
"Wah wah seperti nya ada yang akan segera menyusul nih"
Lea Fa yang mendengar suara itu segera berbalik
"Kakak, kau mengagetkan ku saja"
Tea Na tersenyum dan menatap di balik tembok
"Seperti nya adikku sangat bahagia"
Mendengar itu Lea Fa tersenyum malu
"Apaan kakak ini"
"Loh benar kan, itu lihat pipinya bersemu merah" ucap Tea Na
"Kakak, jangan menggodaku lah" ucapnya malu
Sambil tersenyum Tea Na pun menarik tangan sang adik
"Ayo ikut aku, kau ini dari pada mengintip mereka lebih baik kita ke dapur" ajak Tea Na pada sang adik
"Yaah kakak, nanti saja masak nya ya" ucapnya sambil memohon
"Adikku, kau tahu meskipun kita seorang putri, tapi seorang wanita apa lagi yang akan menikah sebentar lagi setidaknya harus menyiapkan makanan untuk suami nya" jelas sang kakak
Lea Fa pun menunduk ia membenarkan apa yang dikatakan sang kakak "Tapi kak, aku takut jika aku memasak akan membuat makanan yang tidak enak. Kau tahu kan apa kata Ibunda saat itu"
Tea Na tersenyum sambil mengelus rambut sang adik "Kamu, tidak perlu takut adikku, kakak yakin kamu pasti bisa melakukan nya"
"Ayo" sambil membawa Lea Fa menuju dapur
Saat itu Incaru yang mendengar pun menoleh dan tidak lama tersenyum sedangkan sang jendral mengerinyit heran
Lea Fa, apapun yang kamu masak nantinya, aku akan memakan nya
"Ada apa yang mulia, kenapa anda terus menatap kearah tembok itu?"
"Tuan jendral, apa yang kau katakan itu benar"
Jendral Kong mengerinyit "Maksud anda yang mulia?"
"Jika kita menambatkan hati kita pada seseorang, rasanya sangat sangat bahagia, dan aku merasa kan itu"
Mendengar itu Kong Ya tersenyum "Benar yang mulia"
...Jendral Kong Ya...
Dan kini wujud sang jendral berubah seperti semula
__ADS_1
sambil menatap langit yang begitu cerah
"Bagaimana kabar mu saat ini Qin Ru"
Di sebuah tempat yang sangat sederhana seorang gadis cantik sedang membantu seorang wanita paruh baya
"Qin Ru, bagaimana, apakah kau masih menunggu Kong Er?"
Sambil tersenyum gadis cantik itu berkata
"Tentu saja ibu, aku akan menunggu nya dan aku percaya dia bersama dengan yang mulia putra mahkota untuk menemukan yang mulia pangeran Yu Lan"
...Qin Ru...
"Tapi nak, ibu dengar kalau saat ini yang mulia Incaru terkena sihir seribu pesona, dan membuat nya menjadi hilang akal"
Degh
Qin Ru pun terkejut mendengar apa yang dikatakan sang ibu
"Astaga, ibu kau tahu kabar itu dari mana?"
Sambil menatap sang anak wanita tua itu pun berkata "Tadi waktu ibu habis dari pasar, ada kabar kalau" jeda nya
"Kalau yang mulia Incaru telah kembali dengan seorang kasim m, dan kau tahu nak, saat ini tidak ada satu orang pun yang di perbolehkan bertemu dengan yang mulia. Karena beliau terus menyebut nama nona Bai Ling"
"Ibu, apakah kau bertanya pada orang istana atau mendengar sesuatu tentang Kong Er?"
Sang ibu nampak berpikir lalu ia menggeleng
"Tidak ada, tidak ada yang membicarakan tentang jendral Kong sama sekali"
Mendengar itu entah kenapa membuat hati nya gelisah "Semoga kau baik baik saja Kong Er"
Sedangkan di istana Kong Ya berada di kediaman pangeran Incaru "Yang mulia sudah saatnya aku ke istana, jaga diri anda baik baik"
Incaru mengangguk "Kau juga tuan jendral, jangan sampai penyamaran mu ini terbongkar lebih cepat. Tunggu lah kami"
Kong Ya pun mengangguk dan tidak lama sang jendral pun menghilang.
Sedangkan saat ini Yu Lan bersama dengan guru Rong mereka memfokuskan kekuatan
dan tidak lama Rong membuka matanya
"Yang mulia, apakah anda merasa kan sesuatu?"
Yu Lan mengangguk "Ya paman seperti ada yang terjebak dalam ilusi hutan ini"
Rong pun membuka mata batin nya dan di sana terlihat seorang pria dengan pakaian prajurit
__ADS_1
Tiba tiba terdengar suara "Astaga, Harda!"
Rong pun membuka matanya "Siapa yang mulia?"
"Paman itu sahabat ku Harda" ucap Yu Lan
Saat itu Tea Na dan Lea Fa menyiapkan makanan dan minuman bersama Mi Ya
"Seperti nya ada yang berusaha membuka perlindungan hutan ini"
Lea Fa menatap sang kakak "Siapa kak?"
Tea Na tidak menjawab namun dia langsung lari dan melihat Rong dan Yu Lan membuka pelindung
"Suami ku, ada apa?" tanya gadis itu sambil menghampiri sang suami
"Sayang, aku mohon izin mu bebaskan teman ku Harda"
Mendengar itu Tea Na pun menutup matanya dan tiba tiba sebuah cahaya menyinari perbatasan hutan .
Tiba tiba seorang pria dengan pakaian prajurit muncul dengan pakaian penuh noda darah. Ia berjalan sempoyongan
"Harda, kau. kau kenapa bisa terluka seperti ini?" tanya sang pangeran saat itu dengan sigap Yu Lan
Sedangkan pemuda itu dengan tatapan sayu tersenyum akhirnya bisa bertemu dengan sang pangeran yang menganggap dirinya berharga
"P pangeran, kau kau selamat?" ucapnya sedikit terbata
Yu Lan mengangguk dan memapah pemuda itu masuk kedalam Tea Na pun dengan cepat mengambil kan segelas air dan di berikan pada pemuda itu.
Yu Lan pun menerima dan memberikan pada sang sahabat
"Minum lah air ini dulu, baru kau berbicara"
Dengan perlahan Harda pun meminum nya
Setelah itu ia menatap orang orang yang yang mengelilingi nya
"A anda di sini juga Guru Rong ?" pemuda itu terkejut saat melihat tabib besar ada di sisinya
Tidak lama datang Incaru bersama dengan putri Lea Fa "Yu Lan lebih baik Harda suruh dia istirahat, aku yakin dia masih shock"
Guru Rong dan Yu Lan membawa nya ke sebuah ruangan dan membaringkannya di sana
Rong pun memeriksa keadaan pemuda itu
Yu Lan pun menunggu dengan keadaan cemas, Tea Na yang melihat itu menghampiri suami nya
"Maafkan aku suami ku" sambil menunduk
Yu Lan yang mendengar itu pun langsung menatap
__ADS_1
"Apa yang kau katakan sayang?"