
Ming Xi menatap sang raja sambil bertanya
"Apakah anda hanya mencintai paras ku saja?"
Furkada menatap sambil mengerinyit heran "Apa yang kau katakan, bagaimana bisa kau berpikir seperti itu?"
Ming Xi menunduk "Maafkan aku yang mulia, aku hanya bertanya, dan" sambil menatap Furkada
"Bisakah kau menjawab dengan jujur?"
Furkada bingung, kanapa Ming Xi mempertanyakan cintanya, apakah ada yang mengganggu pikiran nya
"Sayang, lihat aku apakah ada yang mengganggu pikiran mu? Kenapa kau mempertanyakan cintaku?"
Ming Xi bingung, harus kah dia jujur pada Furkada, tapi kata sahabat Shin Tang dia harus mengutarakan ini pada sang suami
"Yang mulia" sambil berjalan Ming Xi mencoba untuk mengutarakan apa yang ia rasakan
"Aku tahu kita sekarang suami dan istri" jedanya
"Tapi, bisakah kita tidak seperti raja maupun ratu" sambil menatap, memohon
"Aku ingin, kau tidak membagi cinta mu pada wanita lain, aku bukannya egois yang mulia, tapi sebagai wanita aku tidak ingin membagi pria yang di cintai nya"
Mendengar ungkapan itu membuat Furkada tersenyum sambil memegang kedua pundak wanita itu "Dengar kan aku Xisi, aku tidak akan pernah membagi cinta ku pada wanita mana pun, aku juga tidak akan pernah mengangkat satu selir oun"
Mendengar ucapan Furkada Ming Xi pun tanpa sadar menitikkan air matanya
"Benarkah yang mulia, anda tidak akan mengangkat satu selir pun?"
"Iya sayang, semua kemauan mu adalah perintah untuk ku, lagi pula selama ini adakah wanita yang bisa menggoda ku? Tidak kan?"
Malam pun mereka lalui dengan begitu damai.
Satu tahun berlalu dan pada akhirnya sang permaisuri pun hamil anak pertama, sang raja Furkada pun menyambut kehamilan itu dengan suka cita
__ADS_1
"Permaisuri ku, apa yang kau rasakan, apakah ada yang sakit?" tanya sang raja khawatir
Ming Xi tersenyum dan menggeleng "Tidak suamiku, aku sangat sehat, anak mu tidak pernah rewel"
Mendengar itu Furkada kembali mengelus perut buncit sang istri sambil berkata "Anak ku, jangan menyusahkan ibunda mu ya, dan pada saat nanti lahirlah dengan selamat"
Mendengar itu Ming Xi tersenyum "Yang mulia, kita berdoa saja, semoga dia lahir dengan selamat"
Lain halnya dengan Wan Ha saat ini, gadis itu ternyata berada di sebuah istana dan diperlakukan sebagai permaisuri, namun ada seorang wanita yang tidak menyukai nya yaitu
"Yang mulia, kenapa kau membiarkan putra kita menikah dengan wanita pemalas seperti nya haah?!"
...Permaisuri Sha Ah...
Sang raja pun mencoba memberi pengertian pada sang permaisuri "Sayang, bersabarlah, aku menikahkan putra kita dengan wanita itu hanya untuk bisa merubah Tian sebagai manusia"
Mendengar itu sang permaisuri menatap tajam suami itu "Apa maksudmu, kalau Tian akan menjadi manusia, maka wanita itu sudah tidak berguna lagi?"
Sang permaisuri Sha Ah pun menyeringai "Putri bangsa rubah Shin Tang"
Namun ia teringat jika wanita itu sudah dipersunting oleh raja rubah "Suamiku, bukankah putri Shin sudah menikah, apakah kau ingin merebutnya?"
Sang raja menyeringai"Untuk apa aku merebut nya?"
"Istri ku, bukankah Gou itu memiliki seorang putri, sku ingin Tian menikah dengan putri nya yang cantik itu"
Saat itu Tian mendengar dan dengan suara yang sangat keras "AKU TIDAK MAU!"
Mendengar itu sang ibu menatap dengan penuh tanya "Kenapa putra ku? bukankah kau ingin menikah dengan bangsa rubah?"
Tian menatap sang ibu "Ibunda, kau tahu Gou sudah merebut gadis yang ku cintai, aku ingin Gou merasakan apa yang aku rasakan!"
__ADS_1
Saat itu Gou yang melihat itu menggeleng pelan
"Kau itu Tian, kau bilang mencintai Shin Tang ku, tapi kau ingin membalas karena dia menolak mu? Apakah itu di sebut cinta?"
Saat itu Shin Tang pun menghampiri Gou
"Ada apa suami ku?" sambil menatap ke bawah
"Apa yang kau lihat, mengapa kau tersenyum"
Gou menatap sambil tersenyum kepada sang istri
"Tidak sayang, aku hanya merasa lucu saja"
Shin Tang mengerinyit heran "Lucu, lucu kenapa suami ku?"
"Apa kau ingin melihat nya istri ku?"
Shin Tang pun mengangguk "Iya aku mau"
Saat itu tiba-tiba sebuah cahaya menyinari tempat yang mereka lihat "Kau lihat itu sayang, pria yang begitu berambisi ingin memiliki mu itu, dia tidak sadar apa yang dilakukan nya itu akan merugi kan dirinya sendiri"
"Kau benar suami ku, kau tahu sikapnya yang kasar membuat ku tidak ingin menerima nya lagi pula" Shin Tang tertunduk sambil tersenyum malu
"Ada yang sudah mengambil hatiku, dan aku tidak bisa berpaling dari nya"
Mendengar itu membuat sang raja rubah mengerinyit "Kau kau memiliki pria lain selain aku sayang?" Dengan tatapan tidak percaya
Dan dengan polos Shin Tang mengangguk
"Iya lah, dia sangat tampan, gagah dan juga sangat sangat kuat" ucapnya dengan begitu sangat memuji pria itu
"S siapa dia, k kau tidak mungkin kan selingkuh?" tanya nya was was
Shin Tang bukannya menjawab tapi malah tertawa
__ADS_1
"Hahaha hahaha tebak sendiri yang mulia"
setelah membuat Gou kesal, Shin Tang pun pergi tanpa peduli jika su