
"Yang mulia anda akan mampir ke kediaman yang mulia putri mahkota?"
Mendengar pertanyaan itu Furkada menatap sang pengawal "Kenapa ku perhatikan kau lah yang paling antusias?"
Sang pengawal pun menunduk takut "Bukan begitu yang mulia, satu minggu lagi adalah penobatan anda dan putri mahkota sebagai raja dan permaisuri"
"Ya kau benar, aku juga tidak sabar menantikan pernikahan ku dengan Ming Xi"
Malam harinya Ming Xi berada di kediaman nya yaitu istana Yeu (bulan)
"Yang mulia selamat istirahat" ucap salah satu dayang senior
Ming Xi mengangguk "terima kasih" saat itu ia duduk di tempat di mana ada kursi dan meja yamg berisi kan beberapa makanan kecil
Gadis cantik itu duduk termenung "Sebenarnya aku sangat kesepian, apa enaknya menjadi seorang putri mahkota kalau selalu kesepian"
Tanpa sadar air matanya menetes Ming Xi teringat akan ayah dan ibunda nya di rumah
Tiba tiba terdengar suara
Sreekk!!
Degh
Ming Xi yang mendengar itu terkejut. dan menatap ke arah sebuah pintu, padahal di istana itu ada beberapa penjaga "Siapa itu"
Dalam keadaan takut Ming Xi pun menghampiri jendela dan
"K kau"
"Sssstt, jangan berisik" ucap seorang pria berbicara pelan kepada sang putri
"Yang mulia, kenapa anda datang" sambil menatap sekitar
"Apakah tidak apa kau datang kemari bagaimana kalau yang mulia raja datang kesini" Ming Xi takut kalau Furkada dalam masalah
"Apa kau takut aku dalam masalah ya?" tanya sang putra mahkota dengan nada jahil
"Tentu saja, kalau anda dalam masalah aku..." Ming Xi terdiam
Tiba tiba Furkada mendekat "Aku apa hm?"
Saat ini Furkada berada di sebuah taman yang indah di istana Yue
"Yang mulia kenapa anda membawa saya kemari?"
"Kau pasti sedang sedih, kau pasti merindukan keluarga mu kan?"
. Ming Xi menunduk dan itu membuat Furkada pun sedih "Maafkan aku, Xixi kau terpisah dengan kedua orang tua mu"
Ming Xi menggeleng "Tidak hiks~ ini bukan salah anda, mungkin aku belum terbiasa yang mulia" sambil menghapus air mata nya
__ADS_1
"Kau tahu Xixi, biasanya kalau aku lagi sedih, aku sering melihat langit di malam hari, yah walaupun tidak ada apa apa di langit tapi saat aku melihat nya membuat hatiku tenang"
Saat itu memang ada bintang "Lihat itu ada bintang"
Ming Xi pun menatap langit malam dan tidak lama
"Anda benar yang mulia langit nya ada bintang"
Saat itu mereka berdua menatap langit secara bersamaan
...visual Furkada dan Ming Xi...
"Yang mulia, terima kasih sudah menghibur saya, dan. apa benar tidak apa anda keluar di malam hari?"
"Kau tidak perlu khawatir, ayahanda mengizinkan aku datang kemari"
Mendengar itu Ming Xi tersenyum lega
"Eh iya sudah larut, sudah saatnya aku harus kembali"
Ming Xi mengangguk "Benar yang mulia, ini sudah larut"
Saat itu Ming Xi sudah sampai di depan istana nya
"Terima kasih anda sudah mau datang"
Ming Xi pun perasaan nya sudah mulai membaik
Sedangkan di kediaman Wan Ha saat ini di adakan sebuah pernikahan dengan seorang pangeran siluman ular
"Dengan ini kalian dinyatakan sebagai suami istri"
Mereka pun saling memasangkan cincin
'Ingat tujuan kita adalah menghancurkan kerajaan api" ucap Wan Ha
Sedangkan pria itu menatap tajam "Apa kau bilang tujuan kita? Ingat Wan Ha, aku lah yang memegang kendali di sini. Jangan kira pernikahan ini akan membuat mu bisa seenaknya menyuruh ku"
Degh
A ada apa ini, kenapa aura pria ini berbeda saat marah
"Bersiap lah hari ini kita akan ke istana ayahanda dan ibunda ingin melihat mu" datar
"I iya" Wan Ha pun berucap tergagap
Saat itu Tian pun berpamitan pada ayah dan ibu dari istri nya itu "Nak Tian, jaga lah putri ibu ya, jangan sakiti hatinya, kau tahu dia baru saja terluka karena orang yang di cintai nya memilih wanita lain"
Mendengar itu Tian pun tersenyum "Ibu tenang saja, dia akan bahagia bersama ku"
__ADS_1
Kau kira aku peduli? Tujuan ku hanya satu menikah dengan gadis bodoh ini hanya untuk mencari kelemahan Gou sialan itu
Saat itu Gou ternyata mengawasi pria yang menjadi musuh bebuyutan nya itu dengan tersenyum
"Kau ternyata masih menyimpan dendam ya, akibat Shin Tang menolak mu , astaga" dia tidak habis pikir
"Tapi kau salah jika berpikir dengan menikahi gadis itu kau tahu kelemahan ku Tian Qing"
Saat itu sebuah ular besar datang menghampiri nya
"Apa maksud mu Gou, kau pasti takut dengan ku kan? Hahaha hahaha"
Gou menatap santai ular besar itu
"Aku tahu kelemahan mu! Aku tahu kau orang yang tidak tegaan bukan, jadi akan ku buat manusia manusia itu menderita, karena kau sudah merebut kekasih ku!"
Dengan santai Gou berkata "Memang nya, Shin Tang mau dengan mu, tidak kan?"
Dengan marah Tian menyerang Gou dengan membabi buta "MATI KAU SIALAN!" teriaknya
Namun dengan sigap Gou mengurung nya didalam sebuah mantra "KAI! LEPASKAN AKU HEEI SIALAN!" teriaknya
Sedangkan Shin Tang menatap terkejut "Suamiku, kenapa dia ada di sini? dan kau" sambil menatap pria itu
"Kau tidak apa apa kan?"
"Sayang, jangan khawatir, aku tidak apa apa" ucapnya menenangkan
"Bukankah itu..." ucapannya terhenti saat melihat ekspresi Gou
"Ya dia Tian Qing, dia menyerang ku agar saat dia berhasil membunuh ku maka kau akan menjadi milik nya"
Dengan ekspresi tidak suka Gou pun menatap kearah lain. Dan itu membuat Shin Tang tersenyum
"Apakah suami ku yang tampan ini cemburu?" tanyanya dengan nada jahil
Gou pun menatap dengan pandangan kesal
"Aku cemburu, tentu saja"
Tiba tiba tanpa peduli Shin Tang pun menarik Gou masuk kedalam kamar
"Sudah jangan marah, lebih baik kau ikut aku ke kamar"
Mendengar itu diam diam Gou menyeringai ia berpikir
Wah wah istri ku pengertian sekali
Padahal?
__ADS_1