuri Ming Xi "Nak bolehkah Ibunda menanyakan sesuatu?'
Sambil menyamankan posisinya di pangkuan sang ibu "Silahkan ibunda"
Sambil menatap sang putra "Nak apakah seandainya nanti kalian di bertemu"
Mendengar itu Yu Lan mengerinyit "Di pertemukan, dengan siapa Ibunda?"
Yu Lan pun bangun dari pangkuan sang ibu dan menatap nya penuh tanya
"Nak seandainya ayahmu ingin bertemu akankah kau mau menemuinya?"
Mendengar itu Yu Lan terdiam. Tatapan nya berubah datar, Ming Xi yang melihat itu memahami ada kebencian yang mendalam di mata pemuda itu
Tidak lama kemudian Yu Lan pun berkata
"Ibu, maafkan aku, aku mungkin belum bisa bertemu dengan pria itu"
Ming Xi memahami itu, tetapi pertemuan itu pasti terjadi
Sedangkan tidak jauh dari tempat mereka berada sekarang ternyata ada seseorang terus mengawasi
"Bukankah itu yang mulia permaisuri Ming Xi, kenapa dia begitu dekat dengan pemuda asing"
Tidak lama orang itu menyeringai "Bagaimana jika informasi ini sampai di telinga tuan" sambil menyeringai menatap kearah ibu dan anak
Setelah merasa cukup dengan apa yang di lihat nya sang mata mata pun pergi dari sana
Sedangkan Yu Lan, ia merasa jika ada yang memata matai nya pun langsung menatap kearah itu namun
Apa aku tadi salah lihat yaa, perasaan tadi ada orang di sana, apa jangan jangan ada yang sedang memata matai ku dan Ibunda Ming Xi
Yu Lan terus menatap kearah sana dan sang ibu yang melihat itu pun bertanya
"Ada apa nak,?" sambil mengikuti arah pandang sang putra
"Hah, oh tidak apa ibunda. Ayo kita masuk saja ke dalam" Yu Lan pun membawa sang ibunda masuk kedalam kediaman sederhana nya
Saat itu Wei La sang ibu angkat langsung menyambut kedatangan mereka
"Yang mulia permaisuri, saya kira anda sudah kembali ke istana" sambil menatap kearah pintu dan kemudian mengerinyit
"Ada apa nak, kenapa kau begitu khawatir?"
Yu Lan diam tidak menjawab pertanyaan dari Wei La lalu wanita itu menatap Ming Xi
__ADS_1
"Yang mulia silahkan duduk dulu"
Namun sang permaisuri menggeleng
"Tidak Wei La, sudah saatnya aku harus kembali, aku yakin suami ku akan kalang kabut mencari ku. Kau tahu jika sampai dia tahu aku kesini"
Wei La mengangguk mengerti "Baik lah yang mulia, anda harus berhati hati"
Ming Xi mengangguk dan kemudian muncul seseorang dan juga 4 orang yang bertugas membawa tandu sang permaisuri
"Seda, kau di sini" ucap Ming setengah terkejut
"Iya yang mulia" ucapnya membungkuk hormat
"Apakah yang mulia sudah tahu aku di sini?" tanyanya penuh selidik
"Itu..." Sang pengawal menunduk takut
Ming Xi pun terdiam "Aku yakin yang di lihat oleh putra ku adalah seorang mata mata"
Mendengar itu Seda pun menatap terkejut
"Maksud anda yang mulia?"
Degh
Seda pun mengangguk dan Ming Xi pun menaiki tandu dan menuju ke istana
Dan di istana Bong Lu pun mendapat kan sebuah informasi dari mata mata yang ia kirim
"Apa kau yakin, sudah melihat Ming Xi bersama pria lain?" memastikan apa yang dia dengar
"Benar tuan, dan anda tahu. Mereka begitu mesra seperti sepasang kekasih" ucap sang mata mata
Mendengar itu Bong Lu menyeringai
"Bagaimana jika informasi ini sampai ke telinga Furkada, pasti seru kan?"
Saat itu Kang Fa dan Furkada mendengar suara bisik bisik
"Kau tahu, aku dengar yang mulia permaisuri Ming Xi sering keluar istana" ucap salah satu dayang
"Benar kah?" yang lain pun nampak bertanya tanya akan apa yang dikatakan salah satu dayang
"Ya , kau tahu salah satu mata mata tuan perdana menteri mengatakan itu"
__ADS_1
Saat itu Furkada yang mendengar itu pun menatap kearah Kang Fa "Aku yakin ada yang melihat istri ku pergi ke rumahmu Kang"
"Anda benar yang mulia, aku yakin Bong Lu tidak akan tinggal diam" Furkada mengangguk
Tiba tiba Furkada menyeringai "Penasehat"
Kang Fa pun menjawab "Ya yang mulia"
"Aku mempunyai ide"
Mendengar itu Kang Fa mengerinyit
"Ide yang mulia?"
Furkada mengangguk dan tidak lama tersenyum
"Ide apa yang mulia?"
Entah kenapa ia merasa was-was dengan ide yang akan dilakukan sang raja
Entah kenapa, aku merasa ide mu ini akan menyulitkan ku dan juga yang mulia Ming Xi, yang mulia
Tidak lama terdengar sebuah suara
"Yang mulia permaisuri tiba!!"
Para dayang pun menyambut kedatangan nya
"Yang mulia, akhirnya anda datang. Bagaimana perjalanan anda?" tanya salah satu dayang
Mendengar pertanyaan itu Ming Xi pun mengerinyit
"Ada apa, apakah terjadi sesuatu di istana?"
Dayang itu pun menunduk takut, saat itu tidak lama seorang pria menatap tajam kearah sang permaisuri
"Dari mana saja kau permaisuri ku?!"
Mendengar itu Ming Xi menatap suami nya, dan ia pun memberikan hormat pada pria itu
"Yang mulia, bukankah seharusnya kau sudah tahu aku kemana?"
Dengan tatapan datar Ming Xi pun melanjutkan ucapannya
__ADS_1
"Bukankah kau lah yang menurunkan mata mata untuk memata matai ku dan Yu Lan?"
Degh