
Pria paruh baya itu adalah Bong Lu sang perdana menteri kerajaan api yang kini diam diam menguping pembicaraan Furkada dengan sang raja rubah, akan tetapi Gou yang mengetahui hal itu langsung membuat ruangan itu menjadi kedap suara, sehingga apa yang di bicarakan tidak di dengar.
"Gou Ki kau yakin orang itu tidak mendengar pembicaraan kita?"
"Tenang kawan, dia tidak akan mendengarnya" Gou Ki berbicara begitu santai
"Oh iya, kita lanjut ke pembicaraan kita, apa yang di inginkan putri mu itu. Ku dengar putri mu itu memiliki tingkah yang unik kan" sambil mengingat ingat apa yang terjadi beberapa tahun lalu
"Hm, anak mu takut pada lelaki asing. Aku ingat saat itu Sang Pemimpin pernah bilang kalau putri mahkota rubah yaitu Tea Na kabur saat di kenal kan pada seorang pemuda"
Mendengar itu Gou menatap tajam. "Bisa tidak kau tidak perlu mengatakannya dengan tampang meledek?"
"Hahaha hahaha maaf maaf soalnya lucu saja saat mendengar itu" Furkada mengatakan itu sambil tertawa
"Kau tahu aku juga bingung akan sikapnya, Tea Na takut dengan seorang pria, padahal sudah waktunya dia menikah"
Lalu Sang raja rubah menatap Furkada "Tapi aku yakin kau akan terkejut mendengar hal ini"
"Apa maksud mu Gou?" penasaran akan ucapan sahabat nya itu
"Putri ku saat ini sedang berjuang untuk mendapatkan perhatian seorang pemuda"
Furkada menatap dan menunggu apa yang akan. dikatakan selanjutnya oleh Gou
"Dan kini anak itu sudah mendapatkannya"
"Benarkah, kalau boleh tahu siapa pemuda yang bisa menaklukkan putri mu itu?"
Gou tersenyum melihat betapa penasaran nya Furkada dan itu adalah hal baru untuk seorang raja api yang begitu penasaran akan temannya ini
"Hei kau malah tersenyum, ayo cepat katakan?" desak nya
Gou terdiam sejenak "Eh Furkada, kau tahu siapa yang hendak menguping pembicaraan kita tadi?"
__ADS_1
"Dia adalah perdana menteri Bong, dia itu sangat berbahaya"
"Apa kau percaya kalau Bong itu adalah musuh ku yang sebenarnya?" tanya Gou
"Aku mempercayai nya sebab jendral Kong mengatakan segala nya tentang Bong Lu itu"
"Bagus lah kalau kau percaya, setidaknya aku tidak akan menjelaskan siapa dia lagi kan??"
Furkada mengangguk "Eh tapi bukankah pembicaraan kita ini tentang jodoh Tea Na kan, kenapa kita membicarakan soal yang lain"
Dengan tatapan menyelidik Furkada "Apa jangan jangan kau ingin mengalihkan pembicaraan ya?"
"T tidak kok, ah kau ini ya"
Pembicaraan mereka sangat santai dan seakan tidak ada beban
"Furkada"
"Ya, ada apa sih, kau ini?" Ia merasa ada yang di sembunyikan oleh sahabat nya
Mengingat itu membuat Furkada merasa bersalah
"Gou Ki aku adalah ayah yang buruk bagi Yu Lan"
Gou terdiam, ia tahu jika memang benar apa yang dikatakan Furkada, bahwa pria itu adalah ayah yang buruk. Namun semua yang dilakukan nya memiliki sebuah alasan yaitu melindungi.
"Istri ku, bahkan membenci ku sampai saat ini"
"Apakah kau tidak mengatakan yang sebenarnya pada nya?"
Furkada menggeleng "Tidak, aku tidak ingin membuat dia semakin terpuruk Gou"
Gou menepuk pundak sahabat nya. "Aku. paham maksud mu Furkada, tapi kau tidak mungkin menyembunyikan ini selamanya. Dan dengan hilangnya Yu Lan malah memperkeruh suasana"
__ADS_1
Mereka berdua terdiam, namun melihat betapa hancur nya pria itu
Apakah sudah saatnya aku memberitahu kebenaran anak itu padanya,
Sambil menatap tidak tega ke arah sahabat
Sedangkan ditempat lain tubuh asli dari sang raja rubah masih terdiam dengan mata terpejam dan itu membuat Yu Lan khawatir
"Apa yang terjadi dengan nya, kenapa beliau menangis, apakah beliau merasakan sesuatu?"
Kembali lagi ketempat sang ayah yaitu Furkada saat ini "Gou Ki, ada apa dengan mu. Kenapa kau menangis?"
Mendengar pertanyaan itu Gou Ki menatap sang sahabat "Furkada jika kau ingin tahu di mana putra bungsu mu hanya ada satu cara"
"K kau tahu di mana dia Gou? Katakan, katakan padaku" ucapnya desaknya
Melihat Furkada yang memohon seperti itu membuat dia tidak tega
"Furkada jangan lakukan ini" ucapnya sambil membantu Furkada untuk berdiri
Ya Furkada saat berlutut di kaki sahabat nya dia tahu jika sahabatnya ini tahu segalanya
"Kau pasti tahu di mana putra ku itu kan Gou?"
Gou pun mengangguk "Ya aku tahu di mana putra mu"
Mendengar apa yang dikatakan sahabat seakan membuat Furkada bernafas lega
"Kalau boleh tahu dia ada dimana Gou?"
Dengan tersenyum Gou mengatakan "Dia saat ini dengan putri ku"
"A apa, jadi..." Furkada tidak bisa berkata kata saat tahu jika pemuda yang dimaksud adalah putra bungsu nya
__ADS_1
"Ya Furkada, pemuda yang di cintai oleh putri ku adalah putra mu Yu Lan"