Pangeran Dingin & Siluman Rubah

Pangeran Dingin & Siluman Rubah
Ketakutan Shin Tang


__ADS_3

"Suami ku, kenapa kau malah tersenyum, aku ini serius bertanya nya"


Sedangkan Gou duduk tidak jauh dari sang istri


"Memangnya jika Lea Fa memiliki pendamping di usia muda apa salahnya permaisuri ku? Toh dia juga sudah cukup umur, setelah kakaknya menikah nanti maka setelah itu dia yang akan menikah"


Ucapan kelewat santai yang di lontarkan oleh sang raja rubah membuat Shin Tang melirik nya


"Suami ku, aku tidak mau menyerahkan Lea putri ku itu pada sembarang orang. Aku takut jika nanti pria itu menyakiti putriku"


Sambil memeluk Shin Tang, Gou pun mengatakan untuk menenangkan istri nya


"Sayang, aku tidak mungkin menjodohkan putri bungsu kita pada pria sembarangan"


Sambil menatap menerawang ia melihat sang anak sedang tersenyum seorang diri


"Wah wah, ada yang bahagia nih, bagi bagi dong"


Degh!


Lea Fa yang mendengar langsung menoleh


"Ayahanda, kau pasti selalu saja mengagetkan ku"


"Apa yang sedang kau pikirkan putri ku, kau tahu semenjak kakak mu Lea Fa, menjalankan misi nya, kamu ayah lihat. Ayah sejak tadi melihat mu terus tersenyum saja"


Lea Fa tersenyum, "Ayah lihat" tunjuknya pada burung burung yang berdiri berpasangan


Gou pun menatap "Ayahanda, aku ingin seperti burung itu"


...



...


"Kenapa dengan burung itu putri ku?" tanya Gou tidak mengerti


"Lihat mereka berdua seperti sepasang kekasih, aku ingin suatu saat seperti mereka, saling melindungi satu sama lain, saling menyayangi"



Mendengar ucapan itu Gou tersenyum


"Dan kau sudah memiliki calon nya" sambil menatap sang anak "Benarkan putri ku?'"


Mendengar itu Lea Fa menunduk dan terlihat rona di wajahnya


"Apakah jika aku memiliki seseorang yang aku cintai, apakah kau akan merestui nya?"

__ADS_1


Gou tersenyum, dan itu membuat tanda tanya bagi Lea Fa


"Ayahanda, kenapa kau malah tersenyum? Ayo jawab pertanyaan aku" pintanya


Gou menatap sang anak "Nak ayah selalu mendukung apa yang membuat mu bahagia akan tetapi" jedanya


"Tetapi apa ayahanda?"


"Nak, ibu mu seperti nya belum bisa menerima mu untuk memiliki seorang pendamping"


Lea Fa terkejut mendengar penuturan sang ayah


"Kenapa Ibunda berpikir demikian" gumam nya tidak habis pikir


"Tapi ayahanda, kau akan mendukung ku untuk mendapatkan pria itu kan?"


Gou menatap Lea Fa dalam mencari apakah sang anak ini hanya mengagumi pria itu atau benar benar mencintai nya.


"Nak, kau tahu siapa yang kau sukai itu?"


"Maksud ayah?"


Saat itu seorang wanita yang tidak lain adalah Shin Tang "Apa yang kalian bicarakan?"


Lea Fa yang mendengar itu terkejut namun ia langsung menghampiri sang ibu sambil tersenyum ceria


"Ibunda, ada apa? Kenapa kau terlihat kesal"


Mendengar pertanyaan yang menurutnya aneh, gadis manis itu


"Apa yang ibunda tanyakan, aku ya seperti ini"


Shin Tang menatap sang anak dan mengelus kepalanya


"Nak, Ibunda tidak ingin kau dalam bahaya, aku tahu kamu menyukai seorang pemuda"


Lea Fa menunduk "Nak, dia adalah seorang putra mahkota"


"A apa! Ibunda tahu pemuda itu?" terkejut dengan apa yang dikatakan


Shin Tang mengangguk "iya nak ibunda tahu"


"Apakah ibunda akan melarang ku memiliki hubungan dengan nya?"


Shin Tang tersenyum "Nak Ibunda bukan tidak merestui mu, tapi apakah dia mengenal mu? Bukankah kalian belum saling kenal"


Lea menunduk "Kau benar, kami belum saling kenal"


Tiba tiba Shin Tang tersenyum dan itu membuat Gou mengerinyit "Apa yang kau pikirkan hm, jangan kau akan bilang ingin ikut turun ke dunia manusia?"

__ADS_1


Mendengar itu keduanya tersenyum "Bukan aku yang mulia"


"Lalu?"


Lea Fa menghampiri sang ayah "Ayahanda bukankah kau bilang akan mendukung ku?"


Gou mengangguk. "Ayah, biarkan aku turun ke dunia manusia, aku ingin lihat bagaimana kehidupan manusia, dan kehidupan pemuda itu"


"Aku mohon ayahanda, aku juga ingin bertemu dengan kak Tea Na. Ya ayah?" mohon nya


Sedangkan di dunia manusia Tea Na tersenyum


"Aku tahu adikku ini gerak cepat"


Saat itu Yu Lan yang melihat kekasih nya tersenyum seorang diri mengerinyit "Ada apa dengan nya?"


Yu Lan menghampiri Tea Na "Na, kenapa kau tersenyum apa ada yang lucu?'


Tea Na terkejut lalu menggeleng "T tidak, a aku hanya teringat sesuatu"


"Apa itu?" Yu Lan nampak penasaran


"Tuan, aku boleh mengatakan sesuatu?"


Yu Lan mengangguk. "Tuan, kau tahu, hidup seperti ini adalah impian ku"


"Begitu kah?"


Gadis itu mengangguk. Yu Lan sudah mengetahui kalau Na Na adalah siluman rubah putih namun Yu Lan masih membenci sang kakak.


"Iya tuan ,kau tahu dulu aku takut terhadap pria"


Yu Lan mengerut kan kening nya "Kau takut pada pria. Dan sekarang kenapa kau tidak takut pada ku?"


Tea Na menggeleng "Aku juga tidak tahu tuan. Saat melihat anda bersedih saat itu lah" ucapan nya terhenti


Yu Lan yang mendengar itu menunduk


"Jadi kau merasa kasihan kepadaku?"


Tea Na yang mendengar itu pun langsung menggeleng cepat "Tuan anda jangan salah paham, aku tidak bermaksud begitu"


"Tapi tadi kau turun ke dunia manusia saat melihat ku dan itu.." ucapan nya terputus saat tiba tiba Tea Na menutup mulut Yu Lan


"Tuan anda jangan salah paham, aku sudah memiliki perasaan terhadap mu tapi" jeda nya


Sambil menatap pria itu Tea Na menunduk


"Ada apa Na Na?"

__ADS_1


Apa yang membuat Na Na gelisah dan takut untuk mengutaraka??


__ADS_2