Pangeran Dingin & Siluman Rubah

Pangeran Dingin & Siluman Rubah
Perasaan sebenarnya Tuan Li (Sang pemimpin)


__ADS_3

Tanpa gadis itu tahu jika seorang pria berambut putih menatap tajam kearah nya


"Heh, jangan kau kira bisa menyentuh milikku dengan mudah, Ah Ya" ucapnya sambil menggeleng pelan , saat ini dia sedang duduk di atas sebuah dahan sambil tersenyum.


...



...


Saat itu ia melihat Mi Ya berdiri seorang diri entah apa yang ia lakukan namun sepertinya ia sedang khawatir


"Ayah, semoga kau baik baik saja dan kau tidak pernah berkhianat pada yang mulia raja lagi" ucapnya pelan


"Ya dewa semoga tuan Li mengampuni ayahku" ucapnya namun tidak lama ia teringat akan perilaku Li (Sang pemimpin) saat ia di dorong oleh seorang pelayan "Apa yang ku pikir kan Mi Ya sadar kau itu adalah seorang pelayan sekarang. Sadar! sadar kau itu datang ke sini karena. ayah membuat kesalahan dan kau harus menebus kesalahannya lewat menjadi pelayan nya"



Tanpa gadis itu sadari jika Li menatap nya dengan tatapan geli "Gadis ini, dia kira aku membawanya kemari karena ayahnya, padahal, aku ingin membebaskan nya dari kekangan ayahnya yang gila jabatan"


Pagi menjelang dan semua orang menjalankan rutinitas nya dan kali ini hari pertama Mi Ya menjadi pelayan pribadi Sang pemimpin


Saat itu ada seorang perempuan paruh baya datang. ."Kamu pasti yang bernama Mi Ya ya?"


"Iya nyonya"


Perempuan tua itu tersenyum "Kau cantik sekali, oh iya kau pasti bisa melayani putra ku yang dingin itu"


"Maksud anda nyonya?"


"Iya kau tahu pria ubanan itu adalah putra ku dia itu meskipun tampan, dia itu sudah berumur"


Flashback end


"Hahaha hahaha" meledak tawa Tea Na "Ya ampun paman Li di bilang sudah tua?"

__ADS_1


Mi Ya mengangguk "Benar nona, tapi bagi ku beliau adalah pria paling tampan"


Na Na tersenyum "Kau benar Mi Ya, jika kita sudah jatuh cinta pada seorang pria bagaimana pun orang lain memandang nya mau di bilang jelek, arogan atau apapun itu, dia adalah orang yang terbaik di mata kita"


"Apakah anda juga merasakan apa yang saya rasakan putri?"


Tea Na mengangguk "Iya Mi Ya, saat itu aku belum bertemu dengan pangeran Yu Lan, namun aku merasa jika ada yang benar bener bisa menerima ku apa adanya dan ya aku bertemu dengan nya (Yu Lan ) dalam keadaan dia terluka sangat parah"


Mi Ya yang mendengar itu terkejut "Benarkah?"


Tea Na mengangguk "Beliau saat itu tidak tahu jika aku adalah putri rubah putih, dan saat aku ingin mengutarakan yang sebenarnya siapa aku. Semula aku takut tapi, karena ia berjanji menerima ku apa adanya maka aku memberanikan diri untuk memberi tahu kan siapa aku"


Mi Ya menyimak cerita yang dikisahkan oleh Tea Na


"Kau tahu dia bukannya takut tapi dia langsung memelukku"


Mendengar itu Mi Ya membayangkan seandainya dia jujur pada sang. pemimpin akankah pria itu mau menerima nya,


Tea Na yang melihat sahabat nya murung pun paham pasti dia saat ini bimbang ingin mengutarakan yang sebenarnya, takut tertolak, tetapi jika ia tidak mengutamakan apa yang sebenarnya ia rasakan akan mengganjal dan ia sangat takut jika menjadi penyesalan di kemudian hari.


"Mi Ya, ada apa apakah kau sedang memikirkan sesuatu?"


"Biar aku tebak kau ragu kan harus mengatakan yang sebenarnya atau tetap memendamnya"


Mendengar itu Mi Ya menunduk, ternyata dia tidak berbohong terhadap sang putri


"Kalau kau memang belum berani kau bisa memancing nya biar paman yang mengatakan perasaannya terlebih dahulu"


Mendengar penuturan dari Tea Na, Mi Ya pun langsung menatap kearah sang putri


"Apa yang anda katakan putri, bagaimana bisa tuan Li mengatakan perasaannya, dia saja selalu tertutup pada setiap orang, apa lagi saya yang hanya lah seorang pelayan, itu tidak mungkin" ucapnya pelan


Mi Ya rasa mustahil untuk membuat Li mengatakan perasaannya terhadap gadis rendahan seperti nya.


"Kau tidak percaya?" tanya Tea Na

__ADS_1


Mi Ya menunduk dan sudah pasti jawaban nya tidak


"Tak apa jika kau tak percaya. Hei terus bagaimana, apakah pelayan yang sombong itu masih berbuat ulah pada mu?" Tea Na penasaran bagaimana dengan perempuan yang bernama Ah Ya itu.


"Ternyata keputusan aku memaafkan nya itu salah besar putri, dia malah semakin benci terhadap ku. Apa lagi dia hampir meracuni ku"


"Apa! Dia masih berani?" Tidak percaya dengan apa yang dikatakan gadis itu


Mi Ya mengangguk "Benar putri"


"Lalu, apakah paman Li mengetahui ulahnya?"


"Itu..."


🌺 Flashback Lagi 🌺


Satu Minggu berlalu Mi Ya melakukan tugas nya menjadi pelayan pribadi dengan baik dan ya, benar apa yang dikatakan oleh sang ratu serigala jika Sang pemimpin itu orang yang sangat dingin dan tidak peduli.


Memang sikapnya baik terhadap gadis itu namun sangat tertutup


Saat ini Mi Ya sedang menyiapkan pakaian untuk pria itu dan saat itu Li telah selesai mandi


Sreekk


Mendengar itu Mi Ya pun langsung menunduk tidak berani menatap nya karena saat ini sang pemimpin tidak menggunakan pakaian


"Apa yang kau lakukan di sini?"


"S saya s sedang m menyiapkan pakaian tuan"


"Lalu kenapa kau menundukkan pandangan mu Mi Ya,?" Sambil mendekat ke arah gadis itu "Bukankah kita sepasang suami istri?" tanyanya pelan


Dan mendengar perkataan pria itu membuat Mi Ya terkejut


Degh

__ADS_1


Apakah ini adalah ungkapan atau kode dari sang pemimpin untuk Mi Ya??


Untuk flashback kedua akan di lanjut di part selanjutnya yaa


__ADS_2