
"Akhirnya aku bertemu dengan anda"
Degh!
Mendengar apa yang dikatakan Lea Fa, Incaru terkejut
Sambil menatap dengan pandangan terkejut
"A apa yang kau katakan nona?"
Lea Fa hanya tersenyum "Anda ingin memasuki hutan itu kan?" sambil menunjuk ke dalam hutan
"Dari mana kau tahu nona jika aku ingin masuk ke sana?"
"Aku tahu, anda sedang sedih tuan"
Saat ini Incaru sedang berada di sebuah tempat yang sangat sederhana dan di pangkuannya terdapat seorang gadis yang kini tertidur pulas
Sambil menatap nya hati Incaru bertanya tanya
Siapa dia, dan dari mana gadis itu tahu jika dia mencari seseorang
Tidak lama Wang pun membawa sebuah ramuan dan memberikan nya pada sang pangeran
"Yang mulia, ini adalah ramuan yang anda minta"
Incaru pun menerima ramuan itu
"Nona, bangun lah sebentar dan minum lah obat ini"
Lea Fa membuka matanya dan dengan perlahan bangun untuk meminum ramuan itu
Tidak selang beberapa lama keadaan Lea Fa membaik dan Incaru menatapnya
"Bagaimana keadaan mu nona?"
"Aku sudah baikkan tuan, terima kasih sudah mau menolong saya"
Mereka berdua kembali terdiam, namun rasa penasaran yang masih ada membuat Incaru memberanikan diri untuk bertanya
"Nona, jika boleh saya tahu, bagaimana anda bisa terjatuh dari jurang?"
Mendengar pertanyaan itu Lea Fa menoleh
"Saya, tadi sedang mengejar seseorang, lalu saya kehilangan jejak orang itu dan saat sedang berlari tiba tiba saya tergelincir dan jatuh, namun sebelum jatuh saya sempat melihat anda tuan" jelas nya
Sambil membalas tatapan sang pangeran Lea Fa melanjutkan perkataannya
"Apa yang anda lakukan di hutan ini?"
__ADS_1
Incaru langsung menatap ke arah lain
🌺 Flashback off 🌺
Mengingat pertemuan itu Lea Fa pun menatap kearah sang pangeran
"Yang mulia, aku tidak tahu jika dia adalah pengawal dari pangeran Yu Lan dan kenapa aku bertanya soal keadaan nya"
Incaru menuggu jawaban apa yang dikatakan gadis nya itu
"Aku ingin tahu siapa orang yang menculik pemuda itu" sambil menatap Incaru
"Bisa jadi dia adalah mata perdana menteri kerajaan mu kan"
"Karena aku ingat saat itu salah satu dari penculik itu bilang kalau mereka berniat ingin mengintrogasi dia"
Saat ini Yu Lan dan Tea Na sedang bersama dengan guru Rong dan juga Harda
"Harda, bagaimana keadaan mu sekarang?"
"Yang mulia, hamba baik baik saja. Dan terimakasih anda juga baik baik saja"
Yu Lan mengangguk "Hn ini semua berkat dewa dan. juga dewi penyelamat ku Tea Na"
Harda menatap "Jadi saat anda terluka, di mana anda dan kenapa saya tidak bisa menemukan anda waktu itu?" tanyanya penasaran
Yu Lan pun menatap sang sahabat dan berkata
🌺 Flashback 🌺
Dalam keadaan terluka Yu Lan pun terus memaksakan diri berjalan
Tidak jauh dari tempat itu Terlihat seorang gadis namun dalam wujud siluman sedang duduk seorang diri
"Kenapa perasaan ku tidak enak" sambil menatap sekitar
"T tolong"
Bruukkk!!
Degh!
Gadis itu yang tidak lain adalah Tea Na dalam keadaan wujud yang sebenarnya pun terkejut dan tanpa merubah wujudnya
Ia pun menghampiri Yu Lan " Astaga! Tuan, tuan apa yang terjadi" sambil menatap pemuda yang tubuh nya penuh dengan luka
Sedangkan pemuda itu dengan tatapan sayu
__ADS_1
"T tolong a aku nona a aku di kejar"
🌺 Flashback off 🌺
Yu Lan menatap gadis yang berada di samping nya
"Tea Na, kau tahu walaupun tatapan ku tidak jelas, tapi aku tahu itu kau"
Tea Na yang mendengar itu menunduk sambil tersenyum "Tapi saat itu kita kan tidak saling kenal suami ku?"
Sambil menatap jahil kearah pasangan Yu Lan dan Tea Na Rong yang sejak tadi diam berkata
"Kau tahu Harda, sejak perempuan mereka yang tidak di sengaja itu. Ternyata mereka sudah saling jatuh cinta"
Harda menatap penuh tanya "Benarkah tuan?"
Rong mengangguk "Iya Harda, dan apa kau ingat saat pertama kali tuan mu itu menginjak kan kakinya di tempat yang mana penduduk nya terkena banjir"
Harda mengangguk
"Katanya dia pernah melihat ada seorang gadis yang sedang duduk di gubuk?" tanya Rong
Sambil menatap kearah Yu Lan dan Tea Na
Dan Rong kembali bertanya pada Harda
"Kau tahu siapa gadis itu?"
Harda menggeleng pelan, karena memang dia tidak tahu
"Ini, gadis yang di lihat oleh tuan mu saat dia di Hutan itu"
Harda menatap Tea Na dengan pandangan terkejut
"Yang mulia, apakah gadis ini yang anda lihat?"
Sambil menatap Tea Na, Yu Lan mengangguk
"Iya Harda, dia lah yang menyelamatkan aku" ucap Yu Lan
Pemuda tampan itu kembali berkata
"kau tahu, tanpa nya mungkin aku sudah mati"
Degh
Sambil menatap sang suami Tea Na berkata
"Suami ku, kau tidak boleh berkata seperti itu" sela Tea Na, ia tidak ingin suami nya berkata tentang kematian
__ADS_1
Yu Lan menatap sang istri"Suami ku, aku mohon jangan berkata seperti itu, aku takut kalau..." Tea Na tidak sanggup mengatakan nya lagi